
"Dasar tuan pelit" ucap Morgan segera berlari keluar ruangan Henry
"Astagaa, kenapa aku memiliki asisten sekaligus sahabat macam itu. Ingin rasanya aku tenggelamkan dia di lautan" Henry memijit pelipisnya yang mendadak pening karna kelakuan asistennya
\===================================
Beberapa hari sudah berlalu, kini Elaine tengah disibukkan dengan beberapa urusan butik karna anak-anak saat ini semakin bertingkah dewasa. Mereka banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan khusus Elaine.
Kini Elaine sedang ada di butiknya tepatnya di ruangannya. Dia sedang mengecek beberapa laporan dan rencana penerbitan majalahnya.
Sementara di tempat lain. Henry sedang menuju ke sebuah hotel dimana dia menemui seorang klient untuk jamuan makan malam. Karna perbedaan waktu di tempat Henry sekarang sudah petang dan di negara Z sekarang sedang siang hari.
Henry masuk ke sebuah privat room tidak sendirian dia selalu ditemani Morgan. Seperti perkiraan Henry ini bukan sekedar makan malam biasa karna ternyata tuan Lucas mengajak istri dan seorang putrinya.
"Anda sudah datang tuan Henry mari silahkan duduk" ucap Lucas
"Terimakasih tuan" ucap Henry dengan wajah datarmya dan aura yang mengintimidasi. Dia duduk di kursi sebelah tuan Lucas
"Jadi bagaimana menurut tuan mengenai kerjasama kita?" ucap Lucas
"Aku sudah melihatnya dan aku setuju dengan proposal anda" ucap Henry
"Hahaha saya sangat senang bisa berbisnis dengan anda Tuan Henry, mari kita rayakan dengan minum bersama dan menikmati hidangan ini" Lucas mempersilahkan Henry untuk menikmati hidangannya
Namun sebelum menikmati hidangannya Henry memberi kode mata pada Morgan untuk memeriksa makanan dan minuman yang disuguhkan
Henry beruntung memiliki asisten seperti Morgan yang apapun bisa dilakukannya termasuk mengetahui racun di makanan atau meniman hanya dengan mencium dan melihatnya saja.
Setelah usai memastikan makanannya aman Morgan mengangguk kecil dan langsung saja dimengerti oleh Henry. Mereka lalu menyantap makanan yang telah disuguhkan oleh Lucas.
Setelah selesai makan, Lucas kembali memulai obrolan seolah membuka kedoknya mengundang Henry makan malam saat ini.
"Hmm tuan Henry, saya lupa untuk mengenalkan putri saya. Ini adalah putri sulung saya namanya Cecil" ucap Lucas
Cecil yang berpenampilan sangat menggat menggoda dengan menggunakan dress super ketat dan kurang bahan tentu untuk menarik perhatian Henry. Dia yang sedari tadi sudah sangat terpesona dengan penampilan Henry juga dengan barang-barang mahal yang melekat di tubuh Henry.
"Perkenalkan tuan, nama saya Cecil" dia mengulurkan tangannya pada Henry dan tersenyum sangat menggoda
Namun diluar perkiraan, Henry malah tidak tertarik dengan wanita di depannya dia malah risih melihat wanita seperti itu.
"Henry" jawab Henry tanpa menjabat tangan Cecil
Cecil yang diperlakukan seperti itu langsung menggertakkan giginya dia menarik tangannya dengan wajah yang memerah karna malu. Lucas dan istrinya pun terkejut dengan sikap Henry. Tapi tidak dengan Morgan yang sudah terbiasa dengan sikap Hemry yang dingin
"Cecil adalah seorang model, dia juga wanita yang berpendidikan dan sangat cantik" ucap Lucas
__ADS_1
"Lalu?" ucap Henry
"Hmm sebenarnya saya ingin menjodohkan anda dengan putri saya. Bagaimana menurut anda?" tanya Lucas
Henry tak menjawab ucapan Lucas. Dia menaikan salah satu alisnya dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Dengan perjodohan ini tentu akan menguntungkan kedua belah pihak tuan. Saya dengar istri tuan meninggal dan sekarang tuan memiliki dua putra. Bukankah sebaiknya tuan memiliki istri lagi?" tambah Lucas lagi berusaha meyakinkan Henry
"Memang benar aku saat ini duda dengan dua anak, tapi aku tidak tertarik sedikitpun dengan putrimu yang berpenampilan seperti ini" Henry menekankan seluruh ucapannya
"Dan satulagi tuan, aku memang akan menikah secepatnya dengan wanita yang sedari kecil aku cintai. Bahkan tidak ada celah untuk siapapun masuk ke hatiku selain wanita itu" ucap Henry dengan tatapan mengintimidasi
Saat Henry sedang berdebat dengan Lucas, Morgan malah asik menonton mereka seolah sedang menonton drama yng menarik.
"Tapi tuan, putriku pasti lebih baik darinya" Lucas tidak mau menyerah karna jika sampai pernikahan itu terjadi maka kekayaan Lucas akan meningkat dia tidak mau membuang-buang kesempatan
"Huhh... Bahkan wanitaku beribu kali lebih baik dari putrimu yang sering masuk hotel dengan berganti-ganti pria" ucap Henry lalu bangun dari duduknya diikuti oleh Morgan
"Dan ini adalah kerjasama terakhir kita, kedepannya tidak akan ada lagi kerjasama diantara kita. Jangan pernah berusaha untuk mengusik hidupku jika sampai itu terjadi maka aku akan menghancurkanmu berkeping-keping" Henry berjalan keluar dari ruangan itu
Brakkkkkk
"Braninya dia menghina sekaligus menolakku, akan kubuat dia bertekuk lutut dihadapanku" ucap Cecil menggebrak meja di depannya. Dia tak menggubris ancaman dari Henry
Henry berjalan meninggalkab hotel itu, masuk ke dalam mobilnya dan menyenderkan kepada di kursi penumpang.
