Cinta Sempurna

Cinta Sempurna
Bab 20


__ADS_3

"Bang, kenapa sih susah ngeluluhin hati Divandra?" tanya Nadin pada Julian yang sibuk dengan tugas kuliahnya.


"Berisik ah, Gue mau ngelarin tugas. Dateline nih besok" tolak Julian masih tetap fokus dengan layar laptopnya.


"Loe nggak ada niatan gitu buat ngrebut Safira dari Divandra?" bisik Nadin.


Julian langsung menghentikan kegiatan mengetiknya, lalu mulai tertarik dengan bisikan Nadin.


"Apa rencana Loe?" tanya Julian mulai tertarik dengan bahasan tersebut.


"Hmmm...." ucap Nadin sembari berpikir,"Gue akan ngrencanain sesuatu hal. Pertama, Loe spam ke nomer Divandra dengan pura-pura jadi Safira. Ngajakin ribut lah atau minta putus. Atau yang kedua, kirim foto berdua gitu sama Safira" saran Nadin sembari tersenyum licik.


"Gue nggak punya foto berdua sama dia" sewot Julian.


"Di edit lah...." ucap Nadin lagi.


"Oh iya juga ya, kadang adek Gue pinter juga" balas Julian ikut tersenyum licik.


◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇


Pagi ini sangat special, karena ini pertama kalinya Divandra minta request dibuatkan spageti ayam. Dengan senang hati aku membuatkannya dengan penuh cinta.


"Fyuhh, sudah beres juga akhirnya" ucapku penuh senyum saat spageti ayam buatanku sudah jadi.


Sengaja aku membuat lebih, karena aku membuatkan untuk teman-teman terdekat, kedua orangtuaku, dan pastinya orang terspecialku. Divandra.


Setelah semua bersih, aku langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Karena hari ini aku berangkat sendiri. Sementara Diva sedang sibuk dengan tugas-tugasnya yang bejibun, dia lebih suka mengerjakan di perpustakaan fakultas. Karena membuatnya lebih fokus.


'Sayang, kamu masih di perpus?'tanyaku via WA saat sampai di kampus.


Biasanya dia fast respon, tapi ini belum di balas. "Kutunggu saja deh" ucapku sembari menunggu di depan perpustakaan fakultas.


Hampir 30 menit kemudian, aku melihat ada seseorang yang keluar dari perpustakaan.


"Sayangg....." kejut Diva saat aku yang dari tadi menunggu di depan perpustakaan.


"Aku chat kamu lho dari tadi" ucapku sembari pura-pura cemberut.


Diva langsung mengecek hp nya,"Oh iya. Kamu kirim ke aku pesan ya" ucap Diva ,"maaf Sayang, aku terlalu fokus dengan tugas" ucap Diva merasa bersalah.

__ADS_1


Aku tersenyum mengerti,"Iya Sayangku, aku ngerti kamu lagi sibuk nugas" responku,"oya, aku udah bawain request an mu Yang" aku membuka tas dan mengeluarkan kotak bekal yang berisi spageti ayam.


"Wahh, special from My Safira. Terima kasih Sayang" balas Diva penuh senyum.


Aku tersenyum saat Diva berkata demikian,"Special dong. Ini aku masakin pagi-pagi. Aku tahu kamu belum sarapan kan?" tebakku.


"Memang sengaja nggak sarapan, Ibu tadi belum masak juga" cerita Diva sembari nyengir,"besok minggu main ke rumah ya. Ibu mau ketemu kamu Yang" ucap Diva.


Aku mengangguk dan tersenyum,"Iya Sayang, aku mau ketemu Ibu dan kedua kakakmu. Pasti seru" ucapku.


"Terima kasih Sayang" balas Diva sembari membelai lembut jilbabku.


Kemudian kami berpindah tempat duduk di gazebo dekat taman kampus. Aku melihat Diva sangat lahap memakan spageti ayamnya, ekspresiku berubah menjadi tersenyum geli melihat kekasihku.


"Sepertinya lapar sekali ya kamu Yang" ucapku yang masih merasa geli melihat Diva kelaparan


Diva menghentikan kegiatan menyendok spageti nya,"Iya Yang, maaf ya aku kalo kelaparan suka lupa sekitar" balas Diva.


Aku hanya tersenyum geli sembari geleng-geleng kepala,"Tenang Yang, nanti setelah kita menikah aku nggak akan membuatmu kelaparan" janjiku.


