
Ujian Kenaikan Kelas tiba. Rasanya cepat sekali baru kemarin masuk sekolah masih kelas X SMA, sebentar lagi mau naik ke kelas XII SMA
Sekitar hampir 2 minggu dilaksanakan. Dan akhirnya hari ini ujian berakhir.
"Asyik, sebentar lagi libur 3 minggu" ucap Fay girang.
"Wah iya, bener juga Fay" sambung Falen.
"Traveling yuk kemana gitu" usulku.
"Ide bagus Fir" Fiki menyetujui.
"No, no..." ucap Diva tiba-tiba saat menghampiri kami.
"Why???" balasku dengan muka cemberut.
"Kalian enak-enakan traveling. Aku masih jadi aspri Papa nya Fira" cibir Diva pura-pura sedih,"harusnya aku, Dimas sama Rio ikutan juga dong" protes Diva.
Falen, Fay, dan Fiki melirikku."Aspri????" respon semua terkejut.
"Yaaa" jawabku singkat sembari memberikan cengiran kuda kearah mereka.
"Cieeee, Papa mu udah gercep aja jadiin Diva calon mantu" ledek Falen kearahku.
"Calon menantu kesayangan nih" sambung Fiki juga.
"Nggak sabar bentar lagi dapat undangan dari kalian" goda Fay.
"Masih lamaaaa" jawabku dan Diva kompak membuat ketiga temanku tertawa.
"Kompak amat kalian, gemes deh" goda Fay tergelak.
Falen dan Fiki masih menertawaiku,"Ini nih the next pasangan idaman nanti pas malam promenight" ucap Falen.
"Uhhh nggak kebayang mereka jadi pasangan Raja & Ratu di sekolah trus pake mahkota" sambung Fay membayangkan.
Aku dan Diva hanya membalas dengan tersipu malu.
"Hay...hayy...." sapa Dimas menggabung.
"Seru amat, bahas apaan sih?" tanya Rio ikut menggabung.
Tampak Fiki membisikkan sesuatu ke telinga Rio dan Dimas tampak menguping dari sebelahnya,"Tahun depan Fira sama Diva di daftarin sebagai pasangan Raja & Ratu di malam promenight".
"Wahhh, ide bagus tuh" seru Dimas.
"Boleh...boleh..." sambung Rio.
"Apaan tuh" responku dan Diva serentak.
Aku dan Diva saling pandang lalu tersenyum.
"Ehmm, panas nih panas" ucap Rio mengipas-ngipaskan tangannya.
"Apa Loe?" balasku dan Diva bersamaan lagi, lalu kami tertawa.
"So sweet amat sih kalian" ucap Dimas gemas sembari menowel dagu Diva.
Yang lain tampak menertawakan ulah Dimas yang bertingkah genit.
"Weyy, apaan sih? Aku masih normal Dim" dengus Diva menoyor Dimas.
"Ihh Dimas, Diva kan punyaku. Kok kamu colek-colek" aku pura-pura cemberut walau aslinya ikut tertawa juga.
"Noh, pawangnya marah tuh" ucap Rio terpingkal-pingkal.
"Iye, iye. Tadi bercanda doang kok" balas Dimas,"aku juga masih normal" Dimas melanjutkan dengan gaya genitnya ke Rio
Setelah itu berlari.
"Dimaaaaaasssssssss" teriak Rio sembari mengejar Dimas.
Aku, Diva dan ketiga temanku semakin terbahak-bahak melihat tingkah Rio dan Dimas.
"Dimas, Dimas... cocok dia kalo jadi penyanyi di lampu merah" gelak Fiki.
"Bencong maksud Loe" respon Diva ikut tertawa.
"Yoi lah, siapa lagi kalo bukan dia seorang yang bernama Dimas di kelas" ucap Fiki semakin tertawa.
Aku dan Falen ikut tertawa juga. Rio yang lewat depan Fay saat mengejar Dimas tiba-tiba berubah menjadi salah tingkah.
"Sial! Kenapa ganteng gitu sih" ucap Fay tiba-tiba.
"Apa Fay? Nggak denger" aku menggoda Fay,"Ciee Faya kesengsem sama Rio" aku menggodanya lagi.
"Firaaaaaa" teriak Fay salah tingkah.
"Ambil sana, mumpung jomblo juga tuh" ledek Diva juga.
"Sialan...." dengus Fay tapi dengan ekspresi salah tingkah.
Aku dan Diva menertawakan Fay yang terlihat salah tingkah.
