Cinta Pertamaku Kembali

Cinta Pertamaku Kembali
Bab 12


__ADS_3

"Terimakasih om tante" Elaine memeluk erat Grace


"Tidak El, kami yang harusnya berterimakasih padamu" ucap Grace


"Ya El, kami sangat berterinakasih padamu... Jika saja Henry lebih memeperhatikan anaknya hmm" wajah Victor murung kembali


"Om, mungkin kak Hen memiliki alasan lain sehingga bersikap seperti ini. Om jangan terlalu diambil hati" ucap Elaine


Seminggu sudah Dean dirawat dirumah sakit tapi Henry tak kunjung kembali menengok anaknya. Hari ini Dean diizinkan untuk pulang ke rumah. Tentu mereka pulang ke rumah Elaine.


Mereka berangkat ke rumah Elaine dengan satu mobil yang dikendarai oleh Victor. Sedangkan Rava berangkat dari rumah Henry dengan diantar oleh pengasuh dan supir.


"Bunda, nanti aku satu kamar dengan Rava lagi?" tanya Dean


"Tentu saja" Elaine tersenyum mengelus lembut rambut Dean


"Tapi aku tidak mau bunda... Aku maunya dengan bunda saja" rengek Dean


Grace dan Victor yang mendengar rengekan cucu mereka tertawa kecil. Ini pertama kalinya Dean menolak bersama Rava, biasanya Dean tidak mau pisah dengan Rava. Hanya Rava lah teman berbain Dean walaupun masih berusia 1 tahun.


"Bunda juga pasti akan bersama kalian, setelah kalian tidur baru bunda akan kembali ke kamar bunda" ucap Elaine


"Baiklah bunda" ucap Dean


Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah Elaine. Victor mematikan mobilnya dan turun bersama-sama menuju ke dalam rumah Elaine. Mereka disambut oleh bu Anna dan bu Meta. Rava juga sudah sampai di sana.


Saat Rava melihat Elaine, dia merengek tagannya bergerak-gerak menggapai Elaine, dia ingin digendong Elaine.


Elaine langsung menggendong Rava dan itu membuat Dean cemburu.


"Bunda, aku juga ingin digendong" rengek Dean


Sikap Dean yang seakan cemburu oleh kehadiran Rava mengundang gelak tawa di ruangan itu. Mau tidak mau Elaine menggendong keduanya. Lalu duduk di sofa ruang tamu.


Mereka berbincang-bincang sesaat, lalu Grace dan Victor memutuskan untuk pulang karna sudah larut malam.


Keesokan harinya, hari-hari Elaine menjadi seorang ibu akan dimulai. Pagi-pagi Elaine sudah bangun, dia menyiapkan sarapan untuk kedua anak kecil yang berada di rumahnya sekarang. Setelahnya Elaine membangunkan kedua anak itu.


"Dean, Rava... Bangun" Elaine menggoyangkan lembut bahu Dean dan Rava


"Bunda, 5 menit lagi" Dean masih memejamkan matanya begitupun dengan Rava. Mereka susah sekali dibangunkan. Bukannya kesal karna susah membangunkan anak-anak itu Elaine justru gemas dengan tingkah mereka.


"Ayo bangun.. Kalau kalian bangun cepat hari ini bunda akan mengajak kalian berenang juga jalan-jalan" ucap Elaine

__ADS_1


Mata Dean yang semula sangat malas untuk di buka sekarang terbuka dengn lebar, mendengar ajakan Elaine untuk jalan-jalan.


"Oke aku bangun bunda" ucap Dean semangat dan membantu Elaine untuk membangunkan Rava


Setelah kedua anak itu bangun, Elaine mengajak mereka untuk berenang. Dean dan Rava sangat senang berenang ditemani Elaine.


Hampir dua jam mereka habiskan waktu untuk bermain-main di kolam renang lalu Dean dan Rava dimandikan oleh Elaine.


Setelah selesai mandi mereka turun ke meja makan untuk sarapan. Ternyata disana sudah ada Nico. Nico yang melihat Elaine turun dari tangga langsung menyapanya dan memeluknya.


