Cinta Pertamaku Kembali

Cinta Pertamaku Kembali
Bab 7


__ADS_3

Sejak Dean di rumah sakit Elaine tidak pernah meninggalkan pria kecil itu. Bahkan hari ini sedari pagi Elaine menemani dean menjaganya layaknya anak kandungnya sendiri.


Grace menghampiri Elaine yang duduk di sofa di sebelah tempat tidur Dean.


“El.. sebaiknya kamu pulang dulu untuk beristirahat. Sudah beberapa hari kamu disini. Biar tante dan om Victor yang menjaga Dean” ucap Grace


“Tapi tante bagaimana dengan Rava di rumah tante?” balas Elaine


“Tenang saja El, Rava sudah di jaga oleh pengasuhnya”


“Hiks… Hiks… Bunda akan pergi?” rengek Dean menggenggam erat tangan Elaine


“Dean sayang, bunda El juga perlu istirahat dan juga harus bekerja. Kalau bunda El sakit, bunda El jadi tidak bisa menjaga Dean kan?” Grace berusaha membujuk cucunya agar membiarkan Elaine pulang


“Hmmmm..” Dean menatap Elaine dengan sendu matanya masih mengeluarkan air


“Besok  bunda El pasti datang kesini lagi Dean, jadi jangan sedih” bujuk Grace kembali


“Hmmm.. Baiklah, Bunda boleh pulang tapi besok bunda harus kemari ya?” ucap Dean


“Tentu saja besok bunda pasti akan kesini. Apa kamu mau bunda bawakan sesuatu?” tanya Elaine


“Aku ingin kue coklat tapi bunda yang membuatnya ya?” rengek Dean


“Sip. Besok bunda akan bawakan kue coklat yang sangat enak” Elaine mengusap lembut rambut Dean


“Tante, Om, El pamit pulang dulu ya”


“Hati-hati El” ucap Victor dan Grace


“Bunda pulang dulu ya sayang” Elaine mengecup kening Dean dan dibalas anggukan dari Dean


Elaine sampai dikediamannya sudah sore. Dia memutuskan untuk membersihkan diri terlebih


dahulu lalu tidur. Beberapa hari ini Elaine tidak dapat tidur dengan nyaman karna harus menjaga Dean.


Karna terlalu lelahnya Elaine hingga dirinya baru terbangun saat sudah gelap. Elaine berusaha membuka


matanya yang masih berat, meraba nakas disebelah tempat tidurnya mencari


keberadaan phonsel tercintanya. Setelah mendapatkan phonselnya Elaine melihat


jam yang berada di layar phonselnya.

__ADS_1


“Hmmmm, sudah jam 8 malam… “ Elaine meregangkan otot-ototnya dan berjalan ke kamar mandi untuk


membasuh wajahnya.


Sesudah merapikan diri karna baru bangun Elaine berjalan ke arah meja makan.


“Ehh, nona Elaine sudah bangun? Tunggu sebentar nona, saya akan menghidangkan makan malam” ucap bu Anna


“Terimakasih bu Anna” ucap Elaine


Setelah makan malam disusun rapi di meja makan Elaine meminta kedua pembantunya untuk makan bersama


dengannya. Karena makanan terlalu banyak jika dia habiskan sendiri.


Usai makan malam Elaine duduk santai di ruang tamu sambil menonton tv. Dia memainkan phonselnya seolah


ada yang hilang disana. Dia mebuka email masuk dari beberapa klient tapi dia tidak menemukan email dari Bagas yang telah dia minta tolong untuk menyelidiki Henry.


Langsung saja Elaine mencari nomor ponsel Bagas dan menghubunginya. Beberapa saat kemudian panggilan


pun terhubung.


“Halo kak Bagas, kakak dimana? Kenapa belum memberiku informasi tentang kak Henry? Apa kakak sudah


tidak mau membantuku atau kakak memang tidak sayang padaku lagi?” ucap Elaine


Hanya berselang 10 menit ada yang membunyikan bel rumah Elaine berbunyi. Elaine berlari ke arah pintu rumahnya berharap Bagas yang datang dan benar saja yang datang adalah Bagas. Elaine menghambur memeluk tubuh Bagas. Dia seperti anak kecil yang baru bertemu kakaknya yang sudah berpisah lama.


“Kak Bagas… Apa yang kau bawa?” Elaine melepas pelukannya karna melihat bungkusan yang dibawa Bagas


“Dasar kamu ini, persilahkan dulu tamumu untuk masuk dan duduk, ini malah menanyakan bungkusan


yang dibawa” ucap Bagas


“Hehe… maaf kak, ayo masuk” Elaine menggandeng tangan Bagas dengan manja


Mereka pun duduk di ruang tamu berhadapan.


