Cinta Sempurna

Cinta Sempurna
Bab 6


__ADS_3

Sebulan sudah aku dan Diva berpacaran. Ada satu hal yang baru aku ketahui. Ternyata Diva anak mami.


       Seperti minggu pagi ini. Dia berjanji ingin mengajakku jalan tapi pesanku belum sama sekali di balas. Di telepon pun tidak diangkat. Kuputuskan untuk menghubungi Ibu Diva, beliau mengatakan bahwa Divandra Ilyas masih tidur pulas.


     "Sayangggggg, ini jam berapaaaa?" aku teriak di hape Ibunya.


Terdengar dia sedang merengek ke Ibunya karena masih merasa ngantuk. "Hallo cantik, kamu sudah siap?" respon Diva terdengar seperti habis bangun tidur.


         "Aku udah sampe Mall" dengusku pura-pura kesal.


         "Whatttt???? Naik apa??" kaget Diva langsung terperanjat dari kasur.


         "Naik karpet terbang!!!!!" balasku sekenanya


Terdengar Diva tertawa terpingkal-pingkal saat aku menjawab ngasal. Sementara aku mendengus sebal.


           "Okeee, tunggu aku datang ya Sayang. Jangan kemana-mana" perintah Diva.


             "Pulang aja deh, kamu lama" aku menjawab lagi.


Terdengar suara Ibu Diva yang memarahi anak bungsunya dan menyuruhnya mandi. Kini gantian aku yang tertawa terpingkal-pingkal dari dalam telepon.


            "Tunggu Diva ya Fira, memang begitu anaknya. Sudah Tante bangunkan dari tadi tapi tidak bangun-bangun" ucap Ibu Diva meminta maaf.


            "Tidak apa-apa Tante, ini Fira tunggu di toko buku saja" pesanku, "terima kasih Tante, Assalamuaikum" aku mengakhiri percakapan dengan Ibu Divandra.


            "Iya Nak, nanti Tante sampaikan. Walaikumsalam" balas Ibu Diva sembari mematikan teleponnya.


"Untung aku sayang sama dia" ucapku mencoba untuk bersabar dan berjalan menuju toko buku.


30 menit kemudian Diva menghampiriku di toko buku sembari meminta maaf padaku. "Sorry....sorry... aku masih mengantuk, semalam nonton film di laptop sampe tengah malam" ucap Diva memberi penjelasan dengan ekspresi merasa bersalah.


Aku yang sedang membaca buku yang tidak ber plastik segera menoleh dan melirik Diva. " Janjinya kemarin siang di kelas gimana?" tanyaku dengan memasang ekspresi cemberut.


       "Iya Sayang, aku minta maaf ya" ucap Diva memohon,"jangan ngambek lagi. Aku sudah datang. Sekarang minta kemana aku turutin" Diva mencoba untuk merayu.


Sebenarnya aku menahan senyum saat Diva meminta maaf dengan ekspresi wajah yang lucu.


      "Gimana kalo kita karaoke aja" usulku dengan ekspresi senang.


       "Okee, let's gooo" angguk Diva sambil tersenyum.


Kami keluar dari toko buku dan berjalan menuju tempat karaoke. Playlist favorit kami berdua tentunya. ADA Band.


   Diva memilih lagu Hitam Putih pada album Heaven of Love, aku menyetujuinya. Lalu kami bernyanyi bersama. Sampai di bagian reff aku melanjutkan liriknya" Ku terlahir untukmu, mengukir indah dunia...."


Disambung Diva untuk melanjutkan"Kau mataku, penuntun jalanku... terangi malam tak lagi terang. Berhiaskan kasih nan suci."

__ADS_1


Hampir 10 lagu kami nyanyikan. Tapi tenggorokan yang kering memberikan kode untuk kami segera membeli minuman. Akhirnya kami menyudahi perKARAOKEan siang ini. Setelah itu membeli minuman dan makanan.


                   ◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇


Pagi harinya saat aku dan Diva masuk kelas, satu kelas langsung heboh dan menyoraki kami.


          "Ciee pasangan baru, vibes nya udah kayak pengantin baru aja."


          "Pasangan gemes deh kalian ini."


          "Bikin iri aja sih sama pasangan satu ini."


Ya begitulah tanggapan dari nitizen kelas kami. Ada saja komentar yang lucu.


         "Gilak ya, baru sebulan pacaran aja seakan semesta mendukung hubungan kalian" ucap Falen dengan ekspresi geli.


         "Iya, padahal aku liat pasangan-pasangan cinlok dari SMA kita nggak se heboh liat Fira sama Diva pacaran" sambung Fay dengan tertawa.


         "Kalian berlebihan deh. Kami biasa aja kok. Ya jalan, nonton, karaokean, ngobrol apa aja. Ya normal dong" balasku merendah.


