Cinta Pertamaku Kembali

Cinta Pertamaku Kembali
Bab 19


__ADS_3

"Hiks, hiks harusnya aku tak mengenalkan wanita itu dengan mu" ucap Grace menyesal telah mengenalkan anaknya dengan wanita seperti Aliza


Tiba-tiba brrukkk....


\===================================


Henry jatuh tersungkur ke lantai membuat semua yang ada di ruangan itu panik, dia tak sadarkan diri.


"Hen, hen, bangun!!! Kamu kenapaa? hiks hiks" Grace menghampiri Henry menenpuk-nepuk wajahnya namun tak kunjung direspon


"Morgan, bantu aku mengangkat Henry. Kita bawa ke kamarnya. Mah kamu cepat hubungi dokter Max" Victor meraih badan anaknya lalu dibawa ke kamarnya yang berada di lantai tiga dibantu Morgan dengan menaiki lift.


Dokter Max adalah dokter keluarga Alexander dia merupakan salah satu teman dekat dari Victor dulu ayah Max yang menjadi dokter keluarga Alexander namun sekarang digantikan olehnya.


Henry dibaringkan di tempat tidurnya. Morgan membuka jas dan sepatu yang masih melekat di badan Henry. Sesekali Victor menepuk wajah Henry namun tak ada respon sama sekali.


Tak lama kemudian datang dokter Max. Di memeriksa Henry dengan serius.


"Apa akhir-akhir ini Henry sering minum alkohol?" tanya dokter Max


"Hmmm cukup sering, hanya saja tidak banyak. Tapi tadi selama 5 jam perjalanan dia habiskan untuk minum" ucap Morgan yang mendapat tatapan tajam oleh Victor dan Grace yang tak hentinya menangis


"Dia mengalami Gastritis, berlebihan mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengikis lapisan mukosa lambung, terutama jika seseorang sangat sering mengonsumsinya. Pengikisan lapisan mukosa oleh alkohol dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada dinding lambung, sehingga mengakibatkan terjadinya gastritis, terutama gastritis akut. Juga dia sangat kelelahan jadi dia pingsan. Aku akan memasukkan obat lewat infus dan melakukan beberapa tes juga. Dia akan sadar mungkin besok pagi" jelas dokter Max


"Apa tidak perlu kita pindahkan dia di ruang rawat lantai atas?" tanya Victor


Keluarga Alexander tuntu memiliki satu lantai ruangan rawat dengan alat medis yang sangat memadai bahkan lebih canggih dari rumah sakit di lantai 5 rumahnya. Karna akan buruk jika media mengetahui salah satu keluarga Alexander sakit. Mereka akan ke rumah sakit hanya jika keadaan mendesak dan melahirkan.


"Tidak perlu, aku akan memasang infus disini saja. Tolong jaga pola makannya atau carikan saja dia istri lagi supaya ada yang mengurusinya" mendengar ucapan Max, Grace malah tertawa kecil seketika tangisnya hilanga


"Haisss... dalam kondisi begini kamu bisa saja bercanda, kamu tidak lihat istriku sedang menangis?" Victor memeluk Grace dan mengelus rambutnya pelan


"Hahaha... makanya aku ajak bercanda, efektif bukan caraku? tenang saja Henry akan baik-baik saja jika pola makannya berubah. Kondisinya tidak serius, besok pagi akan ku periksa lagi dan membawa satu perawat kemari" ucap Max yang berusaha meredam suasana tegang di ruangan itu


"Terimakasih banyak kamu sudah cepat datang kemari, hati-hati di jalan" ucap Victor


"Ayolah, rumahku hanya 100m dari sini. Berkat kamu juga pekerjaanku tidak terlalu banyak. Aku pamit dulu.. Hubungi aku jika kondisinya memburuk atau dia tidak sadar-sadar" Max berjalan keluar untuk pulang


Morgan hanya tertunduk sedari tadi tak berani menatap Grace dan Victor.


"Morgan!!! Apa susah menjaga manusia sebesar Henry?" tanya Victor tapi Morgan tak berani menjawab hanya menundukkan kepala


"Ishh... Sudah-sudah kamu nggak liat wajahnya sudah ketakutan seperti itu? Kita yang salah sebagai orang tua tidak memperhatikan anaknya" ucap Grace


"Tapi diakan orang terdekat Henry, pantas saja dia tak laku-laku. Menjaga Henry saja tidak bisa gimana mau menjaga seorang wanita" ucap Victor penuh penekanan


"Haissss, kakek tua ini.. bagaimana bisa laku jika 3/4 hariku selalu menemani anaknya yang gila kerja ini" gumam Morgan

__ADS_1


"Sudah-sudah, Morgan jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kami juga bersalah disini, sana kamu istirahat juga. Menjaga Henry tentu perlu tenaga Ekstra" ucap Grace dibalas anggukan oleh Morgan


"Dasar bujang lapuk" ucap Victor meledek Morgan


Morgan tak menghiraukan ocehan Victor, dia merasa menang saat dibela oleh Grace. Dia berjalan menuju kamarnya di lantai 2


Plakkkk


"Aduhh sakit ma" ringis Victor saat pundaknya di pukul keras oleh Grace


"Makanya jangan suka ngejek anak aku"


"Sejak kapan dia jadi anak kamu? Aku nggak mau punya anak bujang lapuk"


Plakkkk Grace kembali memukul Victor


"Sejak dia tinggal dirumah ini"


"Ish sakit tau ma"


"Mama mau menghubungi Ela dulu ya, papa diam disini jaga Henry jangan kemana-mana awas ngilang pas mama balik kesini" ancam Grace lalu berjalan keluar kamar Henry


"Udah tua masih aja galak, untung sayang" ucap Victor


Grace mengambil ponselnya yang ada di nakas kamarnya dia mencari kontak Elaine lalu menghubunginya


📞Elaine : "Malam tante, El baru selesai menidurkan anak-anak tante"


📞Grace : "Hmm El, besok pagi kamu bisa bawa anak-anak kemari?"


