Cinta Sebatas Waktu

Cinta Sebatas Waktu
Bab 2 -- Happy Engagement!


__ADS_3

Dentuman house music menyambut kedatangan Cheryl begitu kakinya menginjak halaman depan kost mahasiswa. Telinganya terasa pekak dan jantung pun ikut bertalu-talu seiring musik yang terus mengalun. Perasaan tak enak menyergap Cheryl dan nyalinya menciut.


Mata Cheryl memindai pemandangan dihadapannya.


Sebuah rumah kost campur di salah satu sudut kota Salatiga. Rumah kost campuran yang terdiri dari dua bangunan warna bata dan telah menjadi tempat tinggalnya kurang lebih sebulan terakhir ini. Bangunan pertama untuk mahasiswa dan yang kedua untuk mahasiswi. Diantara kedua bangunan itu ada sebuah bangunan kecil untuk ruang menerima tamu.


Ingatannya kembali pada gunjingan orang saat pertama kali kakinya menginjak kota ini. Jawaban yang didapat saat Cheryl bertanya arah menuju tempat ini begitu menyesakkan.


"Kost bobrok!"


"Kasihan! Sepertinya dia tak tahu rumor yang beredar."


"Aaah... mahasiswa disana terkenal rusak!"


"Hu-um, pergaulan mereka terlalu bebas."


"Kabarnya cewek bisa keluar masuk kost cowok kapan pun mereka mau."


"Nggak ada jam malam disana."


Ya. Kost campur ini terkenal dengan anak - anak nakal dan free s- e- ks.


Oh! Andaikata bisa, saat itu juga Cheryl ingin berbalik arah dan pulang ke rumah Nenek.


Tapi, sayangnya tak semudah itu. Uang kost sudah terlanjur dibayar, dan lagi Cheryl tak punya pilihan lain selain tinggal disini. Mendekati tahun ajaran baru, banyak rumah kos yang sudah penuh. Kalau pun ada, harganya selangit. Uangnya hanya mampu untuk membayar sebuah kamar kosong disini.


Sekali lagi Cheryl memandang kedua bangunan dihadapannya, hatinya berperang antara masuk ke kost mahasiswa atau tidak.


Hingar bingar musik sudah mulai berkurang. Ragu-ragu, Cheryl melangkahkan kaki menuju pintu utama kost mahasiswa.


Ya ampun! Akankah dia menjadi salah satu mahasiswi yang dikabarkan dengan mudah keluar masuk kost mahasiswa? Sungguh dia tak ingin menjadi bahan gunjingan.


Tapi, Dimitri sakit. Mungkin saja Dimitri sedang membutuhkan bantuan Cheryl. Sebenarnya saling merawat sesama mahasiswa perantauan bukanlah hal baru. Yang menjadi masalah hanyalah karena Cheryl adalah seorang perempuan sedangkan Dimitri adalah laki-laki.


Hati kecilnya menolak untuk sembarangan masuk ke kost mahasiswa.


"Non Cheryl, mau cari Kak Dimi?" Cheryl terlonjak kaget, padahal suara Bu Budi sangat halus bahkan setengah berbisik.


"Emmm... iya, Bu." Cheryl mengangguk-angguk.


"Ya sudah, masuk aja Non. Masak pacarnya sakit cuma diam diluar." kata Bu Budi sami


Bu Budi senyum-senyum sendiri, dia paling senang mengintip anak kos yang pacaran. Katanya, setiap kali melihat orang pacaran jadi ingat mendiang suaminya dulu.


"Lagipula, Ibu mau ke apotek sebentar." suara lembut Bu Budi membuat Cheryl kembali tersentak karena terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Untung saja Non Cheryl datang, jadi bisa gantiin Ibu jagain Kak Dimi." Wajah Bu Budi nampak lega, dia berharap ada yang menggantikannya menjaga Dimitri.

__ADS_1


"Ayo, Non. Ibu antar ke kamarnya Kak Dimi. Kasihan lho, Non." Bu Budi menarik tangan Cheryl.


Eh... Eh... Haduh. Cheryl jadi serba salah.


"Eng... tapi Bu, saya sungkan." Akhirnya Cheryl mengutarakan isi hatinya.


"Halaaah... gak papa, Non. Di kost ini semuanya sudah kaya saudara. Cowok cewek semua berteman, bersaudara." jawab Bu Budi seakan bisa membaca apa penyebab keraguan Cheryl.


Tak peduli kecanggungan Cheryl, Bu Budi membalikkan badan, kakinya melangkah ke dalam sambil menarik tangan hingga Cheryl sedikit terseok mengikutinya.


Mereka sampai di kamar paling ujung kos mahasiswa. Pintu kamar tertutup. Perlahan Bu Budi mengetuk pintu kamar dihadapannya.


"Kak Dimi, ini Ibu. Boleh masuk Kak?" Sapanya lembut.


Tak ada jawaban.


"HOEK... "


Bu Budi dan Cheryl bertukar pandangan, mata mereka menyiratkan satu pemikiran seseorang yang di dalam sedang membutuhkan bantuan.


Cheryl mendekatkan telinganya ke pintu, mengira-ngira apa yang terjadi pada Dimitri didalam.


"Sebenarnya Kak Dimi sakit apa ya Bu?" tanya Cheryl.