          "Jodoh nggak ada tau Yang, siapa tau kita nanti berhasil sampai pelaminan" doa Diva penuh optimis.


         "Cieeee, Diva optimis sekali" ledek Fiki.


          "Di amin in dong" balas Fay sembari mencolekku.


           "Pasti, aku mendukung hubungan kalian terdepan" support Falen yang diberi anggukan setuju juga oleh Fiki dan Fay.


  Dari bangku belakang tampak ada yang tidak setuju hubunganku dengan Diva. Yup, Rangga sepertinya tidak setuju dengan hubungan kami.


Aku merasa jauh lebih bahagia setelah berpacaran dengan Divandra Ilyas.


Selama sebulan yang hampir menginjak dua bulan ini aku tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar darinya. Pasti ada saja yang membuatku selalu tersenyum bahkan sampai tertawa. Aku nyaman dengan hubungan ini.


    "Sayang, nanti pulang sekolah mampir ke rumahmu ya" ucap Diva sambil berbisik sembari menyalin catatan materi di papan tulis.


Aku mengangguk setuju karena sedang fokus mencatat materi.


     "Ihh Safiraaa, kamu dengerin aku nggak sih" balas Diva dengan ekspresi cemberut.


Aku menghentikan kegitan menulisku lalu menoleh kearah Diva dan menjawab," Iya Divandraa Sayangg, aku denger kok. Kan tadi aku udah merespon dengan mengangguk."


Diva membalas dengan cengiran khasnya yang pasti selalu membuatku jatuh hati.


      "Jangan gitu ekspresimu, aku makin salting" ucapku jujur.


Mendengar itu, Diva hanya tersenyum gemas kearahku.

__ADS_1


Tapi saat pulang sekolah, aku yang akan berjalan menuju parkir motor tiba-tiba di cegah Rangga.


     "Puas ya kamu manas-manasin aku" sindir Rangga.


    "Maksudmu apa? Aku nggak paham" ucapku jujur,"lagipula kisah kita sudah lama selesai" sambungku.


    "Selamat kalian karena sudah menjadi pasangan kekasih" ucap Rangga dengan ekspresi meledek.


    "Bukan urusanmu kan kalo aku dan Diva pacaran" jawabku ketus.


    "Tapi masalah baru buat aku" balas Rangga.


    "Kenapa?? Kamu cemburu??" cibirku,"semua orang berhak bahagia. Termasuk aku dan Diva. Mohon jangan ganggu hubungan kami" pintaku.


     "Aku menyesal Fir..." ucap Rangga dengan ekspresi sedih.


Aku malas menanggapi ucapan Rangga yang hanya kuanggap angin lalu.


Diva datang lalu menghampiriku dan Rangga,"Basi!!! Nyesel baru sekarang. Kemana saja kamu selama jadi pacar Fira" Diva langsung melabrak Rangga.


     "Aku khilaf Fir, maafkan aku" ucap Rangga lagi dan tangannya memegang tanganku.


Aku menarik tanganku dengan kasar,"Aku sudah memaafkanmu jauh-jauh hari setelah ketahuan selingkuh. Tapi aku tidak bisa kembali bersamamu. Ada hati yang kujaga, jadi jangan mengganggu hubungan kami!!!" ucapku tegas.


Diva langsung merangkulku dan kami meninggalkan Rangga yang masih terdiam di depan kelas.


                         ◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇


       "Yang..." panggil Diva saat kami sedang menunggu pesanan makan dan minuman di kedai bakmie ayam dekat dengan sekolah.


Aku menoleh kearah Diva,"Iya Sayang, ada apa?"


        "Terima kasih ya" ucap Diva tiba-tiba.


        "Terima kasih untuk apa?" tanyaku.


        "Untuk kepercayaanmu selama ini. Kepercayaan dalam hubungan kita" jawab Diva dengan tersenyum.


         "Sama-sama Sayang, bukannya dalam hubungan seperti itu. Membangun kepercayaan satu sama lain. Aku eh kita sedang dalam proses membangun, temani aku ya Sayang untuk ke proses-proses selanjutnya" pintaku.


         "Aku akan nemenin kamu menuju proses-proses itu Sayang, aku akan menyembuhkan semua lukamu dari masa lalumu" angguk Diva.


            "Janji yaa" aku mengacungkan kelingking ke arah Diva dan Diva membalasnya dengan menautkan kelingkingku.


            "Pasti, aku kan menepati janji" angguk Diva mantab. 


Beberapa menit kemudian, pesanan makanan dan minuman kami datang. Setelah makan siang kami pulang. Diva mampir sebentar ke rumahku, ngobrol apa saja dengan Mamaku.

__ADS_1


                            ◇◇◇◇◇◇◇◇◇


__ADS_2