Cinta Pertamaku Kembali

Cinta Pertamaku Kembali
Bab 18


__ADS_3

Henry nampak termenung, karna sudah tak tahan dengan sikap Henry akhirnya Morgan memulai pembicaraan sebagai seorang sahabat


"Kamu kenapa murung Hen?" tanya Morgan


\===================================


Tak ada jawaban dari Henry, dia termenung menatap ke jendele pesawat. Dan akhirnya....


Plakkkkk


"Apa-apaan sih kamu?" ucap Henry kesal karna Morgan memukul bahunya cukup keras


"Kamu tuh dipanggil gak nyaut, dari tadi diem terus. Kayak ngajak batu gue" ucap Morgan


"Woe masih jam kerja nih, mau gue pecat?" Henry memasang wajah menyeramkan


"Trus mau nyari asesten macem gue dimana? Cuma ada satu di dunia ini yang kayak gue baiknya" Morgan menyombongkan diri


"Munggutlah dipinggir jalan" Henry kembali memalingkan wajahnya menatap keluar jendela pesawat


"Woe, malah liat keluar lagi.. Emang ada malaikat tuh diluar?" tanya Morgan


"Ada setan"


"Bener-bener habis obat loe kalo gini Hen, kenapa sih sebenernya ceritaaa.. Kalo loe ga mau cerita gue juga ga mau kasi tau berita tentang Elaine" Ucap Morgan dengan nada setengah mengancam


Seketika Henry menatap Morgan sekilas dan kembali memalingkan wajahnya. Dia menghembuskan nafas berat. Menyangga dagunya dengan tangan.


"Gue baru sadar aja kalau jadi papa yang buruk buat anak gue. Pernikahan gue emang gak diinginkan tapi Dean gak salah apa-apa. Dean lahir dikeluarga terhormat dan melimpah harta tapi gue gak pernah bertanggung jawab jadi papa. Ulang tahunnya aja gue gak tau, pertumbuhan dia apalagi. Pas gue liat Wili anak panti tadi gue ngerasa Dean diposisi yang sama dengan Wili, entah berapa lama gue udah cuek sama Dean sampek dia bilang gue jahat didepan Elaine. Mungkin itu pertama kalinya gue minta gendong Dean" jelas Henry


"Syukur yatuhannnn... Akhirnya loe sadar juga, udah lima tahun kale loe nyuekin anak-anak bukan Dean aja tapi Rava juga kale" ucap Morgan dengan wajah tak percaya akhirnya sahabatnya sadar menurut dia sih.


"Anak gue cuma Dean, loe tau sendiri Rava bukan anak gue" ucap Henry sarkas


***Flashback


Brakkk***....


Pintu dibuka ruangan dibuka dengan keras, membuat yang empunya ruangan meletakan berkasnya di meja dan menatap tajam pada sang pembuka pintu.


"Tuann... istri anda" ucap Morgan terpotong Henry


"Aku tidak punya istri Morgan.. Camkan itu, hanya dalam kertas statusnya itu" ucap Henry tegas


"Maaf tuan, nona Aliza dibawa kerumah sakit karna akan segera melahirkan. Tadi mama tuan menelpon meminta tuan segera ke rumah sakit" ucap Morgan

__ADS_1


"Oh, wanita itu akan melahirkan.. Hubungi pihak rumah sakit saat anaknya lahir lakukan tes DNA dan jangan sampai siapapun tau" ucap Henry


"Baik tuan" ucap Morgan


*2 jam kemudian


"Tuan, hasil tesnya sudah keluar" ucap Morgan menyodorkan sebuah amplop pada Henry


Henry membuka amplop itu, membaca hasilnya dann senyuman sinis mengembang diwajahnya


"Haha, kali ini drama apa yang akan dimainkan wanita itu. Dia hoby sekali menjebakku dan bahkan dia sampai melahirkan anak orang lain" ucap Henry


Tentu saja ucapan Henry membuat Morgan melongo "Maksud tuan?"


"Lihat sendiri, hasilnya negatif. Dia bukan anakku" Henry menyodoran surat itu pada Morgan dan betapa kagetnya dia karna Aliza berani menipu Henry


"Kirimkan berkas perceraian padanya dan juga bukti tes DNA ini" ucap Henry lagi


"Baik tuan, saya permisi" ucap Morgan


Beberapa hari kemudian dikabarkan Aliza kabur dengan pacarnya, mengosongkan atm yang diberikan oleh Henry dan meninggalkan anaknya yang baru lahir.


Pelarian Aliza dibiarkan begitu saja oleh Henry karna dia ingin tau sampai sejauh mana wanita itu mampu kabur darinya. Setahun berlalu dan Aliza kembali ke kediaman Henry tengah malam dengan mengendap-endap, dia masuk kekamarnya dan berusaha mengambil perhiasan yang lupa dia bawa. Dan kebetulan Henry menemukannya. Henry meminta Aliza untuk menandatangani berkas perceraiannya namun malah dia kembali kabur dengan kekasihnya yang ternyata sudah menunggu di depan kediaman Henry. Namun naas dia malah meninggal dalam kecelakan bersama kekasihnya.


