
"Hmmmm... Tante Grace suka sekali memberitahukan hal dengan mendadak. Perayaan kecil-kecilan tentu saja aku bisa menyiapkannya. Besok aku akan hubungi kak Hen dan juga kak Felix untuk menyuruh mereka meluangkan waktu dua hari lagi. Sekalian acara kumpul keluarga, tapi apa kak Hen ingat hari ulang tahun anaknya? Menggendong anaknya saja aku yakin bisa dihitung dengan jari. Jika sampai dia lupa atau bahkan tidak tau huhhhhh.... Awas saja akan aku buat menyesal" gumam Elaine
-------------------------------
Pagi-pagi Elaine sudah rapi seperti biasanya. Dia sudah selesai menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Dia duduk di kursi meja makan menunggu anak-anak bangun sambil memainkan ponselnya. Beberapa saat kemudian Nico datang menghampiri Elaine masih menggunakan piyama.
"Mama..." ucap Nico
"Kamu kok udah bangun sih?" Elaine menaruh ponselnya di meja makan lalu mendudukan Nico di pangkuannya, memeluk dan mengelus rambutnya
"Dean tidurnya nggak bisa diem, aku di tendang. Terus aku mau ke kamar mama, eh mama ada di sini" ucap Nico
"Ohh... Kalau begitu mama belikan tempat tidur baru ya.. mama beli 3 tempat tidur baru untuk kalian" ucap Elaine
"Yess... Makasih ma, aku bisa tidur tenang nanti malam hehe" ucap Nico
"Oh ya, Nico kapan ulang tahunmu?" tanya Elaine
"Minggu lalu ma, tanggal satu kemarin" ucap Nico
"Hah??? Kamu kok ga bilang sama mama?" tanya Elaine kaget
"Ma, kecilkan suaranya.. kasian tetangga kaget denger suara mama. Dinding aja bisa retak. Mama kan nggak nanya sama Nico jadi aku nggak bilang sama mama"
"Kamu kira suara mama separah itu? Kamu itu minta mama cubit yaa" Elaine mencubit pipi tembem Nico
"Nanti copot pipi Nico ma" Nico mendengus mengusap pipinya
"Papi mami kamu nggak ngasi kado atau menghubungi kamu minggu lalu?" tanya Elaine
"Enggak, kan Nico sama mama beberapa bulan ini. Nico juga ga bawa ponsel tuh" ucap Nico santai
"Nico mama mau nanya serius sama Nico" ucap Elaine wajahnya berubah tegas. Elaine mendudukan Nico di kursi sebelahnya dan memandangi anak itu lekat
"Kenapa sih ma?" Nico mulai aneh memandangi Elaine
"Jujur sama mama, keseharian kamu sama papi mami kamu gimana? Mereka merhatiin kamu kan? Kamu pasti ngerti jawaban apa yang mama pengen" ucap Elaine
Nico tentu paham maksud pertanyaan Elaine, dia anak yang pemikirannya lebih dewasa dibandingkan umurnya. Entah dari mana dan siapa yang mengajarinya sikap dan pemikirannya jauh lebih dewasa ketimbang anak seusianya. Bahkan Dean yang cerdaspun masih kalah dengan Nico. Dia juga dipercaya Elaine untuk menjaga Dean dan Rava jika Elaine sedang sibuk atau bekerja
"Papi mami baik dan sayang kok sama Nico. Kalau papi nggak sibuk di kantor pasti nemenin Nico. Kalau mami nemenin Nico pas papi atau kakek dan nenek dirumah. Kalau dirumah sepi mami biasanya pergi arisan atau liburan dengan teman-temannya" jelas Nico
"Siapa yang menyiapkan keperluan Nico setiap harinya? Kalau Nico sarapan sama siapa aja di rumah utama?"
"Semua keperluan Nico disiapkan maid. Nico biasanya sarapan dengan papi, mami, kakek, nenek kalau mereka ada di rumah dan ada maid yang mengurus sarapan Nico"
"Lalu mereka ingat ulang tahun Nico?" tanya Elaine lagi
"Papi mami tau tanggal ulang tahun Nico cuma mungkin mereka lupa. Kalau kakek nenek pasti ingat karna biasanya mereka yang mengadakan pesta jika ada di rumah utama atau memberi banyak hadiah jika mereka sedang di luar negeri. Nico yakin dirumah pasti sudah banyak hadiah dari kakek dan nenek" jelas Nico lagi
Elaine terdiam, dia merasa sangat buruk sebagai seorang tante. Dia tidak tau ulang tahun keponakannya sendiri dan keseharian anak itu yang menurutnya kurang kasih sayang.
__ADS_1
"Hmm... Kenapa nasib anak-anak ini mirip\, lahir dikeluarga yang berada bahkan lebih. Tapi sangat kurang kasih sayang dari orang tuanya. Dulu papa mama sangat sayang padaku dan kakak. Huhhhhh.. Aku harus bagaimana mendekatkan mereka dengan orang tuanya๐๐" gumam Elain******e
"Ma.. mama, kok ngelamun sih ma?" suara Nico memecah lamunan Elaine
"Hmm maaf sayang mama cuma lagi memikirkan ulang tahunmu. Bagaimana jika dirayakan sekalian dengan ulang tahun Dean dan Rava besok. Kamu keberatan tidak?" tanya Elaine
"Boleh ma, aku tidak sendiri jadinya tiup lilin hehe๐๐" wajah Nico tersenyum cerah karna usulan Elaine
"Oke, nanti mama siapkan pestanya di taman belakang. Kamu mau hadiah apa dari mama?"
