
Dua tahun berselang, aku sudah menyandang status sebagai mahasiswa semester 4. Oya, akhirnya aku masuk jurusan Ilmu Kesehatan. Sementara Diva, dia masuk jurusan sesuai cita-citanya. Keperawatan. Yup, aku dan Diva satu Fakultas. Bagaimana hubunganku dengan Diva? Hubunganku dengan Diva masih berlanjut, bahkan sepulang kuliah dan kerja sambilan. Dia masih sempat berkunjung kerumahku, sekedar menanyakan kabarku dan kedua orangtuaku.
Untuk kabar teman-temanku. Fay kuliah di luar kota ambil jurusan Psikologi, Fiki juga ambil kuliah luar kota ambil jurusan Kesenian, Falen kuliah masih dalam kota mengambil jurusan Manajemen, Rio satu universitas dengan Fay dengan jurusan Teknik Komputer, dan terakhir Dimas mengambil jurusan Ilmu Komunikasi.
Yap, kami mengambil jurusan kuliah sesuai dengan cita-cita yang kami impikan sejak SMA. Alhamdulillah......
"Firaaaaaa, kangennn deh sama kamu" teriak Fay dari layar videocall.
Kebetulan aku sedang menunggu jadwal selanjutnya, seperti biasa Diva menghampiriku di depan kelas yang kebetulan bersebelahan ruangannya.
"Apaan sih, kamu ganggu waktu berduaku dengan Fira" protes Diva yang mengambil hpku saat Fay mulai videocall.
Aku tertawa saat melihat Diva protes pada Fay
"Rio kemana?" tanya Diva sembari melihat sekeliling Fay.
"Lhah gimana sih, aku kan sama Rio beda Fakultas. Nggak seperti kalian yang satu Fakultas" balas Fay dengan wajah cemberut.
"Ohh iyaa, lupa" ucap Diva sembari menepuk jidatnya,"yaudah gabungin aja" pinta Diva.
"Jam segini masih sibuk praktikum dia, agak sorean mungkin dia free" Fay menjelaskan.
"Yasudah, nanti sore aja. Sekalian gabung sama Falen, Fiki dan Dimas juga" usulku setuju karena sore hari free.
"Yahh, sorean aku ada kelas Yang" ucap Diva padaku,"besok aja gimana? Aku free dari pagi sampe sore" usul Diva sembari nyengir kearah Fay.
Beginilah kegiatan kami setelah menyandang status mahasiswa, untuk komunikasi by video call saja harus ada waktu luang. Tidak seperti waktu SMA yang masih sekelas.
Kemudian aku dan Diva melanjutkan videocall dengan Fay.
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
Pagi ini, aku yang sudah bersiap berangkat kuliah. Rencana akan berangkat sendiri, karena Diva sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya yang akan di kumpulkan nanti siang saat kuliah berlangsung.
"Divandraaa" kejutku yang sudah mendapati kekasihku sudah ada di depan rumah.
"Good Morning My Safira" ucap Diva dengan ekspresi lucu.
Aku tertawa melihat ekspresinya yang lucu pagi ini,"Hy Sayang, kok malah kamu datang kesini? Kan aku bisa berangkat sendiri" ucapku.
"Nggak apa-apa dong, aku sambil nungguin kuliah jam 8 sampai jam 10 nanti" cengir Diva
Kulihat jam masih menunjukkan pukul 06.30,"Ya Allah Yang, masih kepagian kamu nunggu di kampusnya" ucapku sembari menggelengkan kepala.
"Tenang, masih ada perpustakaan atau kantin yang menampungku" ucap Diva sembari nyengir
Aku tersenyum,"Kamu itu ya, bener-bener deh. Yaudah yuk,berangkat. Tasya udah nungguin aku di depan ruangan" ajakku.
"Siapp My Safira. Mari kita berangkat" respon Diva sembari menyalakan motornya.
Aku menbonceng Diva dengan ekspresi tertawa. Bahkan selama di jalan Diva banyak bercerita lucu hingga aku tertawa terpingkal-pingkal.