Dia ingat kalau Dimitri hari ini begitu pucat saat kerja part time bersamanya. Bahkan saat mereka berpisah di pintu kos, Dimitri mengaku sedang tak enak badan. Dan nanti malam mungkin mereka tidak bisa keluar makan bersama.


Cheryl tak menjawab, menyimak kata-kata Bu Budi selanjutnya.


"Biasanya dikasih teh hangat, makanan yang halus-halus trus besoknya sembuh sih Non."


BUK!!


WAH! Apa ada yang jatuh didalam? Refleks tangan Cheryl terulur kearah gagang pintu dan langsung membuka pintu kamar yang tak terkunci.


Pemandangan di dalam sungguh membuatnya terenyuh. Dimitri yang usil dan suka menggodanya sedang terkapar tak berdaya diatas tempat tidur. Posisi kakinya menggantung dipinggiran. Mata terpejam dan pucat pasi. Mungkin saja dia tadi menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur karena lemas


Bergegas Bu Budi mengambilkan teh hangat dan menyodorkannya kearah Dimitri. Dengan tangan gemetar, Dimitri menerimanya. Dia meneguk teh itu, perutnya terasa hangat dan lebih nyaman.


Y Tuhan! Tak sampai hitungan menit, serangan itu datang lagi. Perutnya kembali berontak. Dia mencoba menahannya. Malu ada gadis pujaannya disini, dia tak mau terlihat lemah.


Cheryl menangkap perubahan ekspresi Dimitri. Entah dorongan apa yang membuat Cheryl langsung menyambar sebuah baskom kecil di dekat tempat tidur.


"Ini. Disini saja!" katanya sambil meletakkan baskom dibawah dagu Dimitri.


Duh! Dimitri jadi merasa sungkan. Tak mampu berkata apa pun, dia memberi kode mau ke kamar mandi. Sekuat tenaga berusaha menahan, jangan sampai dia muntah di depan Cheryl.


OH! Dasar perut kurang ajar dan tak bisa diajak kompromi. Teh yang diminumnya terus mendesak naik hingga ke tenggorokan.

__ADS_1


BYOOOR!! Cairan itu berhamburan dari mulutnya, meluncur manis di baskom yang dipegang Cheryl.


SH- HIT! SH- HIT! SH HIT! Dimitri memaki dirinya sendiri. Teh yang diminumnya keluar tanpa sisa. Diliriknya Cheryl yang mengambil tissue dan menyeka mulutnya tanpa rasa jijik. Dia juga mengambilkan air hangat dari dispenser di kamar Dimitri supaya Dimitri bisa kumur dan minum sedikit.


Dimitri hanya bisa pasrah. Tubuhnya seperti kehilangan daya, kembali rebah di atas tempat tidur. Sudut matanya menangkap Cheryl yang berjalan ke kamar mandi untuk membuang kotorannya. Sementara itu, Bu Budi sudah keluar untuk membeli obat di apotek.


Tap! Tap! Tap!


Dimitri mendengar suara langkah kaki bergesekan dengan lantai dengan ritme cepat. Suara-suara perempuan meningkahi langkah-langkah itu.


"Muntah lagi?"


"Gerd mungkin."


"Halaah... paling masuk angin."


"Tapi kasihan sih."


Para pemilik suara itu masuk ke kamar Dimitri bersamaan dengan Cheryl keluar kamar mandi. Pandangan mereka bertemu. Tatapan aneh dan penuh selidik tertuju pada Cheryl.


Cheryl hanya bisa tersenyum sopan dan menganggukkan kepala, kemudian berjalan menuju ke sisi tempat tidur Dimitri.


"Eh, sini bentar!" Siska menarik tangan Cheryl keluar kamar hingga Cheryl terseok mengikuti langkahnya.


"Ngapain kamu disini?" bisiknya sambil mendekatkan wajahnya yang judes ke wajah Cheryl.


"Menengok Kak Dimi... " jawab Cheryl takut-takut.


"CK! Trus ngapain berduaan dikamar?" Cheryl bisa merasakan aura intimidasi dari gadis di hadapannya.


"Nggak ngapa-ngapain. Emmm... tadi sama Bu Budi. Tapi, Bu Budi masih keluar membeli obat. Sementara aku yang jagain Kak Dimi." lirih Cheryl.


"Hey, anak baru. Jangan kegenitan!" sahut seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik punggungnya.


Astaga! Mendadak saja dia merasa seperti tersangka pelaku pelanggaran tata susila.


Cheryl bimbang. Ingin hati langsung kembali ke kos mahasiswi, meninggalkan sorot-sorot mata menghakimi di hadapannya. Tapi hati kecilnya masih tak tega. Biar bagaimana pun, dari awal Dimitri yang membantunya beradaptasi di kota ini. Apa lagi saat ini mereka adalah sepasang kekasih.


"Anak manis, aku bukan mau menakutimu." kata mahasiswi yang belakangan diketahui bernama Siska.


Siska mengeluarkan ponselnya dan mengutak utiknya. "Aku cuma nggak mau kamu sakit hati, Naive girl."


"See?" Siska menunjukkan akun instagram seorang gadis cantik bersama Dimitri lengkap dengan background bunga-bunga pastel.


Captionnya adalah "HAPPY ENGAGEMENT!!


Bersambung ya....

__ADS_1


__ADS_2