Flashback off


"Diem loe, mau gak gue kasi gaji loe" ucap Henry


"Santai dong bos, nih liat dulu apa yang kupunya" Morgan menyodorkan tabletnya yang memperlihatkan foto Elaine dengan anak-anak Henry


Henry melihat dengan saksama, dia kaget juga bingung melihat foto-foto Elaine dengan anak-anak. Dia merasa familiar dengan anak-anak namun juga bingung siapa


"Ini Elaine sama siapa? dia pemotretan untuk brand brunya?" ucap Henry


"Astagaaa, itu Dean, Rava sama Nico" Morgan menepuk dahinya sendiri


"Hah? Mana ada, Dean dan Rava masih kecil. Rava belum juga bisa jalan dengan benar" ucap Henry yang tidak percaya kalau itu anaknya


"Astagaaaa... bener-bener yaa, kalo ada predikat papa durhaka udah loe yang menang kali. Itu anak loe udah pada gede, loe di luar negeri aja udah hampir setahunan" Morgan kembali menepuk jidatnya terheran-heran dengan Henry


"Trus ini dimana? Kelihatan kayak taman tapi bukan di rumah utama atau di rumahku" ucap Henry


"Mungkin aja kan di rumah Elaine" ucap Morgan


Henry terdiam, memandangi lekat foto itu. Terlihat mereka sangat bahagia secara natural, terlihat Dean dan Rava yang menjadi lebih gendut. Acara ulang tahun yang hangat walaupun minus papanya.

__ADS_1


Henry menjadi tambah merasa bersalah dan buruk. Dia mengambil minuman didepannya lalu meminumnya degan sekali teguk.


"Woe, loe belum makan apa-apa dari pagi. Jangan minum dulu" ucap Morgan mengambil gelas di tangan Henry namun malah mendapat tatapan mematikan dari Henry


Alhasil Morgan hanya bisa kembali ke tempat duduknya dan hanya memperhatikan Henry tanpa bisa melarangnya karna jika sudah tatapannya mematikan maka Henry sudah tak bisa diajak kompromi.


5 jam berlalu akhirnya pesawat mereka mendarat di bandara negara Z dekat kediaman utama keluarga Alexander. Mereka sampai pukul 7 malam waktu setempat. Tentunya selama perjalanan Henry menghabiskan waktunya dengan minum alkohol.


Henry yang sedikit hilang kesadaran meminta Morgan untu mengantarnya menuju rumah utama karna dia sudah sangat ingin bertemu Dean.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya mereka sampai di rumah utama. Dan disambut oleh beberapa maid.


Henry dengan tergesa-gesa masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan Dean tanpa memperhatikan sapaan dari para maid. Tentu diikuti dengan Morgan yang khawatir. Akhirnya di ruang keluarga dia menemukan hanya kedua orang tuanya.


"Maaa, Paaaa anakku dimana? Dean dimana?" tanya Henry dengan wajah panik dan mata yang hampir menangis


"Hennnn...." Grace bangun dari duduknya dan menghampiri Henry


"Kamu habis minum Hen? Bau alkoholmu keras sekali" Grace memegang lengan anaknya


"Dean dimana ma?" tanya Henry lagi


"Baru ingat kamu punya anak? Tidak usah pedulikan mereka sudah bajagia" ucap Victor dengan nada yang tinggi


"Dimana Dean, aku berhak tau dimana dia. Aku papanya!!!" Henry membentak Victor


"Kamu berani membentak papamu hah?" ucap Victor tak kalah kerasnya dari Henry


"Sudah-sudah jangan bertengkar, kamu duduk dulu" ucap Grace


Karna pengaruh alkohol Henry tiba-tiba mengungkap semua tentang pernikahannya dengan Aliza dan Rava yang bukan anaknya.


Grace dan Victor hanya bisa melongo tak percaya dengan ucapan Henry


"Morgan benar yang dikatakan Henry? ucap Victor


"Hmmm, bee-enar om tante" ucap Morgan dengan terbata-bata tak berani menatap Victor dan Grace


"Hiks, hiks harusnya aku tak mengenalkan wanita itu dengan mu" ucap Grace menyesal telah mengenalkan anaknya dengan wanita seperti Aliza


Tiba-tiba brrukkk....


\===================================


Aku mau minta bantuan dong dari kalian, biar aku juga nambah semangat dong ya nulisnya. Jadi aku minta tolong kalian like dan komen juga vote karya ku yaaa💙💙💙💙

__ADS_1


Terimakasih kalian sudah menyempatkan membaca kisah Elaine dan Henry..


Aku sayang kalian guys❤💙❤💙


__ADS_2