
Suho memakai jaket dan maskernya cepat, Kai yang melihat gelagat aneh Suho siang ini mendekat ke arahnya.
"Udah rapih begini mau kemana emang?" Tanya Kai dengan ke kepoannya.
"Aku akan pergi ke apartemennya Serin untuk menghiburnya" Jawab Suho.
"Ouh pasti tentang berita menggemparkan semalam ya? Lucas yang menyatakan memiliki hubungan dengan kakak beradik itu" ujar Kai.
"Iya, pasti Serin merasa sangat sedih sekali. Di situlah kesempatan aku untuk PDKT dengannya" Jawab Suho tersenyum.
"Dasar mencari kesempatan dalam kesempitan" celetuk Kai.
"Aku pergi dulu ya"
"Aku ikut! Ku harap bisa bertemu dengan Jennie di sana!" Ujar Kai santai.
"Jennie?" Tanya Suho sedikit bingung.
"Ah tidak! Maksudku aku ingin melihat Serin juga" bantah Kai memerah malu. Sebenarnya Kai adalah Fanboy berat Jennie.
"Ayo kita pergi"
"TUNGGU!! Aku dan Jeno mau ikut juga. Kami sangat khawatir pada Serin juga" ujar Jaemin yang tiba tiba sudah rapi sambil mengandeng tangan Jeno.
"Lah kok jadi rombongan begini" ujar Suho tak senang.
"Iya anjir udah kayak mau kondangan aja kita" Jawab Kai.
Akhirnya mereka sudah memutuskan untuk berangkat berempat yang tadi Suho sendiri akhirnya dia terpaksa harus mengajak para member lain.
Ah sialan gagal! Aku ingin berduaan dengan s iaerin--- batin Suho menunjukkan ekspresi kesal.
"Woy sialan kalian semua! Mau ninggalin aku sendirian di dorm ini" Teriak Mark sambil berlari menyusul para member lain yang sudah sampai di garasi mobil.
Suara teriakan itu membuat para member Dream menoleh ke belakang.
"Anjing loh semua!" Ujar Mark dengan nafas terengah-engah.
"Yaudah sih tinggal ikut kita aja" Jawab Jeno si paling muda.
"Ehh izin dulu sana sama Suho, lihat kayaknya dia udah badmood banget tuh kita ikut dia ke apartemennya Serin" ujar Kai yang sadar kalau Suho kesal mereka pada ikut.
"Ayolah Hyung boleh ya..." Ucap Mark berkaca kaca pada Suho.
Suho menghela nafas pelan, ia tidak bisa menolak keinginan teman temannya apalagi dia adalah member tertua di grupnya.
"Baiklah mari kita sama sama pergi ke rumah Serin" ucap Suho berakhir pasrah.
__ADS_1
Mark bersorak senang dan memeluk manja Suho."Terimakasih Hyung, kau memang leader terbaik dari yang terbaik sepanjang masa!"
"Hei lepaskan! Kita sudah seperti pasangan gay kau tau jika orang lain melihat ini" ucap Suho merasa risih dengan pelukan erat dari Mark.
Mark malah semakin memeluk Suho manja , merasa terhibur menjahili leader groupnya yang sepertinya sudah sangat risih karena ulahnya.
"Hahahaha... Kau tenang saja aku masih normal kok, aku masih ingin berkencan dengan Serin .. bukan dengan pisang jumbo seperti dirimu! Ckckck!" Ucap Mark tertawa terbahak bahak.
"Wih kayak nih bakalan ada saingan baru gusy" sindir Kai menatap Suho dan Mark.
"Tenang tenang kalau aku hanya menganggap Serin sebagai kakakku saja" ujar Jaemin merasa aman.
Suho menggeleng frustrasi di pelukan erat Mark, bagaimana pun sekarang saingannya bertambah satu untuk dapat menaklukkan hatinya Serin. Pantang Menyerah Suho kamu pasti bisa!
Mereka pun akhirnya berangkat menuju apartemennya Serin. Sesampainya di sana mereka terpelongo kaget melihat banyak media yang sudah menunggu disana. Tiba tiba mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan awak media turunlah dari mobil itu seorang pria menggunakan Hoodie hitam.
"Woy woy itu kan Renjun" heboh Kai.
