
Serin merasa kamar ini sangat sepi setelah Jeha pergi menghilang. Hanya ada Serin yang terbaring di ranjang tidurnya seorang diri. Lalu gadis itu beranjak bangun dari tidurnya lalu duduk bersandar sambil membuang nafas kasar. Kenapa ia takut kalau Jeha akan pergi meninggalkannya? Dan tak akan pernah kembali lagi?
"Dia itu tampan, perhatian, bikin jantung berdebar debar tapi kadang kadang juga ngeselin banget, ngomongnya kadang suka langsung nusuk kehati. Tapi kalau nggak ada dia rasanya sepi banget, seperti ada yang hilang. Ahhh.. di tinggal sebentar aja aku udah rindu sama dia" ujar Serin menggelengkan kepalanya tidak percaya." Aku memang sudah gila! Sepertinya aku menyukainya aku takut dia pergi dan meninggalkan ku." Gumamnya yang Baru di tinggal sebentar oleh Jeha.
Serin kembali merebahkan badannya di ranjang tidurnya. Ia ingin tidur siang untuk melepaskan kelelahan akibat perjalanannya dari pulau Jeju menuju Seoul. Kiranya dalam waktu sudah beberapa jam Serin terbangun dari tidurnya, ternyata Jeha belum kembali juga. Hal ini membuat Serin semakin khawatir.
"Kamu ke mana sih? Katanya cuma sebentar, tapi ini sudah jam 4 sore tapi belum kembali juga" Gumam Serin merasa gelisah.
Sudah hampir jam 7 malam Jeha belum juga kembali, Serin terus mondar mandir dalam kamarnya menunggu Jeha kembali.
"Astaga ternyata benar semua cowok itu sama aja mau dia manusia atau hantu sekali pun pasti akan pergi jika menemukan sesuatu yang lebih menarik baginya. Aku yakin Jeha pasti sudah menunggu seseorang yang lebih cantik daripada aku atau mungkin dia sedang berkencan dengan hantu wanita Seoul" ujar Serin sambil mondar mandir di kamarnya.
Serin merasa sedih, lagi lagi ia tinggalkan oleh orang yang di sukai. Memang nasibnya sangat buruk, sejujurnya Serin sudah melupakan Lucas sepenuhnya itu semua berkat kehadiran Jeha di sisinya selama ini. Tapi sekarang kenapa Jeha pergi meninggalkannya? Serin hanya butuh Jeha seorang di sampingnya saat ini.
Ting!
Sebuah notifikasi WhatsApp berbunyi dari handphonenya Serin. Ia pun langsung membuka dan membaca pesan itu.
...WhatsApp...
Serin kudengar kamu sudah kembali ke Seoul ya? Kalau mari kita bersenang senang ke club malam.
Jennie.
^^^Iya aku baru sampai tadi siang. Tapi sekarang aku sedang tidak mood untuk berpergian.^^^
^^^Serin.^^^
Ayolah di sini ada aku, Soora dan Aeri mari kita bersenang senang! Atau kau masih galau memikirkan Lucas ya?
__ADS_1
Jennie.
^^^Ihh nggaklah! Ngapain galau mikirin si bajingan itu.^^^
^^^Serin.^^^
Yaudah ke sini ayo! Aku tunggu ya.
Jennie.
^^^Oke aku otw^^^
^^^Serin.^^^
Serin bersiap siap mandi lalu menggunakan pakaian mini dress limited edition yang di belikan oleh Xiaojun untuknya. Kali ini ia mau pamer kepada temen temannya. Tidak lupa serin juga memakai makeup dan memakai lipstik merah menyala, dia berdiri dan bercermin di kamarnya. "Sempurna, terlihat sangat cantik sekali" serunya dengan agak mendesah seksi nan nakal.
"Mari kita bersenang senang"
Sesampainya di club malam Serin langsung masuk. Ia melihat Jennie, Soora, dan Aeri di ujung sana tengah duduk seraya berbincang dengan meneguk minuman. Serin pun langsung menghampiri mereka dan para sahabatnya menyambut Serin yang telah menunggu sedari tadi disana.
"Datang juga kamu Serin! Kirain ga jadi" sapa temannya yang tak lain adalah Soora.
"Aku kira masih galau mikirin Lucas?" Tanya Aeri sambil menyesap minuman alkoholnya.
"Apa?! Gila kali, aku udah move on dari si Lucas" Serin menyangkal sambil tertawa terbahak bahak.
"Nah gitu dong! Serin pasti bisa cari pria yang lebih baik dari Lucas" seru Soora sambil meneguk minuman alkoholnya.
"Tunggu, ngomong ngomong dress nya keren banget. Ini yang limited edition kan?" Tanya Jennie memandangi kagum dress yang di pakai Serin.
__ADS_1
"Coba tebak dari siapa dress ini?" Tanya balik Serin.
"Ah itu pak CEO kita, Xiaojun" Jawab Aeri.
"Yups"
"Udah Serin deketin aja pak CEO kita, dia kan tampan, tajir melintir, terus terkenal juga. Coba apa yang kurang lagi" saran Jennie bersemangat mendeskripsikan Xiaojun.
"Cuma satu kekurangannya Xiaojun, yaitu dia playboy kelas kakap" jawab Serin lalu duduk seraya menggoyangkan gelas minuman di tangannya dengan tatapan lurus kelautan manusia yang tengah menari.
Jennie mangut mangut paham." Ya begitulah jika pria berkantong tebal. Pasti banyak wanita wanita yang mendekatinya"
"Oh iya Serin, aku lihat beritamu tadi pagi. Katanya kamu lagi dekat dengan Renjun ya?" Tanya Soora mengganti topik.
"Tidak. Aku hanya membalas perbuatan Lucas saja, selama aku liburan sebulan di pulau Jeju dia selalu mengumbar kemesraan dengan Soomin adikku. Dan para media pun bilang kalau aku di campakkan oleh Lucas. Itu sangat menyebalkan sekali jadi aku harus membuktikan bukan aku yang di campakkan oleh Lucas tapi dia yang aku campakkan!" Ujar Serin.
"Woah.. jadi kamu sengaja mendekati Renjun untuk membuat berita itu?" Tanya Soora.
"Iya"
"Itu berarti kamu memanfaatkan Renjun dong?" Tanya Aeri.
"Hehehehe... Iya. Tapi Renjun bilang itu menguntungkan aku dan dia, soalnya banyak juga fans yang dukung aku agar berpacaran dengan Renjun" Jawab Serin.
Jennie tiba tiba merangkul Serin."kalau gitu kalian berpacaran saja"
"Tidak aku sudah menganggap Renjun sebagai kakak ku sendiri dan Renjun juga sudah menganggap aku seperti adiknya" ujar Serin tersenyum.
"Tapi hubungan kalian berdua itu spesial loh" gerutu Aeri.
__ADS_1
"Ya karena kami tumbuh bersama"
"Ayo kita senang senang malam ini! Kita happy happy" sela Jennie langsung pergi ikut berjingkrak bersama dengan orang orang di club. Soora dan Aeri pun menyusul.