"Tapi tuan, siapa wanita anda? Anda kan jomlo bagaimana bisa menikah?" ucap Morgan dengan santainya
"Siapa bilang aku jomlo, ada Elaine yang menjadi pendampingku" ucap Henry ketus
"Sepertinya anda terlalu percaya diri tuan"
"Diam kau, menyetir saja dengan benar. Aku malas berdebat denganmu" ucap Henry
Morgan menuruti ucapan atasannya dan mengantarnya sampai ke rumah dengan selamat. Tentu saja rumah mereka selama dinas di luar negeri. Jika sudah di rumah mka mereka hanya sebatas sahabat bukan atasan dan bawahan.
"Hen kita sudah sampai rumah" ucap Morgan mematikan mobilnya
Henry dan Morgan masuk ke dalam rumah. Henry naik ke tangga menuju kamarnya. Langkahnya terhenti dia berbalik dan bertanya pada Morgan.
"Apa jadwalku besok?"ucap Henry
"Hanya acara amal di panti asuhan pukul 10 pagi dan jam 2 siang kamu berangkat pulang ke negara Z" ucap Morgan
"Ohh baiklah" ucap Henry lalu kembali menaiki tangga
__ADS_1
"Tunggu, bagaimana kalau kita sedikit minum" ucap Morgan
"Dasar kau, kita besok punya jadwal pagi. Ayo minum" ucap Henry berjalan menuju minibar rumahnya
Mereka menim beberapa gelas lalu kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Keesokan harinya...
Henry membuka matanya pelan-pelan, meregangkan badannya yang kaku lalu mendudukan badannya. Dia memperhatikan jendela yang ditutup oleh gorden tapi cahaya diluar nampak begitu terang. Dia mengalihkan perhatiannya melirik jam yang ada di nakas. Dia langsung kaget karna jam menunjukkan pukul 09.00.
Henry bergegas mandi lalu berpakaian kasual lalu mengambil koper dan tasnya yang sudah dia persiapkan kemarin untuk dibawa pulang.
Dia menuruni tangga dengan sedikit tergesa karna terlambat bukan gayanya. Dia melihat Morgan yang juga baru selesai bersiap.
"Ini gara-gara kamu yang mengajakku minum kemarin malam kan kita kesiangan sekarang" ucap Henry kesal
"Sudahlah jangan cerewet, ayo cepat berangkat" ucap Morgan
Mereka menempuh waktu sekitar 30 menit hingga akhirnya sampai di panti asuhan. Mereka memulai acara bekitu Henry datang.
Saat ini acara telah usai dan kini Henry sedang berjalan mengelilingi panti asuhan dengan seorang wanita paruh baya yang merupakan pengelola panti.
Saat mengelilingi panti langkah Henry terhenti ketika dia melihat beberapa anak-anak sedang berkumpul merayakan ulang tahun temannya di sebuah ruangan kecil
"Namanya Wili, umurnya sekitar 5 tahun saat ini. Saya menemukannya 5 tahun lalu di depan panti. Dia dibuang oleh orang tuanya karna mereka bercerai setelah kelahirannya. Saya mengetahuinya karna ada selembar surat waktu itu di box Wili. Sungguh anak yang malang, dia menjadi korban karna kedua orang tuanya. Dia bahkan tak bersalah tapi malah tidak diinginkan dan dibuang" ucap Wanita paruh baya itu
Degg...
Henry terdiam, dia memandangi anak itu dengan lekat. Senyum anak itu membuat dada Henry terasa nyeri. Seketika dia mengingat Dean dan Rava. Bagaimana sikapnya yang buruk selama ini terhadap kedua anak itu.
Henry memutuskan berpamitan dengan ibu pengelola panti dan bergegas menuju bandara. Melihat gelagat Henry, Morgan hanya bisa terdiam dan mengikutinya.
Sampainya di bandara mereka langsung menuju jet pribadi Henry yang sudah siap sejak tadi. Morgan belum berani menanyakan atasannya karna dia terlihat buruk. Sesampainya di dalam pesawat mereka duduk terpisah.
Morgan melihat-lihat berita di tabletnya dan betapa terkejutnya dia ketika tak sengaja membuka sebuah katalog pakaian anak-anak yang sampulnya adalah Elaine dan anak-anak Henry.
Morgan bergegas menghampiri Henry. Namun pramugari memintanya duduk dengan tenang karna pesawat akan segera lepas landas.
Henry nampak termenung, karna sudah tak tahan dengan sikap Henry akhirnya Morgan memulai pembicaraan sebagai seorang sahabat
"Kamu kenapa murung Hen?" tanya Morgan
\===================================
Aku mau minta bantuan dong dari kalian, biar aku juga nambah semangat dong ya nulisnya. Jadi aku minta tolong kalian like dan komen juga vote karya ku yaaa💙💙💙💙
__ADS_1
Terimakasih kalian sudah menyempatkan membaca kisah Elaine dan Henry..
Aku sayang kalian guys❤💙❤💙