"Pagi tante" Nico memeluk Elaine sekilas


"Pagi jagoan, kamu dengan siapa kemari?" tanya Elaine yang sedang menggendong Rava


"Tadi papa yang mengantarkan tante, dan papa langsung pulang" ucap Nico


"Oh begitu, Nico perkenalkan ini Dean dan ini adiknya Rava mereka anak-anak om Henry teman tante" jelas Elaine


"Hai aku Nico"


"Hai, aku Dean"


Rava hanya tersenyum sembari mengoceh tak jelas karna dia belum bisa berbicara dengan lancar.


Elaine menemani ketiga anak-anak itu untuk sarapan. Tentu saja dia tidak bisa meladeni ketiga anak kecil itu sehingga pengasuh Rava lah yang menyuapi Rava.


"Nico, tante akan mengajak Dean dan Rava untuk jalan-jalan ke mall, apa kamu mw ikut?" tanya Elaine


"Tentu saja aku ikut, aku mau membeli banyak mainan" ucap Nico


"Baiklah" ucap Elaine


"Hari-hariku menjadi seorang ibu dimulai sekarang. Belum pernah hamil atau melahirkan tapi sekarang dihadapkan dengan tiga anak kecil. Hmm aku pasti bisa, toh mereka menggemaskan" gumam Elaine


Selesai sarapan Elaine mengajak ketiga anak-anak itu untuk jalan-jalan. Tentu saja dia mengajak 2 orang pengasuh untuk menemaninya dan juga seorang sopir.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di salah satu mall besar yang dimiliki keluarga Matteo. Tentu saja tidak ada yang mengetahui siapa Elaine.


"Nico dan Dean, kalian berdua harus selalu bersama jangan sampai terpisah ya" ucap Elaine


"Oke tante" ucap Nico


"Baik bunda" ucap Dean

__ADS_1


Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam mall. Kedua anak itu bergandengan tangan tentu diawasi oleh pengasuhnya. Sedangkan Rava di taruh di strollernya didorong oleh Elaine.


Setelah berjalan melewati beberapa toko, kedua anak itu langsung masuk ke toko mainan dan menarik tangan Elaine.


"Tante, bolehkah aku membeli mainan?" Nico memasang wajah memohon yang membuat Elaine tak tega


"Tentu saja kalian boleh membeli mainan apapun yang kalian mau tapi ingat seperlunya saja" Nico bersorak gembira mendengar ucapan Elaine dia langsung berlari mengambil keranjang belanja untuk mainannya diikuti oleh Dean.


Elaine memilihkan beberapa mainan yang sesuai untuk Rava karna dia belum bisa memilih mainannya sendiri.


Pandangan Elaine terhenti ketika melihat Dean hanya bengong melihat Nico yang sedang asyik memilih mainan.


Elaine berjalan mendekati Dean lalu sedikit membungkuk di depannya.


"Dean kenapa? Dean tidak mau membeli mainan?" tanya Elaine


Mendengar ucapan Elaine, Nico langsung berbalik dan menghampiri Dean.


"Kamu kenapa? Ayo pilih mainan tante yang akan membelikan kita" ucap Nico


"A-aaku tidak pernah membeli maianan atau pergi jalan-jalan. Mainan mana yang boleh aku ambil?" ucapan Dean tentu membuat Elaine dan Nico kaget


"Dean, tidak pernah diajak membeli mainan oleh kakek dan nenek?" tanya Elaine


"Tidak, mereka selalu membawakan banyak mainan. Ini pertama kalinya aku jalan-jalan dan berbelanja bunda" ucap Dean


"Bukannya om Henry punya banyak uang ya tante? Tapi sepertinya dia pelit" ucap Nico


"Nico, tidak boleh bilang begitu"


"Dean boleh mengambil mainan manapun yang kamu suka dan mulai sekarang bunda akan sering mengajakmu jalan - jalan bersama" Elaine membelai lembut kepala Dean


"Yaa benar Dean, aku akan sering menemanimu membeli mainan dan jalan-jalan" Nico memeluk Dean


Dean tersenyum mendengar ucapan Elaine dan Nico


"Ayo kita memilih mainan" ajak Nico


"Boleh bunda?" tanya Dean


"Tentu saja" senyum mengembang di wajah Elaine melihat Dean kembali tersenyum


"Hmmm, sungguh kasian kamu Dean. Bunda janji akan selalu membahagiakanmu dan menyayangimu. Kesedihanmu akan bunda ganti dengan kebahagiaan yang tidak terhingga"

__ADS_1


__ADS_2