
"Tidak usah! Bukankah Xiaojun sedang sibuk" ujar Serin cengengesan.
"Tidak. Kali ini aku akan menjaga Serin" kekeh Xiaojun.
Di sisi lain Jeha sudah terlihat sangat kesal melihat Xiaojun yang nempel terus bersama Serin.
"Xiaojun? Apakah Lucas baik baik saja? Ku dengar lukanya begitu sangat parah ya" tanya Serin sedikit agak ragu.
"Kenapa tiba tiba menanyakan seperti itu?" Tanya balik Xiaojun datar.
"Aku hanya penasaran saja" ucap Serin gugup.
Xiaojun tersenyum di tempatnya lalu mendekati dirinya dengan Serin yang sedang duduk itu.
"Sepertinya ada kejadian aneh yang menimpa dirinya. Dia terus saja berteriak memohon ampun padahal tidak ada siapa di ruangan tempat ia di rawat. Kondisinya benar benar sangat mengkhawatirkan" Jawab Xiaojun.
"Xiaojun apa sebaiknya aku menjenguknya saja?" Pinta Serin dengan penekanan.
"Apa? Kau yakin?" Tanya Xiaojun tak percaya.
"Iya. Kurasa para netizen juga bilang aku terlalu kejam jika tidak menjenguk Lucas yang dalam keadaan seperti itu." Ujar Serin.
"Netizen selalu saja mengomentari urusan orang lain saja" decak Xiaojun kesal.
"Aku juga penasaran kenapa Lucas bisa seperti itu. Jadi aku memutuskan akan menjenguknya hari ini" ujar Serin.
"Bukankah kau sedang sakit Serin?" Tanya Xiaojun.
Serin lupa jika ia berpura pura sakit agar ia tidak mengikuti fanmeeting. Dan Xiaojun tidak mengetahui hal tersebut.
"Aku sudah baikan kok. Lagipula aku akan pergi ke rumah sakit jadi tidak perlu khawatir." Ujar Serin tersenyum agar dapat menyakinkan Xiaojun.
"Baiklah aku akan ikut bersamamu"
"Eh"
__ADS_1
"Ayo bersiap siap lah" Xiaojun beranjak dari duduknya. Dia terlihat begitu sangat bersemangat entah apa yang ia mau tunjukkan pada Lucas.
"Iya aku bersiap dulu ya" Serin ikutan beranjak dari duduknya lalu pergi menuju ke kamarnya untuk berganti baju dan merias diri.
Aku akan menunjukkan pada Lucas jika aku dan Serin sekarang sedang dekat--- batin Xiaojun.
Xiaojun tersenyum lebar, sangat lebar sampai membuat orang yang melihat akan merasa aneh kenapa dia tersenyum sendiri. Karena Serin sudah pergi menuju ke kamarnya.
Di dalam kamar Serin sudah bersiap menggenakan pakaian yang sangat bagus. Meskipun cuma sebentar ia menjenguk Lucas di rumah sakit tapi dia harus tetap menjaga image sebagai seorang idol K-Pop terlebih lagi ia pergi bersama dengan Xiaojun.
"Serin kamu benaran akan pergi" tanya Jeha tampak lesu.
"Iya aku hanya memastikan apakah dia masih hidup atau tidak hahaha?" Tawa Serin.
"Ada ada saja kamu Serin"
Serin tidak meladeni lagi, ia sibuk memilih tas mana yang akan ia kenakan saat menjenguk Lucas ia harus pamer agar Lucas menyesal telah berani berselingkuh darinya.
"Saya akan ikut bersama kamu, saya tidak ingin miliki saya berduaan dengan orang lain"
"Tidak boleh" Jawab Serin yang sengaja menolak Jeha ingin tau reaksinya.
Dengan heboh Jeha langsung menjawab."berarti kamu ingin berduaan dengan Xiaojun ya"
"Iya kenapa emang? Ga boleh?"
"Saya kecewa dengan kamu setelah apa yang telah kita lakukan bersama"
Jeha mendatarkan wajahnya sambil menarik kepalanya lebih tegap lagi. Kedua tangannya bersilang di atas dadanya."Saya marah" dengusnya sebal. Tidak lupa wajah berubah ala ala bocah kecil yang lagi ngambek.
"Pppffff hahahahaha ...... Aku hanya bercanda saja."
Serin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Jeha saat dirinya cemburu. Jeha sampai heran, di mana letak kelucuannya?
Serin berjalan mendekati Jeha dan mencondongkan tubuhnya lalu meraih kedua pipi Jeha lalu mencubitnya gemas."ihhh gemesin banget pacar aku ini" ujar Serin seraya melepaskan cubitannya.
__ADS_1
"Wajah saya ini sedang marah loh, saya sedang sangat kesal pada Serin! Bisa bisanya kamu bilang saya gemesin." Heran Jeha yang sedang memegangi kedua pipinya yang memerah merona itu.
"Itu muka kamu yang marah karena cemburu sangat lucu sekali hahaha kaya bocah kecil"
"Kamu berani ngatain saya bocah kecil ya. Ingat. Saya lebih saya lebih tua dari kamu loh"
"Serin menjulurkan lidahnya pada Jeha." Wlee... Bodoh amat." Ledeknya.
"SERIN!!" Ucap Jeha sambil menekan-nekan katanya.
"Ampun Yang Mulai Penguasa Gunung" Serin yang memohon sambil meledek.
"Pokoknya saya harus ikut denganmu" kekeh Jeha.
"Saya tidak mau di tinggal lagi!!"
"Iya tapi awas saja jika sampai milikmu itu bangun lagi! Aku akan menghajarmu pasti" ancam Serin yang teringat kejadian di ruangan rekaman.
"Itu tidak akan terjadi lagi. Jika kamu tidak merangsang saya" bela Jeha dengan alasannya.
"Dasar hantu mesum!"
"Tidak. Saya tidak seperti itu!"
Serin pun pergi meninggalkan Jeha yang masih terus mengoceh membela dirinya dan Jeha pun langsung mengikuti Serin dari belakang.
"Xiaojun maaf ya lama" ujar Serin.
"Wajarlah nama juga cewek. Pasti butuh waktu lama agar terlihat cantik" ujar Xiaojun tersenyum.
"Hehehehe"
"Yaudah ayo" Xiaojun langsung mengandeng tangan Serin.
"Huhu menyebalkan Serin adalah milik saya" gerutu Jeha yang melihat Xiaojun menggandeng tangan Serin.
__ADS_1