📞Elaine : "Tentu saja tante, pulang dari butik El akan mengantarkan anak-anak kesana"


📞Grace : "Apa tidak bisa paginya El?"


📞Elaine : " Memang kenapa tante?"


📞Grace : "Henry baru pulang dan tiba-tiba pingsan, dia sekarang belum sadar dan sedang diinfus. Tadi sewaktu pulang dia mencari anak-anak"


📞Elaine : Apa?? Lalu bagaimana kondisinya tante? Aku akan kesana sekarang"


📞Grace : "Jangan El, sekarang sudah malam. Besok pagi saja, kondisi Henry sudah membaik. Lagipula kamu tidak mungkin meninggalkan anak-anak ataupun membangunkan mereka kan"


📞Elaine : "Hmm baiklah tante, tante istirahatlah juga jngan sampai sakit"


📞Grace : "Iya El, tante tutup panggilannya ya"


*Rumah Elaine*

__ADS_1


"Astagaaa... kak Hen bener-bener, habis dari luar negeri seneng-seneng, gonta ganti cewek, sekarang malah sakit. Ehh tunggu, dia pengen ketemu anak-anak?? Jangan-jangan kak Hen kondisinya parah trus .... Ahhhh enggak-enggak, pasti dia baik-baik aja. Tapi kalauparah trus tiba-tiba titttttttt... Astagaa, aku mikir apa cobak" gumam Elaine menggigit ujung kukunya karna panik mendengar Henry sakit.


Keesokan harina pagi-pagi sekali Elaine sudah bangun menyiapkan bubur untuk Henry, membawa beberapa sereal dalam tasnya untuk sarapan anak-anak.


Untuk pertama kalinya Elaine membangunkan anak-anak pagi-pagi sekali memjnta mereka mencuci wajah saja dan langsung diajak masuk mobil dengan tergesa-gesa.


"Ma, kita mau kemana sih? Tumben banget pagi-pagi udah keluar kita belum mandi juga ma" keluh Nico sementara Dean dan Rava kembali memejamkan mata kembali menuju pulau kapuk.


"Om Henry sakit, kemarin malam mama di hubungi oleh nenek Grace jadi mama ajak kalian pagi-pagi kesana. Nanti kalian mandi dam sarapan disana saja. Nico kamu bantu mama ngurus Dean dan Rava nanti ya" ucap Elaine yang berusaha tetap fokus untuk mengemudikan mobilnya.


Selang 30 menit Elaine sudah sampai di kediaman Alexander, dia memarkirkan mobilnya di garase dan membangunkan anak-anak. Untungnya mereka mau bangun dan tidak merengek karna diajak pergi pagi-pagi.


Elaine masuk ke dalam rumah disambut oleh pak An kepala pelayan disana. Kemudian nampak Grace yang datang dari arah dapur.


"Ehh, kalian sudah sampai pagi-pagi sekali sayang" ucap Grace mengambil Rava dari gendongan Elaine


"Iya tante, El khawatir dengan keadaan Kak Hen" ucap Elaine menaruh tas bawaannya


"Apa yang kamu bawa itu?" tanya Grace


"Ini bubur untuk kak Hen dan sereal untuk sarapan anak-anak tante" ucap Elaine menurunkan bawannya dari tas


"Wahhh, tante baru saja mau membuat bubur untuk Henry, eh udah kamu yang buatin. Beruntung sekali Henry" Grace tersenyum sumringah dengan sikap Elaine


"Hmmm bagaimana kondisi kak Henry tante? tanya Elaine


"Dia sudah membaik El, hanya saja dia belum sadar karna pengaruh obat yang diberikan dokter. Mungkin sebentar lagi akan sadar, dia sakit juga karna terlalu sering minum alkohol dan jarang makan" ucap Grace kesal


"Aku akan membawa bubur ini keatas tante" ucap Elaine


"Yasudah kamu tengok saja Henry, biar anak-anak tante yang urus. Kalau kamu perlu nampan untuk membawa buburnya kamu ambil saja di dapur ya.. Anggp saja rumah sendiri" ucap Grace


"Iyaa tante"


"Nico kamu jangan nakal dan jaga Dean dan Rava juga yaa" ucap Elaine lagi


"Sip ma" Nico mengacungkan kedua jempolnya pada Elaine


Elaine pergi ke dapur mengambil nampan dan segelas air putih hangat untuk Henry. Setelah menurutnya lengkap dia menuju kearah lift untuk pergi ke kamar Henry.


\================================


Aku mau minta bantuan dong dari kalian, biar aku juga nambah semangat dong ya nulisnya. Jadi aku minta tolong kalian like dan komen juga vote karya ku yaaa💙💙💙💙


Terimakasih kalian sudah menyempatkan membaca kisah Elaine dan Henry..


Aku sayang kalian guys❤💙❤💙

__ADS_1


__ADS_2