Sesampainya di kampus, sikon masih sepi. Mungkin karena masih pagi, jadi ada yang masih di rumah atau di kosan juga.
"Sayang, nanti kamu kelar kuliah jam berapa?" tanya Diva saat sesampainya di kampus.
__ADS_1
"Hmm, kalo dosennya masuk mungkin sampai jam setengah 6 sore Yang" jawabku sembari mengingat jadwal kuliah,"tapi nanti aku kabarin ya" aku melanjutkan.
Diva mengangguk dan tersenyum,"Iya Yang, nanti aku jam 5 sore kelar part time nya. Aku nungguin kamu kok tenang saja" janji Diva.
"Tapi hari ini ada kelas kan Yang?" tanyaku memastikan jadwal kuliah Diva,"apa kamu nggak nungguin lama Yang? Aku bisa pulang sendiri kok naik ojol" aku melanjutkan ucapanku.
"Ada Sayangku, kelasku mulai jam 8 pagi sampai jam 10 pagi. Lalu lanjut kerja part time di Distro dari jam 11 siang sampai sore jam 5 sore" Diva menerangkanku,"nggak boleh, Safira dilarang pulang sendiri. Nanti aku jemput kamu. Okeee, dan jangan membantah" pinta Diva dengan kekeuh.
"Okeee siap, calon suami. Aku nunggu sampai kamu datang" anggukku patuh.
Diva mencubit gemas pipiku."Yang ah, pipiku sakit tau dikit-dikit kamu cubit"protesku sembari menggembungkan pipi.
Diva tertawa,"Salah sendiri punya wajah awet muda gini. Babyface pula semenjak kamu pake jilbab. Dan makin cantik" bisik Diva mulai keluar genitnya.
"Masih pagi Yang, jangan mulai" balasku dengan ekspresi salah tingkah.
Tiba-tiba..... "Safiraaaa" panggil Tasya sembari melambaikan tangannya kearahku dari balkon kampus lantai 2.
"Hay Sya, oke habis ini aku nyusul kamu" ucapku dengan sedikit berteriak, karena Tasya menungguku di balkon lantai 2.
"Yaudah Yang, aku udah ditunggu Tasya. Bye My Divandra, ketemu nanti sore yaa" aku berpamitan dengan Diva.
"Iya Sayang, kuliah yang pinter biar nilainya A++++ lagi" doa Diva.
"Haha, aamiin Yang. Kamu juga ya" balasku lalu berlari kearah lantai 2.
"Jangan lari Yangggggg....." teriak Diva menegurku.
Aku menghentikan langkah dan menoleh kearahnya sembari memberi cengiran, kini aku berjalan santai menuju balkon lantai 2 untuk mengampiri Tasya.
"Hay Sya..." balasku dengan tersenyum juga.
"Siapa tuh tadi? Cowokmu ya?" selidik Tasya.
Aku mengangguk malu-malu,"Iya, kami satu fakultas kok" jawabku.
"Sweet amat kalian tuh. Sampe kuliah pun nggak mau pisah fakultas" komentar Tasya dengan ekspresi geli.
Aku tersenyum,"Aku sendiri juga nggak nyangka, kami akan satu fakultas" jawabku.
"Semoga hubungan kalian langgeng ya" doa Tasya dengan nada tulus.
"Aamiin" jawabku mengamini doa Tasya.
"Eh, hubungan siapa emang? Kok ada kata-kata langgengnya??" ucap Julian saat menggabung kami.
"Itu, Safira sama cowoknya" ucap Tasya sembari melirikku.
Aku mengangguk malu-malu,"Iya, kami satu fakultas" ceritaku pada Julian juga.
"Ohhh" jawab Julian singkat dengan ekspresi datar dan tidak suka.
Aku tersenyum kecut saat melihat ekspresi wajah Julian berubah tidak suka. Bahkan aku sangat risih saat Julian menatapku.