"Iya anjir Renjun si aktor yang terkenal itu. Mau ngapain dia kesini?" Tanya Mark pada dirinya sendiri.
"Dia itu sahabat kecil Serin tau" ujar Jaemin yang tau.
"Kok kamu tau sih?" Tanya Suho.
"Iya aku kan Serin chatan sama Serin" Jawab Jaemin pamer.
"Itu kan Xiaojun CEO dari agensi naungan Serin. Kalian tau nggak dia itu kaya banget loh, kalian tau Burj Khalifa? Itu punya dia terus di depan rumahnya di bangun replika menara Eiffel loh! Gila kaya banget ga tuh orang" kagum Jaemin.
"Ngapain sih mereka kesini" dengus kesal Suho.
"Wajar mereka kesini pasti Khawatir dengan Serin" jawab Jaemin.
"Eh Jaemin kamu udah kaya cenayang aja sebar tau" ujar Mark.
"Jaemin gitu loh"
"Yaudah yok kita ikutan turun juga biar liput sama media" ajak Kai.
"Norak banget dah kaya gak pernah diliput aja loh Kai" ketus Mark.
"Ayo kita jangan mau kalah keren dari mereka" ujar Jeno semangat.
Mereka semua pun turun dari mobil mereka. Awak media sangat terkejut melihat kedatangan para member Dreams secara dadakan. Mereka langsung di kerumunin oleh para awak media dan memotret mereka semua.
"Hai semua" Kai yang baru saja turun langsung melambaikan tangannya kepada awak media.
"Ihh norak banget sumpah! Hyung" bentak Mark.
__ADS_1
"Kita tuh harus terlihat ramah" Jawab Kai yang tetap tersenyum melambaikan tangannya.
Sementara Xiaojun dan Renjun yang merasa ada yang aneh langsung melihat para awak media yang berkerumun itu.
"Loh itu boyband Dreams ngapain mereka kesini?" Tanya Renjun pada Xiaojun.
"Aku juga tidak tau! Karena aku tidak mengundang mereka" Jawab Xiaojun .
Xiaojun dan Renjun pun langsung masuk menuju lobby apartemen disusul oleh para member Dreams dari belakang.
"Kalian ngapain kesini?" Tanya Xiaojun yang berpapasan dengan Suho.
Suho tersenyum sinis." Aku ingin mengunjungi Serin" jawabnya.
"Untuk apa kau mengunjungi Serin? Kau kan bukan siapa siapa nya dia" ujar Xiaojun dengan tatapan merendahkan.
"Aku adalah temannya Serin" jawab Suho menatap tajam wajah Xiaojun.
"Cuma teman! Aku adalah CEO yang bertanggung jawab atas diri" ujar Xiaojun dengan bangga.
"CK, CEO? Tapi ga becus menutupi kasusnya Serin" ujar Suho menyeritkan alisnya.
"Misi ya yang sahabat dari kecil sama Serin numpang lewat." Ujar Renjun berusaha mencarikan suasana yang tegang.
"Hahaha Renjun aku suka gaya loh" puji Kai mengacungkan dua jempol nya.
"Hyung udah, ingat banyak media loh" pinta Jaemin.
Xiaojun menatap Suho remeh di tempatnya." Kaum setengah elit sepertimu tidak akan sepadan dengan kaum elit sepertiku!" Ucap Xiaojun Sombong.
"Apa maksudmu berbicara seperti itu?" Tanya Suho mulai marah.
"Opss aku lupa sekarang Suho kan sudah jadi kaum elit seperti ku. Karena apa? Kau baru saja di tunjuk sebagai ahli waris dari pemilik agensi tempat naunganmu" ujar Xiaojun.
"Hei Xiaojun sudahlah! Bukankah kita mau melihat Serin" pinta Renjun.
" Hyung juga hentikan! Kita kan mau melihat Serin juga" pinta Mark pada Suho.
"Pak CEO bisa kami ikut menjenguk kak Serin? Aku khawatir sekali" pinta Jaemin pada Xiaojun.
Xiaojun hanya diam tak menanggapi.
"Ayolah lebih rame lebih seru ya kan" Renjun langsung merangkul Jaemin. Bisa di bilang Renjun ini orang friendly ke siapa aja.
"Renjun memang terbaik! Aku suka gaya mu" puji Kai lagi.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi bersama menjenguk Serin.
__ADS_1