
Di hari Sabtu siang ini saat jam istirahat kedua. Aku, Fay, Falen, Fiki, Diva, Dimas, dan Rio sedang ke kantin. Tak biasanya kami kumpul lengkap begini di kantin.
"Fiiirr, nanti malem double date yok" ajak Fay sembari melirikku, Diva dan Rio.
Belum sempat kujawab, Fiki sudah memprotes"Hehh" ucap Fiki sembari menowel lengan Fay"mentang-mentang kamu sama Rio lalu Fira dan Diva pacaran satu sekolahan terus menurutmu aku dan Falen nggak punya cowok apa?" cerocos Fiki yang berakhir dengan tawaan dari kami.
"Iya nih, Fay semenjak pacaran sama Rio jadi lupa sama aku, Fira dan Fiki" protes Falen pura-pura cemberut.
Fay bukannya marah malah tertawa terpingkal-pingkal,"Ya gimana mau ajak kalian juga susah. Kalian malah sibuk sama pacar masing-masing" balas Fay sembari menjulurkan lidah kearah Fiki dan Falen.
"Sibuk pacaran apaan? Cowokku sibuk sekali, maklum semester 4 lagi banyak-banyaknya tugas" ucap Fiki dengan ekspresi cemberut.
"Aku juga jarang ngedate sama cowokku. Nggak tau deh, kalo diajakin jalan pasti alasannya basket mulu. Lama-lama pacaran aja sama basket" curhat Falen terdengar kesal.
"Sabar Len, mungkin dia beneran sibuk" aku menghibur Falen.
"Ihh, sabarku udah full sama dia Fir. Yakali tiap hari dia basket mulu" Falen masih terdengar kesal.
Ya aku maklum sih Falen seperti itu, aku sendiri kalo ada diposisi itu juga pasti protes. Untungnya Diva tidak begitu suka basket. Dia memilih ekstrakulikuler PMR dan Karate.
"Yaudah gini saja" aku menengahi mereka,"Kita jadwal ulang buat playdate setelah selesai ujian. Karena sebentar lagi kita udah mulai sibuk dengan ujian lhoh" ucapku pada Fay, Fiki dan Falen.
"Tuh, dengerin Fira ngomong. Jangan banyak main. Ujian sebentar lagi" sambung Diva dengan ekspresi tertawa.
"Nah loh. Kamu sama Fira juga jangan pacaran mulu" balas Rio sembari melirik Diva.
"Kayak yang ngomong nggak pacaran aja" ledek Diva sembari melemparkan tisu kearah Rio,"tuh Fay, kalo ntar malem di apelin Rio bilang aja tadi yang dia ngomong" ucap Diva pada Fay.
Fay langsung geleng-geleng kepala sembari melirik Rio,"Tuh kan Beb, aku jadi yang kena" protes Fay.
"Jitak aja kepala nya Fay kalo Rio nggak nurut" ucap Dimas mengompori Fay.
"Sebelum Fay dikomporin Loe, Gue jitak Lu duluan" Rio langsung menjitak kepala Dimas yang duduk disebelahnya.
Kami tampak tertawa melihat melihat Dimas dan Rio saling menjitak satu sama lain.
Tiba-tiba ada dua cewek lewat depan tempat duduk kami, yakni Sarah dan Widi ternyata mereka senyum kearah Dimas.
"Hy Dimas....." sapa Sarah dan Widi serentak
Terlihat Dimas langsung membalas senyuman cool nya kearah mereka berdua.
"Cieeee, jomblo-jomblo gini yang nyapa langsung 2 cewek lhoh Dimas"ucap Rio sembari tergelak.
"Iya nih, sadis amat Lu. Dikasih pelet apaan mereka?" sambung Diva yang ikut tertawa juga.
"Cool boy gitu...." ucap Dimas sombong sembari mengangkat kerah bajunya.
"Cool boy?? Berarti cowok dingin, Lu habis keluar dari kulkas maksudnya" celetuk Fiki yang membuat kami tertawa.
"Haha, manusia kulkas dong" sambung Fay ikut meledek sembari tertawa.
Kami langsung terpingkal-pingkal mendengar ledekan dari Fiki dan Fay.
"Apaan sih sirik amat kalian-kalian ini" protes Dimas pura-pura sebal.
"Bener sih yang diucapkan Fiki dan Fay, cool boy alias manusia kulkas" ucap Rio yang masih tertawa
Ya beginilah kalo kami bertujuh lagi ngumpul dengan formasi komplit. Ada aja ulah para cowok-cowoknya termasuk Diva .