"Pastinya dong, yang ada tambah buncit perutku" balas Diva sembari tertawa.


Aku ikut menertawakan Diva. Inilah alasannya aku selalu jatuh cinta berkali-kali padanya dan takut kehilangan dirinya. Orang yang sederhana dengan membawa sejuta cinta dan kasih sayang.


"Sama, aku juga Sayang" balas Diva sembari tersenyum manis padaku.


◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇


Minggu ini, aku sudah rapi. Memenuhi panggilan Ibu dan kedua Kakaknya Diva untuk berkunjung ke rumahnya.


"Sebenarnya, kami mau ikutan. Hanya saja, Mama sama Papa sudah ada acara pagi ini. Salamkan saja buat keluarga Diva ya Sayang" ucap Mama padaku.


"Ah, iya Ma. Nanti Fira salamkan pada Ibu dan kedua kakaknya" anggukku yang memang memaklumi kegiatan Mama dan Papa sangat super sibuk.


Yup, Mama aktif di acara Darma Wanita di sekolah tempat Mama mengajar dan aktif juga di Darma Wanita tempat Papa mengajar di kampus. Sementara saat ini Papa sibuk menjadi pendamping pemberangkatan mahasiswa KKN.


"Safiraa" panggil Papa setelah keluar dari kamar.


"Iya Pa, ada apa?" aku menghampiri beliau saat duduk di ruangtamu.

__ADS_1


"Nanti kalo kami sudah tidak sibuk, Insya Allah kami bergantian berkunjung kesana. Inget ya, pacaran kalian sudah lama Sayang. Harus ada obrolan serius untuk hubungan kalian" ucap Papa tak main-main.


Aku merasa wajahku memerah, karena tidak terasa hubunganku dan Diva sudah sejauh ini,"Iya Pa" anggukku dengan senyuman.


Tepat saat Diva sampai ke rumah, saat itu juga aku berpamitan dengan kedua orangtuaku dan mereka juga akan segera berangkat juga.


Diva menyalami Mama dan Papa dengan hormat, mereka menyambut dengan hangat dan Papa tak lupa memberikan pelukkan untuk Diva.


"Sehat Om..Tante...?" tanya Diva dengan sopan.


"Alhamdulillah, kami sehat Nak. Keluarga sehat kan?" tanya Papa pada Diva.


"Alhamdulillah sehat juga Om" ucap Diva dengan anggukan dan senyuman.


"Oya Diva, maaf sekali ya kalo Tante sama Om belum bisa ikut ke rumah kamu. Kebetulan kami minggu ini juga ada acara, padahal ingin sekali kenal dengan Ibu dan kedua kakakmu" ucap Mama dengan permintaan maafnya pada Diva.


"Tidak apa-apa Tante, Om. Nanti Diva sampaikan pada mereka di rumah" balas Diva dengan senyuman.


"Salam ya Nak untuk mereka di rumah. Insya Allah pasti kami akan bergantian berkunjung kesana" kata Papa.


"Iya Om, nanti Diva sampaikan pada mereka" angguk Diva dengan tersenyum.


"Yasudah, berhubung ini sudah siang Mama dan Papa berangkat dulu ya" pamit Mama padaku dan Diva.


Kemudian aku dan Diva menyalami mereka dengan hormat.


"Diva, Om sama Tante titip Safira ya" pesan Papa pada Diva.


Diva menggangguk, "Pasti Om. Safira saya jaga baik-baik" ucap Diva.


Segera aku dan Diva berlalu, sementara jalan kearah lain. Sepasang suami istri yang selalu tampak mesra, kemana-mana selalu berangkat bersama. Sang suami terkejut tiba-tiba melihat istrinya menangis.


"Kenapa Sayang?" tanya sang suami.


"Anak gadis kita sebentar lagi akan punya oranglain yang sayang sama dia" jawab istrinya sembari menyeka airmata terharu.


Si suami mengangguk dan tersenyum,"Iya Sayang, Safira sudah beranjak dewasa. Sebentar lagi dia lulus kuliah, bekerja dan menikah dengan orang tersayangnya" ucap sang suami.


"Aku akan merindukan Safira kecil yang lucu dan menggemaskan" kata istrinya.

__ADS_1


"Nanti kita akan menggendong Safira versi kecilnya, alias cucu kita Sayang" senyum sang suami.


◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇


__ADS_2