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
Baru kali ini aku dan Diva berdebat masalah waktu luang untuk mengisi liburan kenaikan kelas. Aku yang ingin traveling dilarang Diva karena alasan belum tahu tempat travelingnya.
"Kamu belum tahu tempatnya minta travelling segala. Memang mau kemana?" tanya Diva.
"Masih wacana Sayang. Karena Fay sama Falen belum ada izin dari ortunya" jawabku,"sepertinya Rio sama Dimas mau join" aku melanjutkan.
Diva tampak ikut memikirkan tempat yang layak untuk berlibur bersama.
"Yasudah Yang, kalo memang tidak menemukan tempatnya kita liburan bareng temen-temen yang di sekitar sini saja" aku berusaha untuk menenangkan pikiran Diva juga,"maaf ya, aku jadi membebanimu" aku merasa bersalah.
Diva tersenyum kearahku, tangannya mengangkat wajahku"Kamu lihat aku? Memang tampangku kayak lagi marah sama kamu? Nggak kan?" ucap Diva dengan lembut.
__ADS_1
"Iy..a sih..." ucapku terbata-bata,"apa kita diskusikan dulu sama Rio dan Dimas juga sembari menunggu Fay dan Falen dapat izin dari ortunya" usulku.
"Benar juga Yang, nanti malem aku telepon mereka ya" angguk Diva setuju.
Banyak hal yang kami bicarakan, dan seperti biasa di akhiri dengan kejahilan Diva dengan mengacak-acak rambutku dengan gemas.
"Divandraaaaaaa" sebalku mengetahui rambutku berantakan,"udah dandan cantik-cantik buat kamu malah di berantakin gini" aku menerocos panjang lebar.
Diva hanya terpingkal-pingkal melihatku memasang muka bete."Aku suka lihat kamu apa adanya Sayang, kan makin cantik" ucap Diva sembari mengerlingkan matanya kearahku.
"Gombal...." ucapku tersipu sembari menangkup wajah Diva.
"Tapi kamu suka kan?" balas Diva yang masih menggoda lagi.
Aku hanya merespon dengan menjulurkan lidah, Diva membalas dengan mencubit ringan pipiku. Aku memprotes,"Sakit Yangggg"
"Daripada aku cium, pilih mana?" goda Diva lagi.
Aku memelototi Diva, tapi Diva membalas dengan tertawa meledek lalu mengecup keningku,"Pulang yuk, ini kan jadwal aku bantuin Papamu ngoreksi ujian UAS mahasiswanya" ajak Diva dengan senyuman.
Aku langsung salah tingkah mendapatkan perlakuan manis darinya, "Iya Sayang, aku bantuin nanti yaa" balasku sembari menyembunyikan rasa salah tingkahku siang ini.
Diva menggangguk dan tersenyum.
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
Malam harinya, Diva yang sepulang dari rumah Fira mencoba mendiskusikan mengenai liburan bersama. Diva segera menghubungi Dimas dan Rio secara bersamaan.
"Oyy, apaan Div?" sahut Dimas dari dalam telepon genggamnya.
"Ada waktu luang nggak?" balas Diva.
"Ini kebetulan lagi di bengkel sih, biasa lah service motor" respon Dimas,"ada apa nih?" lanjut Dimas.
"Ada yang ingin aku bahas" jawab Diva.
"Tentang apaan Div?" tanya Rio.
"Piknik lah, kapan lagi kita bisa rame-rame pikniknya" ucap Diva.
"Wiiii, seru nih..." balas Rio.
"Kok rame-rame. Siapa aja?" tanya Dimas.
"Kita bertiga sama gank nya Fira" Diva menjelaskan.
"Boleh-boleh. Cusss, agendakan yaa. Mumpung kita libur 3 minggu nih" ucap Rio bersemangat.
Beberapa jam kemudian, mereka bertiga kumpul di kafe dekat rumah Diva. Mereka berdiskusi tempat terdekat untuk piknik minggu depan.
"Ada ide nggak kalian?" tanya Rio to the point.
"Nah itu dia, belum ada gambaran yang pas untuk tempatnya" sambung Dimas.
"Api unggun di villa aja gimana?" usul Diva.
"Bisa sih, kira-kira nyewa villa untuk 7 orang dan sekitar 5 hari disana berapa ya?" Rio sembari mengira-ngira budget harga persewaan villa.
"Iye, iye... bawel" Rio mencebik.
"Heran dah, temenan sama kalian kayak teman sama gank nya Fira" sewot Diva dengan ekspresi geli.
"Sorry, aku cowok tulen" ucap Dimas sembari membesarkan suaranya.
