Cinta Pertama Seorang Psycopath

Cinta Pertama Seorang Psycopath
Episode 27


__ADS_3

Setelah melaksanakan shalat berjamaah, mereka keluar dari kamar mereka dan menonton televisi bersama.


"kak! Mamah mana yah?" tanya Tiara.


"kan kita lagi di rumah kita sayang...!" ujar Aldo menggigit pipi cabi Tiara.


"aww... Sakit yang!!" ujar Tiara mengelus pipi nya yang di gigit Aldo tadi.


"apah? Kamu panggil aku apa?" tanya Aldo.


Tiara menutup mulutnya dan melebarkan matanya.


"udah kamu, panggil aku itu ajah!" ujar Aldo enteng.


"ish! Apaan sih, orang aku keceplosan juga!" ketus Tiara.


"intinya kamu harus panggil aku dengan sebutan itu! Kalau kamu gak panggil aku dengan sebutan itu, kamu akan aku hukum!" ujar Aldo.


"hukuman apa emang nya?" tanya Tiara.


"aku akan cium bibir kamu diamanapun kita berada, walaupun di tempat umum pun, aku bakal lakuin itu ke kamu." bisik Aldo.


Tiara bergidik ngeri.


"ish! Kakak apaan sih!" ujar Tiara sambil mencubit perut Aldo dengan keras.


"aws sakit sayang!" ringis Aldo.


Cup!


Aldo mencium bibir Tiara.


"ish! Kakak apaan sih main cium-cium ajah, kalau diliat sama ART disini gimana?" ketus Tiara.


"ya... Kan kamu tadi panggil aku dengan sebutan kakak! Ya, itu hukumannya." ujar Aldo.


"iya deh... Aku usahain panggil kamu dengan sebutan sayang!" ketus Tiara.


"nah... Gitu donk!" ujar Aldo.


"ya allah... Gue punya suami gini amat ya?!" gerutu Tiara pelan.


"apah tadi?" tanya Aldo.


"nggak! Nggak!" ujar Tiara geleng geleng kepala.


Aldo langsung memeluk Tiara, sampai-sampai Tiara mengguling ke lantai.


Mereka pun bergulat berdua dilantai.


"aduh capek!" ujar Tiara merebahkan tubuhnya.


Dia tidak peduli dengan Aldo yang berada di atasnya.

__ADS_1


Aldo memeluk membekap tubuh Tiara dari atas.


"aduh kak! Berat ihh!" ujar Tiara menepuk-nepuk punggung Aldo karena tidak ada jarang diantara mereka.


Aldo memutarkn tubuhnya dengan tubuh Tiara, hingga yang di atas menjadi Tiara.


Aldo memeluk Tiara erat.


"ish! Kakak, malu ih jangan disini di kamar ajah!" ujar Tiara.


Aldo membawa Tiara ke kamar mereka dengan posisi Tiara yang ngegantel di tubuh Aldo.


Setelah sampai di kamar mereka, Aldo menutup pintunya dan merebahkan tubuh meraka di ranjang, dengan posisi yang sama, Aldo memeluk Tiara yang berada di atasnya.


"payud*ra kamu empuk banget yank!" monolog Aldo.


"ish kakak! Apaan sih!" ketus Tiara menenggelamkan mimik wajahnya yang sudah merah ke dada bidang Aldo.


"apa kamu bilang? Kakak?" ujar Aldo.


"eh! Maaf lupa, yang maksudnya hehe..." ujar Tiara.


"nyaman banget yah posisi kayak gini hehe..." ujar Aldo.


"iyah hangat!" ujar Tiara memper'erat kan pelukannya.


Aldo tak kalah mempereratkan pelukannya.


"eh! Iyah maaf, habis nya dingin sih cuacanya!" ujar Aldo dan melonggarkan pelukannya.


"haduh sesak tahu!" ketus Tiara dan memperbaiki nafasnya.


"hehe, maaf deh!" ujar Aldo.


"udah ah! Dari pada dingin mending kita tidur ajah!" ajak Tiara.


Aldo menarik selimut dan menutupi tubuh mereka dengan selimut.


Mereka pun terlelap dengan posisi Tiara di atas pelukan Aldo.


***


Siang berganti malam, sepasang suami istri terbangun pada pukul 09.30 wib.


Ketika sedang mengobrol Tiara mengusap perutnya.


"yank! Aku laper..." monolog Tiara.


"yaampun... Yaudah kita makan dulu yuk!" ajak Aldo.


Mereka pun pergi kebawah untuk makan bersama.


Ratih yang melihat sepasang suami istri itu menuju meja makan langsung menyapa majikannya.

__ADS_1


"eh! Tuan, nyonya, kalian mau makan?" tanya Ratih.


"iyah bi! Kita makan bareng yuk!" ajak Tiara.


"gak usah non! Kalian aja makannya, saya mau ke kamar dulu mau istirahar, boleh kan?" tanya Ratih.


"oh, iyah! Silahkan." ujar Tiara.


"makasih yah non!" ujar Ratih dan melangkah pergi ke kamarnya.


"yank! Kita makan nya satu piring aja yah! Biar romantis hahaha," ujar Aldo sambil tertawa.


"bwhaahaha!" Tiara ikut tertawa dengan ucapan Aldo.


"udah yuk ah kita makan dulu!" ajak Aldo.


Merekapun makan satu piring dan saling suap-suapan.


***


Setelah selesai makan, Tiara mencuci piring kotor itu dengan bersih.


"kamu gak usah cuci piring nya sayang... Nanti aja sama Ranti!" ujar Aldo sambil memeluk Tiara dari belakang dan menggesek-gesekan hidung mancung nya di ceruk leher Tiara.


"ih! Kakak, geli!" ujar Tiara.


"apa? Kamu bilang apa?" tanya Aldo.


"eh! Maaf lupa hehe!" ujar Tiara sambil membalikan badannya karena sudah selesai mencuci piringnya.


Tanpa izin Tiara, Aldo langsung menggendong Tiara ala brydel style menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar mereka, Aldo langsung merebahkan badan Tiara dan menindih tubuh Tiara.


Aldo langsung mencium bibir Tiara dengan sedikit *******.


Tiara memutarkan bola matanya malas, Tiara memilih untuk diam, karena percuma, kalau dia memberontak juga pasti akan kalah, karena tenaga nya lebih besar Aldo.


Setelah lama berciuman, Aldo melepaskan pautan itu dan merebahkan tubuhnya disamping Tiara.


"itu hukuman nya!" bisik Aldo.


"salah sekali ajah di hukum huh!" ketus Tiara dan membelakangi Aldo.


"ih, yank... Kamu kok ngebelakangin aku sih!" ujar Aldo.


"bodo amat!" ketus Tiara.


Aldo memutar badan Tiara untuk menghadap kedirinya.


Aldo langsung memeluk Tiara erat agar tidak membelakanginya.


Mereka pun terlelap dari tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2