
Di dalam mobil Renjun menunjukkan handphonenya pada Serin.
"Serin lihat ini" ujar Renjun.
"Aku tidak menyangka berita kita akan trending satu" kagum Serin saat melihat berita tentang kedekatannya dengan Renjun saat di bandara.
"Pasti si bajingan itu langsung ketar ketir melihat berita itu" ujar Renjun menyeringai puas.
"Iya. Aku senang bisa membalas mereka! Lagian dia juga berani mengumbar kemesraannya dengan adikku sementara dia menolak mengakhiri hubungannya denganku. Dasar pria jahanam" umpat Serin dengan marah.
"Aku sangat senang bisa membantumu Serin" Renjun tersenyum mengusap lembut rambut Serin.
Serin membalas senyuman itu." Terimakasih Renjun. Aku akan buktikan pada media bukan Choi Serin yang di campakkan oleh Lucas tapi Choi Serin lah yang mencampakkan Lucas." Seru Serin bersemangat.
"Hwaiting, semangat" ujar Renjun.
Sementara Jeha hanya diam duduk di kursi depan bersama dengan pak sopir.
Akhirnya mereka sampai di kawasan apartemen mewah milik Serin. Ia pun turun dari mobilnya Renjun.
"Renjun terima kasih kau sudah mengantarkanku pulang" ujar Serin menunduk menatap ke arah Renjun yang berada di dalam mobilnya.
"Aku akan mengantarmu sampai kedalam apartemen" Renjun hendak keluar dari mobilnya.
"Tidak usah. Bukankah kau harus segera sampai ke lokasi shooting"
"Nggak apa apa kok. Aku ingin mengantarmu sampai kedalam" kekeh Renjun.
"Jangan buang buang waktumu! Cepat sana pergi, pasti kamu sudah di tunggu" pinta Serin.
"Bagiku tidak ada waktu yang ke buang jika bersama denganmu"
"Kalau bye bye" Serin melambaikan tangannya buru buru ia masuk kedalam lobby apartemennya.
Sesampainya di lobby Serin langsung naik ke lift menuju lantai 45 tempat ia tinggal.
__ADS_1
"Hoh.. tumben sekali hari Jeha sangat kalem biasanya ngoceh terus" Serin menggodanya.
"Saya tidak ingin menganggu kamu saat bersama dengan Renjun" Jawab Jeha.
"Jangan seperti itu. Aku tidak pernah merasa terganggu dengan kehadiran dirimu. Kita kan teman" Ujar Serin tersenyum.
"Tapi saya merasa minder jika di sandingkan dengan Renjun. Dia tampan dan juga sangat hebat, saya benar benar iri dengannya." Lirihnya.
"Bagiku Jeha juga sangat tampan, pintar ngedance, suaranya juga sangat merdu. Kau sangat hebat Jeha, semua orang pasti punya kelebihan masing-masing" Ujar Serin. Seketika wajah Jeha langsung berubah terlihat sangat senang.
Ting!
Suara lift terbuka, Serin langsung menuju pintu apartemennya dan membukanya.
"Selamat datang Jeha di apartemenku yang sangat sederhana ini" ucap Serin menyambut Jeha.
"Ini bukan sederhana tapi sangat mewah" kagum dengan perabotan yang ada di dalam apartemen.
"Hehehehe... Oh iya Jeha di pintu itu adalah kamarku jika kau lelah beristirahat lah di sana" Serin menunjuk sebuah pintu.
"Serin aneh aneh aja mana ada hantu yang lelah"
"Kamu sangat beruntung Serin. Hidup di kelilingi oleh orang orang yang sangat mencintai kamu" ucap Jeha yang menerawang ada Renjun, Xiaojun, member QueenGirls dan keluarganya Serin yang selalu berada di samping Serin.
Serin langsung menoleh." Dan ketemu kamu adalah sebuah kebahagiaan yang menyempurnakan hidupku" timpal Serin.
"Dan sekarang kamu sudah membuat jantung saya berdebar debar tidak karuan." Kata Jeha.
Keduanya tertawa lirih sambil saling pandang. Seri selalu merasa lemah jika berhadapan dengan Jeha, keegoisan dirinya selalu menghantui pikirannya ia selalu ingin Jeha bersamanya. Begitu pun dengan Jeha yang setiap kata katanya terucap adalah sebuah obat penyembuh luka bagi Serin.
"Serin aku ingin melihat kamar kamu ya" pinta Jeha bersemangat.
"Jangan terkejut ya melihat kemewahan kamarnya Choi Serin hahaha.."
Kamar Serin sangat luas dan bersih banyak album yang tersusun rapi di rak. Jeha duduk memandangi seisi kamar lalu ia melihat beberapa bingkai foto Serin bersama dengan Lucas terlihat sangat romantis sekali. Di foto itu terlihat Lucas mencium pipi Serin dan Serin terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
"Andai saya tidak berbeda dimensi dengannya pasti saya akan membuat dia lebih bahagia" kata Jeha menatap foto itu lesu.
Tiba tiba Serin masuk ke kamarnya betapa terkejutnya dia saat melihat fotonya bersama dengan Lucas masih terpajang rapi menghiasi seluruh kamar tidurnya.
"Astaga aku lupa membuang foto foto ini" Serin mengambil foto foto itu langsung memasukkannya ke dalam kardus.
"Seharusnya memang di buang saja foto foto itu" ujar Jeha memandang sinis foto tersebut.
"Harusnya aku buang ini secepatnya!"
Serin melempar tubuhnya di atas ranjang tidurnya."aku lelah sekali"
"Kalau gitu beristirahatlah"
"Maafkan aku ya. Kamu harus melihat diriku yang begitu bodoh mencintai pria seperti dia" ujar Serin. Yang sangat malu dengan fotonya saat di cium oleh Lucas.
"Tidak apa-apa. Justru saya merasa iri dengan Lucas bisa di cintai oleh Serin, tapi dia malah menyia yiakan cinta itu. Jika saya jadi dia, saya pasti akan membahagiakan Serin."
Deg.
Blush.
"Hahaha... Lucas memang bodoh!"
"Saya akan menyanyikan lagu pengantar tidur untuk Serin" tawar Jeha.
"Aku sudah besar. Nggak perlu" kekeh Serin.
"Yaudah, beristirahatlah! Saya keluar sebentar ya?" Izin Jeha. Mendengar itu Serin langsung beranjak bangun dari tidurnya.
"Mau kemana emang?"
"Rahasia. Tidak akan lama kok" jawabnya.
"Iya sana pergi, awas kesasar lagi bingung nanti carinya kalau hilang. Mau lapor polisi juga nggak bisa" ucap Serin tidak ikhlas.
__ADS_1
"Jangan murung gitu, saya cuma sebentar kok. Saya juga tidak akan kesasar karena dulu saya tinggal di Seoul juga. Jangan rindu ya" ujar Jeha tersenyum sebelum pergi menghilang dari pandangan Serin.
"Ngapain segala rindu, cuma sebentar perginya juga" gerutu Serin.