"Bukan itu maksud Diva" balas Rio sembari menoyor kepala Dimas,"maksudnya kita ini cerewet kayak Fira & the gank " Rio menjelaskan maksud Diva dan langsung diberi anggukan pada Diva.
"Yakinlah, aku gabung sama kalian kewarasanku bisa hilang" ungkap Diva sembari tertawa.
"Memang harusnya kamu temenan sama kita Div" balas Rio dengan tertawa juga.
"Jangan mau Div, Rio itu mesum. Rusak kamu nanti. Aku tau kamu cowok baik-baik" ucap Dimas.
"Sialan Lu Dim...." respon Rio sembari melempar tisu kearah Dimas.
"Oh iya, gimana planning liburannya gimana nih? Udah ada ide belum kalian?" tanya Diva lagi.
"Semalem sudah searching tempat yang deket, cuman tempatnya ternyata tidak rekomendasi" respon Dimas.
"Nah itu Dim, aku juga sudah searching tempat lain. Cuman memang di dekat sini tidak ada yg rekomendasi" sambung Rio.
"Apa nanti ku tanya Fira dan teman-teman gank nya deh gimana?" ucap Diva.
"Iya tuh, biasanya kalo cewek-cewek pasti cari tempat yg cozy dan view nya bagus" angguk Rio setuju.
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
"Fir, kakakku punya rekomendasi tempat vila untuk kita liburan nanti" ucap Fiki heboh saat meneleponku.
"Oya, aku harus informasiin ke temen-temen nih" seruku merespon telepon Fiki.
"Untuk transportasi dan sewa vila nya jangan khawatir, kakakku menanggung semua kok" ucap Fiki meyakiniku.
Lalu Fiki menyebutkan tempat vila yang di maksud untuk planning liburan bersama teman-teman.
"Asyik nih, berarti kita tinggal packing aja ya" jawabku bersemangat.
"Iya dong Fir, tinggal ngomong aja ke Falen sama Fay" kata Fiki.
Dan panjang umur sekali mereka, baru saja mau di telepon malah mereka menghubungiku.
"Wahh, kebetulan nih. Ada Fay dan Falen. Kita udah dapet tempat, ini rekomendasinya Fiki lho" aku memberitahu mereka.
"Yeyy, akhirnya jadi piknik berempat juga kita" seru Fay.
"Nggak berempat lagi, tapi bertujuh" Fiki mengoreksi.
"Wihh, seru nih kalo rame-rame" ucap Falen.
__ADS_1
Kami membahas rencana piknik libur sekolah. Seenggaknya sebelum sibuk dengan rutinitas di kelas 12 pada tahun depan yang dibenak hanya ujian Sekolah, ujian praktik dan ujian Nasional.
Hari H keberangkatan kami di villa. Semua berkumpul di rumahku.
"Kalian disana keluarga, jangan sampai terpisah apapun alasannya. Yang cowok-cowok tolong lindungi teman-temannya yang cewek. Dan jangan lupa bawa kesan yang menarik setelah sampai sini lagi" nasihat Papaku panjang.
"Makan yang teratur, jangan lupa minum vitamin, saling berbagi satu sama lain ya kalian. Mama percaya sama kalian bisa jaga diri baik-baik disana" sambung Mamaku.
"Fira janji Ma, akan jaga diri baik-baik selama disana" ucapku sembari menyalami kedua orangtuaku dan memeluknya satu-satu.
Disusul teman-teman yang lain melakukan hal yang sama sepertiku.
"Divandra, titip Fira yaa" pesan Papa pada Diva.
Diva mengangguk dan tersenyum kearah Papa,"Iya Om, Diva janji."
"Kok Om sih, kan Papa" celetuk Dimas iseng.
Yang lain ikut tertawa, termasuk Mama dan Papaku.
"Kabarin Mama dan Papa ya kalo sudah sampe Villa"pesan Mama lagi.
"Siappp bosss....." aku meringis sembari tangan kanan membentuk hormat.
"Hati-hati di jalan dan jangan lupa berdoa" Mama menambahkan lagi.
Sesampai di Villa tempat tinggal kami sementara dalam waktu seminggu. Aku menyukai pemandangan sore hari saat barusaja sampai di Villa tersebut.
"Waaaa, keren banget pemandangan dan tempatnya" seru Fay.
"Benar-benar menyejukkan mata dan pikiran" kagumku.
"Bagus kan tempatnya...." ucap Fiki sembari merangkulku dan Fay.
