
Aldo membolakan matanya karena kaget dengan kedatangan istrinya, apalagi dengan keadaan Aldo dan perempuan yang bernama pika sedang suap-suapan.
Pika bukannya takut, tapi malah senang karena dia sudah cinta sama Aldo dari dulu.
Pika adalah teman masa kecil Aldo, mereka dari dulu berteman, malahan, Pika Memiliki perasaan terpendam pada Aldo.
Tapi Aldo tidak tahu kalau pika sudah mempunyai perasaan padanya, Aldo hanya menganggap Pika sahabat, tidak lebih.
"sayank! Kamu salah pa--" ujar Aldo yang segera dipotong oleh Tiara.
"apa? Kamu mau bilang salah paham? Orang kalian lagi suap-suap an!" ketus Tiara.
"kan aku laper sayank!" ujar Aldo dan menggenggam kedua tangan Tiara, tetapi di tepis dengan kasar oleh Tiara.
Tiara lari dari ruang itu untuk keluar dari kantor itu, dengan pipi yang basah karena Tiara dari tadi menangis, karyawan yang sedang melihat adegan itu, menatap sendu ke arah mereka.
Tiara masuk ke mobil yang tadi, supir itu langsung melajukan mobilnya ke arah rumah Tiara, supir itu menatap sendu ke Tiara lewat kaca sepion.
Tiara terus menangis karena melihat kejadian tadi.
Aldo terus mengejar Tiara dengan mobil kesayangan nya.
Aldo mengusap wajahnya dengan kasar dan menggerutu tidak jelas karena kebodohannya.
Setelah sampai di halaman rumah Aldo dan Tiara, Tiara langsung masuk kerumah itu dan langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu itu dengan rapat.
"sayank! Buka dulu pintunya, aku mau jelasin kejadian tadi!" teriak Aldo dan menggedor gedor pintunya.
"sayank! Buka dulu pintunya...," lirih Aldo.
Sementara didalam sana, Tiara sedang sesegukan nangis disana.
"sayank! Buka dulu...!" teriak Aldo.
"ya udah, kalau kamu gak mau membuka pintunya, aku mau ngegoresin pisau ini ke tangan aku!" teriak Aldo.
Tiara yang mendengar ucapan itu, langsung menengok ke arah pintu.
"satu...!"
"dua...!"
"tiga...!"
"arghh...!" Aldo meringis kesakitan ketika tangannya digoresi pisau oleh dirinya sendiri.
__ADS_1
Tiara yang mendengar ringisan itu, langsung membuka pintu kamar itu, Tiara membulatkan matanya karena kaget dengan tangan Aldo yang sudah bercucuran darah.
"ya ampun...! Kamu ngapain?" ujar Tiara kaget.
Tiara langsung membawa Aldo yang sudah lemas ke kamar mereka.
Tiara mengobati tangan Aldo dengan hati-hati.
Aldo terus meringis kesakitan ketika obat memasuki lukanya.
"kamu apa-apaan sih! Gak ada kerjaan ajah!" ketus Tiara.
"sayank! Aku minta maaf dengan kejadian tadi, itu adalah sahabat aku dari kecil, kita belum pernah bertemu lagi dari pas kita masih kelas 1 smp," jelas Aldo.
"jadi, kita saling suap-suapan sambil mengulurkan rasa rindu kita!" sambung Aldo tanpa merasa bersalah.
Tiara yang mendengar ucapan rindu yang terucap dari mulut Aldo, langsung tidak melanjutkan aktivitasnya.
"apa kata kamu? Sahabat?" tanya Tiara, Aldo mengangguk tanpa merasa bersalah pun.
"ya udah, kalau kamu lebih milih wanita jalang itu, lebih baik kamu nginep aja sana!" ketus Tiara sambil sesegukan karena menangis.
"apa kamu bilang? Wanita jalang?" tanya Aldo.
"iyah! Emang nya kenapa? Kamu mau bela dia? Silahkan!" bentak Tiara.
Tanpa basa-basi, Aldo langsung mencium bibir Tiara dengan paksaan, dan melakukan hubungan suami-istri secara paksa.
Sementara Tiara terus menangis karena perlakuan Aldo padanya.
***
Keesokan harinya...
Tiara terbangun dari tidurnya, tangan kekar melingkar di perut Tiara.
Dengan gerakan cepat, Tiara langsung menyingkirkan tangan itu secara paksa.
Tiara langsung masuk kekamar mandi dan melakukan ritual mandinya.
Setelah selesai mandi, Tiara keluar dari kamar mandi dan melihat Aldo yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"awas!" ketus Tiara sambil menyingkirkan badan kekar Aldo secara paksa.
"sayank! Aku minta maaf tentang kejadian tadi!" lirih Aldo sambil memeluk Tiara dari belakang.
__ADS_1
Sebenarnya, Tiara nyaman di peluk sama Aldo. tetapi, hatinya kembali sakit ketika mengingat kejadian semalam.
Tiara langsung melepaskan tangan Aldo secara paksa, tetapi tenaga nya tidak bisa mengalahkan Aldo.
"sayank! Aku minta maaf!" lirih Aldo.
"dengan kata maaf, emang nya bisa langsung menyembuhkan hati aku yang sudah sangat sakit?" bentak Tiara.
"aku terbawa emosi sayank...!" seru Aldo.
"gara-gara aku bilang perempuan itu wanita jalang, kamu memperlakukan aku seperti boneka iyah?" teriak Tiara sambil menatap tajam Aldo.
"bukan seperti itu sayank...!" ujar Aldo.
"udah lah kak! Kalau kakak udah gak sayang sama aku, mending kita pisah!" ujar Tiara pelan, tapi masih bisa didengar oleh Aldo.
"apa? Pisah?" ujar Aldo cengo.
"emang kamu gak kasihan sama anak kita? Lahir tanpa seorang ayah!" lirih Aldo sambil mengelus perut Tiara.
"kan Kakak lebih sayang dia kan, dibanding kita?" tanya Tiara sambil mengelus perutnya.
"nggak kok! Aku lebih sayang kalian!" seru Aldo.
"terus kenapa kakak belain dia?" ketus Tiara.
"ya udah! Demi kamu, aku akan jauhin dia!" ujar Aldo.
"buktiin aja!" ketus Tiara.
"oke! Nanti aku bicara ke dia di hadapan kamu oke!" ujar Aldo dan mencium bibir Tiara sekilas dan langsung masuk ke kamar mandi.
Tiara memasang muka datarnya dan langsung menuju bawah untuk membantu bi Ranti memasak, walaupun dia sedang marah, tapi dia tidak melupakan kewajibannya sebagai istri.
Ketika sedang memasak, ada tangan kekar yang melingkar di pinggang Tiara.
Siapa lagi kalau bukan Aldo yang memeluk Tiara dari belakang.
"lepasin kak!" ketus Tiara.
"nggak!" seru Aldo dan memper'erat pelukannya.
Bi Ranti yang merasa mengganggu moment mereka, memlih untuk pergi dari sana.
Aldo terus mencium leher jenjang Tiara dan mengelus perut rata Tiara.
__ADS_1
Tiara membiarkan Aldo seperti itu, karena percuma, pasti tenaga nya gak bakal ngalahin tenaga Aldo.
Setelah menyiap makanan untuk sarapan pagi, Aldo dan Tiara melakukan sarapan pagi berdua.