Aku berdoa semoga hubunganku dengan Diva dan pertemananku dengan mereka awet sampai dewasa bahkan sampai punya cucu.
Jam istirahat telah usai, kami segera membubarkan diri menuju kelas.
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
Minggu ini sudah disibukkan dengan ujian praktik dan tryout. Membuatku fokus dengan berbagai macam latihan soal.
"Jangan lupa istirahat juga Fir," ucap Papa saat melihatku terlalu sibuk dengan kumpulan soal.
__ADS_1
Aku tersenyum, kemudian meletakkan pensil dan soal-soal di depan mata."Siap Pak Dosen, calon mahasiswamu ini sedang berjuang mendapat nilai A+" aku membalas dengan memberi hormat pada Papaku.
Papa tertawa saat aku membalasnya begitu.
"Iya Fir, bener Papamu" Mama sependapat dengan Papa," masa iya dari tadi kamu fokus mulu. Jangan lupa HP dicek juga, siapa tau Diva uring-uringan nungguin balasan dari kamu" Mama menggodaku yang membuatku langsung salah tingkah.
"Ahh Mama ini" protesku,"anaknya lagi serius juga" ucapku dengan ekspresi salah tingkah.
Tak beberapa lama kemudian, ada telepon masuk. Aku membelalak karena yang menelpon"My Divandra ❤".
"Nah, baru juga di omongin. Calon mantu Mama sama Papa langsung telepon" ucapku geli.
Tampak Mama dan Papa langsung membalas dengan menertawakanku.
"Dasar anak muda" respon Papa sembari menggelengkan kepala.
"Anak kita udah gede Pa" ucap Mama.
Aku segera mengangkat teleponnya dan ku lound speaker, tapi belum sempat aku respon langsung diomelin"Mentang-mentang lagi ujian, sampe lupa kasih kabar" protes Diva.
Belum sempat aku membalas, Papa sudah menananggapi" Panjang umur banget kamu Diva, baru juga di omongin kita"
"OMG!! Papaaa, kenapa ngomong gitu" batinku dengan jantung berdebar-debar.
"Eh, Om Hasan" suara Diva berubah menjadi sopan,"bagaimana kabar Om Hasan sama Tante Mira?" tanya Diva.
"Alhamdulillah kabar kami baik Nak, gimana kabarmu dan keluarga?" tanya Papa balik.
"Alhamdulillah kabar kami baik juga" balas Diva.
"Nah, kenapa jadi Papa sama Diva yang ngobrol? Aku simak aja deh" batinku merasa lega karena tidak mendapat omelan maut dari Diva.
"Tuh, Safira nya lagi nyimak kalian ngobrol" ucap Mama ikut menggabung dan melirikku.
"Habis Papa sama Diva asyik bener sih. Yaudah Fira simak aja" ucapku membela diri.
"Padahal Safira udah kangen sama Divandra" ucap Mama jahil.
"Kalo kangen kenapa nggak telepon?" tanya Diva padaku,"jangan pelajaran terus dong yang diperhatikan, aku juga butuh diperhatikan" Diva terdengar mengomel.
Aku membalasnya dengan tertawa, lalu hp aku ganti dengan mode telepon biasa dan naik ke kamar.
"Jangan ngomel-ngomel dong" aku bergantian memprotes Diva,"maaf ya, aku memang lagi fokus buat belajar materi kelas X dan kelas XI Yang. Materinya udah lupa" aku bercerita jujur.
"Kenapa kamu nggak minta aku ajarin aja, aku masih ingat semua cara-caranya dan rumusnya sih" ucap Diva.
"Nggak lagi modus pengen ketemu kan?" aku meledek Diva,"sebenernya kangen juga sama dia" batinku sedih, karena memang saat ujian kami terpisah ruangan.
"Kangen dong. Siapa coba yang bisa menahan kangen sama kamu. Oke, besok aku ajarin matematika ya Sayang" ucap Diva bersemangat.
Aku tersenyum senang,"Terima kasih Sayangku. Kamu tahu aja kalo aku paling anti sama pelajaran Matematika".
"Gampang, cuman kamunya rada males aja kalo mata pelajaran berhitung" balas Diva,"oke My Safira. Besok sehabis ujian aku ajarin" sambung Diva.
"Siap, Fira besok mau les Matematika sama Bapak Divandra" ucapku sembari terkekeh
Terdengar Diva juga tertawa,"Ada-ada aja kamu Yang" balas Diva masih terdengar tertawa,"oya, ada mata pelajaran apalagi yang kamu tidak bisa?" tanya Diva.