"Apa saja boleh ma, kan mama yang kasi. Kuenya 3 dan yang besar ya ma"
"Loh kenapa kuenya jadi 3?" tanya Elaine bingung
"Kan 3 orang yang ulang tahun ma, jadi setiap orang dapat satu kue. Khusus untukku kue ice cream coklat ya ma" Nico terkekeh
Elaine memukul keningnya pelan, dia lupa jika ketiga anaknya ulang tahun.
"Itusih maumu saja. Pantas saja kamu semakin tembem sejak disini. Kamu suka sekali sama coklat"
"Hehe, ya ma yaaa yayayaya?" Nico mengedipkan sebelah matanya seolah merayu Elaine
"Iya iya mama turuti kemauan mu. Tapi hari ini kita harus membeli tempat tidur dulu untuk kalian, mama nggak mau ada yang terluka karna jatuh dari tempat tidur"
"Okay ma, aku akan membangunkan Dean dan Rava lalu mandi. Mama memang terbaik" Nico mengecup pipi Elaine lalu berjalan ke arah kamarnya. Elaine tersenyum senang melihat Nico senang
Elaine mengikutinya hendak membangunkan Dean dan Rava
"Mama mau kemana?" Nico berhenti di depan kamarnya membalikan badan menghadap ke Elaine
"No, mama siapkan sarapan saja. Biar aku yang melakukannya"
"Kamu yakin bisa?" tanya Elaine
"Tentu saja ma, tenang saja"
"Ya sudah, jangan lama-lama mandinya ya. Jangan sampai ada yang terluka" Elaine memperingati Nico
"Siap mama" ucap Nico kembali melangkah ke kamarnya
"Ehh tunggu, kamu mau mama siapkan sarapan apa?"
"Buah, sereal dan susu ma seperti biasa" ucap Nico
Elaine menyiapkan menata sarapan di meja makan 3 piring buah-buahan yang sudah di kupas, 3 gelas susu hangat dan 3 mangkuk sereal untuk ketiga anak-anak itu
Tokk... tok.. tok..
Suara ketukan pintu rumah Elaine memecah keheningan rumah itu. Elaine membuka pintu dan menemukan seorang laki-laki disana
"Kak Bagas.."
__ADS_1
"Pagi El"
"Pagi juga kak, ayo masuk" ucap Elaine mengajak Bagas masuk ke rumahnya
"Kakak tumben main kesini, baru ingat punya adik atau kesambet setan pagi?" ucap Elaine agak galak
"Pagi-pagi udah galak aja entar keburu keriput baru tau rasa nggak laku-laku" Bagas meledek Elaine
"Ye kakak tuh yang ga laku-laku udah tua juga. Eh itu bungkusan apa kak?" tanya Elaine
"Kamu ya udah galak pagi-pagi, ngeledek ga laku tapi masih inget nanya isi bungkusan" ucap Bagas
"Hehe maaf kak"
"Ini, martabak manis. Tadi di jalan kakak liat ada dagangnya jadi inget kamu"
"Duhhh, kakak emang terbaik" Elaine memeluk Bagas lalu mengambil bungkusannya
"Sini kak duduk, kakak mau dibuatin kopi nggak?" Elaine mengajak Bagas duduk di kursi meja makan
"Boleh, kopi tanpa gula ya" ucap Bagas
"Oke kak. Eh kakak nggak ke kantor nih?" tanya Elaine.
"Nanti jam 10, kakakmu masih sibuk mengurusi ngidam istrinya"
"Kak Yona masih ngidam ya, berapa usia kandungan kak yona kak?"
"Udah 5 bulan 2 minggu"
Elaine berooh ria lalu dia teringat akan ulang tahun anak-anak.
"Kak, kok kak Felix nggak inget sih sama ulang tahun anaknya sendiri? Trus anaknya nggak pernah di tengok tuh kesini" ucap Elaine
"Hah? Tumben Felix nggak inget bisanya inget kok. Masak nggak pernah ditengok sih?" tanya Bagas
"Iya kak nggak pernah kak Felix kesini setelah nganter Nico kesini itupun cuma sampe depan rumah nggak singgah dulu. Jangankan nengok ke sini telpon anaknya aja nggak pernah selama ini" jelas Elaine
Bagas terkejut dengan pengakuan Elaine. Pasalnya Felix tipe orang yang sangat sayang keluarga, apalagi Nico. Apapun keinginan Nico pasti dipenuhi. Walaupun memang Felix sangat sibuk tapi belum pernah dia melupakan ulang tahun Nico.
\===================================
Haihai guys...
Sebelumnya aku ingin minta maaf pada kalian karna aku jarang up dan rentang waktunya sangat lama๐๐๐
Itu semua karna aku sedang menyelesaikan ujian skripsi dan sekarang syukur sudah selesai tapi masih nunggu tahap yudisium dan wisuda sihhh๐ค๐ค
Tapi aku sempatkan untuk nulis buat para pembaca setia akuโคโค
Aku mau minta bantuan dong dari kalian, biar aku juga nambah semangat dong ya nulisnya. Jadi aku minta tolong kalian like dan komen juga vote karya ku yaaa๐๐๐๐
__ADS_1
Terimakasih kalian sudah menyempatkan membaca kisah Elaine dan Henry..
Aku sayang kalian guysโค๐โค๐