“Kamu masih saja sama seperti dulu sangat manja, ini aku bawakan martabak manis kesukaanmu” Bagas memberi bungkusan yang dia bawa


“Wahh… kakak memang yang terbaik, tau saja jika aku kurang makan akhir-akhir ini” senyum lebar terukir di wajah Elaine


“Kamu selalu saja manja denganku tapi tidak berani manja dengan Felix” sindir Bagas

__ADS_1


“Hm… kan kakak tau alasannya mengapa aku menjaga jarak dengan kak Felix” senyuman mulai pudar dari wajah


Elaine


Flasback on


Elaine yang sedari kecil meminta pada keluarganya meminta untuk tidak mengekspos dirinya pada orang lain menjadi sasaran gosip tak mengenakan yang dibuat oleh orang-orang tak bertanggung jawab.


Beberapa tahun lalu sebelum Felix menikah, Elaine dan Felix berjalan-jalan di sebuah mall besar di negara Y yang merupakan salah satu mall yang dimiliki keluarga Matteo. Tentu saja mereka menjadi sorotan oleh wartawan. Memang hanya sedikit orang yang mengetahui Elaine tapi berbeda dengan kakaknya. Dia merupakan pebisnis muda yang sangat sukses dan merupakan rival dari Henry Alexander.


Sebuah web memberitakan bahwa Felix sedang bersama selingkuhannya di sebuah mall dan saat itu orang-orang mengetahui jika Felix sudah bertunangan dengan Yuri. Di berita itupun terpampang jelas foto Elaine dan juga Felix.


Berita itu tentu membuat heboh negara Z sehingga orang tua Yuri mendatangi kediaman Matteo meminta penjelasan dengan berita ini. Hampir saja pertunangan itu dibatalkan oleh orang tua Yuri tapi tapi Daniel dan Ellen berusaha meyakinkan mereka, sehingga Daniel meminta Felix dan Elaine kembali ke negara Z secepatnya dan


menjelaskan pada orang tua Yuri jika sebenarnya Elaine adalah adiknya. Parahnya ini membuat saham perusahaan Matteo menurun namun dapat diatasi oleh Daniel dan Felix.


Untuk menekan berita itu akhirnya pernikahan Felix dan Yuri dipercepat. Tentu saja hal ini berdampak pada Elaine. Dia tidak menyangka akan terjadi hal buruk seperti ini.


Elaine merenung dan memutuskan untuk menjaga jarak dengan kakaknya sendiri, kakak yang sangat dia


cintai. Sikap Elaine yang berubah tentu dirasakan oleh Felix dan juga Bagas.


Bagas adalah asisten Felix yang sudah dianggap seperti keluarga oleh keluarga Matteo. Bagas merupakan teman baik Felix, tapi nasibya tak seberuntung Felix. Orang tua Bagas meninggal di sebuah kecelakaan saat Bagas kecil. Sehingga dia dibesarkan oleh keluarga Matteo. Dan sampai saat ini dia dipercayai menjadi asisten Felix.


Bagas diam-diam menemui Elaine yang berada di taman belakang rumahnya.


“Nona Elaine” panggil Bagas


“kak Bagas.. jangan panggil nona toh juga kita hanya berdua disini” ucap Elaine membalikan badan menghadap ke arah Bagas


“Baiklah El.. Mengapa kamu sendirian disini?” tanya Bagas


Elaine tak menjawab pertanyaan Bagas, pandangannya sendu seolah menyimpan rasa sedih yang tak bisa


dia ungkapkan


“Aku tau, kamu masih memikirkan tentang berita itu, tapi masalah itu sudah usai jangan diambil hati. Jangan hukum dirimu karna ini. Lihat sekarang pernikahan Felix sudah berlangsung dan mereka bahagia. Juga perusahaan udah kembali normal seperti biasanya. Jika berat untuk berbagi dengan orang lain maka berbagilah denganku.


Aku juga kakakmu” ucap Bagas berusaha menghibur Elaine


“Jika saja aku tidak egois, jika saja aku tidak menyembunyikan identitasku yang sebenarnya, jika saja aku tak ingin mendapat pengakuan dari orang lain tanpa nama keluargaku. Hiks hiks…” tangis Elaine pecah


Bagas menarik Elaine dalam pelukannya. Dia menangis sesenggukan dipelukan Bagas. Tanpa mereka sadari

__ADS_1


ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Felix awalnya mencari keberadaan adik kecilnya yang sedari usai acara pernikahannya menghilang. Felix melihat Bagas berjalan menuju taman belakang sehingga dia mengikutinya. Dan betapa kagetnya dia mendengar dan melihat adik kecilnya itu.


Flasback off


__ADS_2