"Coba diinget lagi, aku lemah di pelajaran apa?" ucapku dengan ekspresi geli.
"Hmm, apa ya?"terdengar Diva sedang memikirkan untuk jawabannya," oh iya. Matematika, Bahasa Inggris, dan seni rupa kan?"tebak Diva.
"Betul, kamu masih inget ya" jawabku sembari terkekeh lagi.
"Inget dong, apalagi orangnya. Sudah terpasang dihatiku" Diva menggombal.
"Bisa aja nih..." balasku dengan salah tingkah.
"Sayang, nanti habis ujian aku mau ngajakin kamu ke sesuatu tempat" ucap Diva tiba-tiba.
__ADS_1
"Asyikk, mau diajakin Ayang Diva jalan-jalan" girangku seperti anak kecil,"mau diajakin kemana sih?" tanyaku penasaran.
"Adaaaaaaa dehhhhhh" jawab Diva sembari tergelak.
"Ahh, nggak seru deh" responku sembari cemberut.
Terdengar Diva membalas dengan tertawa,"Ya namanya juga kejutan. Masa aku bilang sekarang" ucap Diva yang masih sambil tertawa
"Okee" jawabku mengalah,"tapi kalo kamu ingkari sendiri, aku ngambek" ancamku sembari menahan tertawa.
"Jangan dong, masa gitu aja ngambek" respon Diva merasa bersalah,"nggaklah, aku nggak bakal ingkar janji. Pegang ucapanku" ucap Diva meyakinkanku.
"Aku percaya sama kamu 20000%" balasku yakin.
"Terima kasih My Safira" ucap Diva.
"Sama-sama My Divandra" responku sembari senyum-senyum salah tingkah,"udah yuk teleponnya, aku mau lanjut belajar nih" aku sembari mengakhiri panggilan telepon.
"Iya Sayang, selamat belajar dan selamat bertemu besok pagi ya"kata Diva.
"Siapp....Kamu juga selamat belajar" balasku memberi semangat Diva.
Telepon di akhiri dan aku mulai melanjutkan belajar untuk ujian besok pagi.
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
Tak terasa sudah melewati berbagai ritual ujian untuk mendapatkan ijazah kelulusan. Hari ini terakhir pelaksanaan ujian Sekolah.
"Ahh senangnya, besok libur" girang Falen.
"Iya nih, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga" sambung Fiki.
"Jangan seneng dulu, belum pengumuman kelulusan lhoh" sambung Dimas juga
"Semoga kita semua dan satu sekolah lulus 100%" doaku optimis.
"Aaaaaamiiiiiin" ucap Fay, Fiki, Falen, Rio, Dimas dan Diva serentak.
"Yok gaes, kita planning liburan lagi" usul Rio.
"Nah, boleh tuh boleh" seru Fay bersemangat.
"Cieee, pasangan junior lengket banget nggak kalah lengketnya sama pasangan senior" ledek Dimas sembari melirikku dan Diva.
"Daripada Loe banyak bacot, buruan gih cari cewek cantik" cibir Diva membalas ledekan Dimas.
"Iya nih, atau pilih salah satu diantara Sarah atau Widi" ledekku juga yang ternyata membuat mereka tertawa.
"Nah bener tuh Dim, pilih salah satu jangan pilih semua" sambung Rio.
"Berat...berat.... resiko orang ganteng banyak saingan" balas Dimasm
Fiki melemparkan gulungan kertas dan tepat mengenai wajah Dimas," Narsis Loe" cibir Fiki.
"Ehh apaan sih Fik, Loe juga kalo naksir Gue bilang jujur napa? Berat amat hidup Loe" nyinyir Dimas.
"Idihh, ogah yee. Gue udah punya boyfriend" ucap Fiki sembari menjulurkan lidah.
"Awas aja someday kalian jadian. Kena tuh omongan sendiri" gelak Rio.
"NGGAK MUNGKINNNNNNNNNNN" jawab Fiki dan Dimas serentak sembari menjitak kepala Rio.
Kami tertawa terpingkal-pingkal melihat kejadian itu,"The next Fay sama Rio nih" ucapku yang masih tertawa.
"Iya ya Yang, gokil parah mereka" sambung Diva yang masih tertawa juga.
"Kok jadi Gue sih??" protes Fay pada kami dan terlihat salah tingkah.
Lalu aku dan Diva semakin terpingkal-pingkal.
__ADS_1
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