"Gilaaa sih, tempat kayak gini jangan di anggurin. Nggak sabar untuk acara api unggun dan barbeque an disini" sambung Falen.
Sementara Diva, Dimas dan Rio tampak sedang berfoto-foto. Ekspresi mereka membuatku refleks tertawa, lalu kuhampiri mereka. Sementara Kak Viko hanya tersenyum melihat tingkah konyol kami, mungkin sembari mengenang masa sekolah dan persahabatan dengan teman-temannya dulu.
"Foto-foto mulu nih cowok-cowok, gantian dong yang cewek-cewek juga mau" protesku.
"Siap Tuan Putri, fotografernya sudah siap mengabadikan kamera Tuan Putri dan dayang-dayangnya" ucap Dimas sembari mempersiapkan kamera.
Aku tertawa saat Dimas mengatakan demikian, lalu memanggil ketiga temanku. "Guyss, foto yuk. Mumpung ada fotografer gratis disini" ajakku sambil terkekeh.
Mereka menoleh dan menghampiriku. "Nah gitu dong, dari tadi kek" komen Fay.
"Iya nih, biasanya yang narsis cewek lhoh. Ini malah cowok" ucap Fiki sembari tertawa.
Saat Dimas memulai foto, tiba-tiba Diva menyelonong tepat di depan Dimas.
"Fotoin aku sama Fira dong" ucap Diva dengan ekspresi meringis.
"Resiko ke tempat liburan bareng pasangan" cibir Rio,"sisanya jadi obat nyamuk" Rio melanjutkan.
"Loe aja kali yg jadi obat nyamuk. Gue sih ogah" balas Fay sembari menjulurkan lidah.
Aku dan Diva membalas dengan tertawa.
"Cieee, Fay iri tuh pengen foto sama Rio" sorak Fiki.
"NGGAKKKKKKK!!!!!!!" jawab Fay dan Rio bersamaan.
"So sweet amat kalian. Jawab nggak nya kompakan gitu" respon Falen geli.
Aku, Diva, Falen dan Dimas tertawa terpingkal-pingkal.
Malam harinya, kami bersiap untuk acara barbeque an. Banyak makanan yg kami bawa dari rumah masing-masing. Karena semakin malam semakin dingin, kami tak lupa membuat minuman hangat dan jaket.
"Serunya malam ini, btw agenda besok ngapain?" tanya Falen sembari menyeruput coklat panas.
"Ada outbond di daerah sini sih" ucap Fiki sembari mencari info dari hp nya.
"Cari permainan yang seru dong kalo gitu" sambung Fay sembari makan jagung bakar.
"Banyak nih, di sekitar sini" ucap Fiki.
"Hayy, lagi pada ngapain nih?" Rio ikut menggabung.
"Cari permainan outbond yang seru dong. Kira-kirq ada referensi nggak?" tanya Fay.
"Banyak tau di deket-deket sini. Permainannya juga seru" sambung Dimas.
"Di sekitar sini banyak outbond, tempat wisata yang outdoor juga. Ya aku selama jadi pemandu kalian ingin mengajak refreshing" timpal Kak Viko.
"Mau rafting, atau outbond biasa?" tanya Diva sembari searching lewat google juga.
"Kayaknya seru semua deh" ucapku sembari menyemil snack bawaan dari rumah.
"Setuju Div, seru kedua. Kayaknya semua pada mau tuh" sambung Falen.
"Boleh...bolehh... tapi sehari satu permainan, karena biar seminggu kalian berkesan" sambung Kak Viko juga.
Semua menyetujui ide dari Diva dan Kak Viko.
Agenda malam ini berdiskusi tentang planning kegiatan seminggu ke depan untuk mengisi liburan sekolah.
Hari pertama diisi dengan rafting yang tempatnya dekat dengan lokasi villa.
Hari kedua akan diisi kegiatan camping kecil-kecilan sembari acara api unggun dan pesta kembang api. Untuk tenda tempatnya menyediakan persewaan tenda, kami mengambil sekitar 2 hari menginap disana.
Hari keempat diisi dengan piknik di sekitar villa
Hari kelima atau terakhir diisi dengan outbond dan diakhiri dengan ice breaking dr tim Kak Viko yang menyusul ke lokasi tempat kami menginap.
Hari keenam kami siap kembali ke rumah masing-masing.
Liburan luar biasa yang di suguhkan dengan pemandangan alam selama seminggu ini.
__ADS_1
Minggu kedua dan ketiga kuhabiskan di rumah bersama kedua orangtuaku tercinta. Walau kadang-kadang Diva berkunjung ke rumah .
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