
“iya, iyaa.. aku tau alasannya. Tapi Felix sangat menyayaimu. Jangan buat dia terlalu khawatir dengan adik kecilnya” ucap Bagas
“Tentu aku tau kak Felix sangat menyayangiku sehingga menyiapkan pengawal yang menjadi bayanganku
selama 24 jam. Kalau tidak salah dulu saat aku berada di luar negeri jumlah pengawalnya ada 5 orang dan saat ini ada 2 orang yang selalu mengikutiku bepergian dan ada beberapa orang di sekitar rumah ini” jelas Elaine dengan
santai
“Bagaimana kamu bisa tau?” tanya Bagas penuh dengan rasa penasaran
“Hahahahaha, aku menangkap salah satu dari mereka”
“Apa???” Bagas kaget mendengar ucapan Elaine
“kak sudah malam jangan teriak-teriak” ucap Elaine yang masih santai duduk di sofa sambil memakan martabak manis yang dibawakan Bagas
“Lalu kamu apakan dia?” tanya Bagas penuh selidik
“Aku tidak melukainya hanya menahannya sebentar dan menanyainya. Kakak kan tau aku jago beladiri jadi tak usah heran jika aku tau kalian menempatkan pengawal didekatku. Jika aku tak bisa beladiri dan jika kalian tidak menempatkan pengawal mana mungkin kalian tenang aku lama di luar negeri. Aku tau kak Bagas, kak Felix juga papa bersekongkol menempatkan pengwal dan diam-diam membantuku. Tapi aku pura-pura saja tidak tau hehe” tutur Elaine yang sukses membuat Bagas melongo
“sungguh kamu sangat pintar” ucap bagas terheran
“Tentu saja. Oh ya, mana informasi yang kuminta kak?” tanya Elaine
“Hmmm hanya sedikit yang aku dapatkan Elaine. Henry bukan orang sembarangan yang bisa diselidiki dengan mudah” ucap Bagas mengalihkan pandangan dari Elaine
__ADS_1
Elaine memperhatikan gelagat Bagas yang mencurigakan. Dia tau jika Bagas sedang berbohong jadi dia berusaha memancing Bagas, memanasinya mengenai kinerjanya. Karna Bagas sangat tidak bisa jika hasil kerjanya diremehkan
“Oh begitu. Aku kira keluarga Matteo kekuasaannya sebanding dengan keluarga Alexander tapi informasi
seperti itu saja kakak tidak bisa dapatkan. Biasanya kinerja kakak lebih baik dari seorang detektif terkenal tapi sekarang hmmmm… mungkin kemampuan itu sudah berkurang karna faktor umur kakak juga kelamaan sendiri yaa” ucap Elaine berusaha memancing Bagas untuk berkata jujur
“Enak saja, itu hanya pekerjaan kecil dan aku sudah mendapat informasi detail tentang Henry termasuk
tentang pernikahannya” ucap Bagas yang mudah sekali di olok-olok Elaine
“Binggo, kena kamu kak. Aku ingin kau bohongi, tentu tidak bisa hahaha” gumam Elaine
“Aku tidak percaya padamu kak, buktinya kamu tidak membawa apapun untukku memang kakak sudah semakin tua sekarang ya. Sepertinya aku harus menyewa detektif yang lebih handal dari kakak” goda Elaine
Bagas mengeluarkan amplop coklat yang didalamnya berisi beberapa foto dan CD rekaman cctv.
Elaine membuka amplop coklat itu dan mengeluarkan isinya. Dia bingung siapa wanita dan pria-pria di
foto itu. Dia memperhatikan satu persatu foto-foto itu dan membandingkannya. Hanya satu hal yang nampak sama yaitu wanita di setiap foto yang diberikan Bagas.
“Kak langsung saja ceritakan, aku jadi bingung dengan foto-foto ini” ucap Elaine
“Setelah kamu pergi ke luar negeri, Henry sering minum-minum bahkan ke club malam tapi tetap ditemani oleh Morgan asistennya. Beberapa bulan kemudian tante Grace mengikuti pertemuan ibu-ibu sosialita dan temannya mengenalkan Aliza pada tante Grace. Aliza adalah anak salah satu pejabat di negara Z namanya Virgo. Ibu Aliza mengusulkan untuk menjodohkan Aliza dengan Henry pada tante Grace dan tentu saja tante Grace menyetujuinya. Tapi Henry tidak mau dijodohkan dan dia ngotot ingin tetap sendiri. Tapi tidak dengan Aliza dia terobsesi dengan Henry dia mengejar Henry terus menerus, hingga akhirnya Aliza pura-pura menyerah mengejar Henry dan mengajaknya makan malam di sebuah restoran hotel bintang lima saat itu Henry tidak ditemani oleh Morgan dan tanpa sepengetahuan Henry dia dijebak oleh Aliza. Satu bulan kemudian Aliza mengaku bahwa sudah dihamili oleh Henry pada tante Grace dan om Victor dengan menunjukkan foto mereka sedang tidur bersama. Akhirnya pernikahan itu pun terjadi” ucap Bagas sambil menyusun foto-foto tersebut sesuai dengan penjelasannya.