"Oya Sya, materi Pak Leo yang kamu tanyakan aku tadi malam sama aku apa?" tanyaku sembari mengalihkan pandangan ke arah Tasya dan menjauhi Julian.
__ADS_1
"Ini lho Fir, tentang materi yang kemarin sore itu" ucap Tasya sembari memperlihatkan. catatannya kearahku. Aku fokus ke materi yang ditunjukkan pada Tasya.
"Oh gini lho Sya, maksudnya" balasku sembari menerangkan secara detail pada Tasya.
Tiba-tiba Julian menambahkan sembari mengerlingkan mata genit kearahku, langsung aku bergidik ngeri dan menjaga jarak ke Julian."Inget Divandra Fir! Astagfirullah" batinku sembari fokus mendengarkan Tasya berpendapat.
Sementara di perpustakaan, Diva sedang memilah-memilah buku yang akan yang dipinjam untuk mengerjakan tugas.
"Hay Diva" sapa Nadin teman sekelas Diva.
"Hay..." balas Diva singkat dengan tersenyum.
"Cari buku apa?" tanya Nadin sembari menghampiri Diva, jaraknya sangat dekat.
Diva langsung menjaga jarak pada Nadin," Buku ini" ucap Diva sembari menujukkan buku kearah Nadin.
Nadin tampaknya merasa Diva sedang jaga jarak dengannya, lalu Nadin mendekat kearah Diva lagi. Sadar bahwa Nadin hanya ingin modusin dirinya, Diva langsung berjalan menuju tempat peminjaman buku dan berkemas untuk meninggalkan perpustakaan.
"Lhoh Div, mau kemana?" tanya Nadin terkejut melihat Diva langsung meninggalkan perpustakaan.
"Mau ke Distro sebentar" ucap Diva berbohong karena sebenarnya Diva menghindari Nadin yang terus-terusan mendekatinya,"Inget!! Ada hati yang Loe jaga Div" ucap Diva pada dirinya sendiri
Lalu Diva meninggalkan perpustakaan dan menuju balkon dekat dengan ruangan kuliahnya.
"Hay Broo" sapa Candra teman akrab Diva di kampus.
"Hay Cand..." balas Diva dengan senyuman.
"Jangan rajin-rajin amat lah" ucap Candra sembari melihat Diva sedang membaca buku yang tadi ia pinjem di perpustakaan.
Sadar bahwa Diva dari tadi membaca buku yang ia pinjam di perpustakaan Fakultas nya, lalu tertawa" Hahaa, itung-itung ilmu sebelum kita menjalankan praktik" ucap Diva sembari menutup bukunya.
"Ngantin yuk, Gue laper. Gue traktir Lu deh" ajak Candra sembari menarik tangan Diva.
"Yuk lah, Gue juga laper" angguk Diva.
Sesampainya di kantin, Candra mengenalkan 2 temannya Aryo dan Bagas. Mereka bertiga teman semasa putih biru sampe kuliah ini.
"Gilak Div, Gue udah eneg ketemu Candra sama Bagas mulu di tempat yang sama" kelakar Aryo yang mendapatkan lirikan tajam dari Bagas.
"Loe kira Gue seneng ketemu kalian-kalian lagi dari jaman ingusan sampe kuliah ini" Bagas mendengus sebal.
Candra dan Diva tertawa.
"Udahlah, kalian ini emang ditakdirkan berteman dengan Gue" ucap Candra dengan ekspresi tertawa.
"Awet ya persahabatan kalian" respon Diva yang mulai cocok berteman dengan Aryo dan Bagas.
"Gimana ya Div, habis nggak ada temen lagi selain mereka" ucap Candra yang diakhiri dengan jitakan gratis dari Aryo dan Bagas.
Diva semakin terpingkal-pingkal melihat mereka yang langsung akrab dengannya.
"Bentar lagi masuk, ayo masuk kelas" ajak Candra pada Diva.
Diva mengangguk dan berpamitan dengan Aryo dan Bagas. Mereka berdua dari jurusan Farmasi.
__ADS_1
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