“Ishhh… kak Henry ceroboh sekali bisa-bisanya dijebak oleh seorang wanita” celetuk Elaine menyela ucapan Bagas
__ADS_1
“Aku belum selesai, dengarkan dulu. Tapi pernikahan mereka tidak harmonis. Henry tidak pernah menyentuh Aliza bahkan Henry jarang pulang. Mereka tidak pernah tidur di ranjang yang sama. Aliza tidak pernah mempermasalahkan itu dia hanya meminta Henry memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan Aliza biasa kencan dengan laki-laki lain parahnya laki-laki yang dikencani Aliza selalu berubah-ubah. Henry tentu tau kelakuan dari istrinya tapi dia tidak mempedulikannya bahkan Henry sering memergoki istrinya dengan lelaki lain. setelah lima tahun menikah Henry ingin menceraikan Aliza karna dia merasa sudah kucup untuk menutupi kelakuan Aliza dari publik dia melakukan itu juga untuk menjaga nama baik keluarga Alexander. Tapi Aliza selalu saja menghindar dari Henry, dia tidak ingin jika statusnya menjadi nyonya Henry Alexander hilang. Hingga suatu ketika Henry mabuk karna pertemuan dengan rekan bisnisnya hingga Morgan membawa Henry ke salah satu kamar di hotel itu. Aliza yang kebetulan ada di tempat itu memanfaatkan kesempatan itu untuk menjebak Henry kembali. Setelah itu Aliza hamil dan melahirkan Rava. Tentu setelah melahirkan Rava, Henry langsung memberikan surat perceraian. Tapi Aliza kabur dan akhrinya kecelakaan, mobilnya masuk jurang yang menyebabkan dirinya meninggal. Setelah dialakukan pencarian ternyata di dalam mobil itu ada dua jenasah dan salah satunya adalah laki-laki hal ini juga di tutupi oleh Henry agar menjaga nama baik keluarga Alexander. Dan ini adalah rekaman cctv hotel yang menunjukkan jika Aliza bersama lelaki lain kebetulan itu adalah hotel milik keluarga Matteo. Hanya itu yang bisa aku dapatkan Elaine” ucap Bagas santai lalu menyodorkan CD rekaman cctv ke Elaine
“haishhh… dua kali dan wanita yang sama bisa menjebak kak Henry, hmm hebat sekali dia. Harusnya aku berguru padanya” ucap Elaine
“Ehh.. Bukannya kamu sangat mencintai Henry bahkan dia adalah cinta pertama mu” Bagas menatap Elaine
dengan tatapan sinis
“Tapi cintaku sepihak kak. Oh ya ternyata aku dan kak Henry sempat salah paham kak” Elaine menceritakan kesalah pahaman dirinya dan Henry
“Hahahahaha kalian memang pasangan yang unik. Mengungkapkan perasaan masing-masing saja tidak
bisa. Memang ego kalian terlalu tinggi-tinggi” ucap Bagas sambil tertawa
memegang perutnya
“Maksud kakak apa cobak?” tanya Elaine
“Dilihat dari sudut manapun si Henry yang dingin itu sangat mencintaimu bahkan sedari kecil dan Felix tau akan hal ini. Sewaktu kelulusanmu aku bertemu di toko bunga dan melihatnya membeli sebuah buket bunga mawar biru dan membawa sebuah kotak beludru sepertinya isinya kalung karna kotaknya cukup besar untuk ukuran cincin” tutur
Bagas
“Eh… Aku memang melihat ada buket bunga mawar biru d dekat tempat kelulusanku tapi itu tergeletak di tanah dan sudah rusak”
“Jangan-jangan itu milik Henry” ucap Bagas dan Elaine bersamaan mereka saling pandang
__ADS_1
“Elaine jika menurut asumsiku, salah paham kalian yang menyebabkan Henry berubah menjadi dingin dan pendiam” Bagas berusaha menerka yang terjadi antara Elaine dan Henry