
Tengah malamnya Jeha yang melirik ke arah Serin yang sedang tertidur nyenyak di sampingnya kemudian Jeha dengan lembut mengusap rambut Serin.
"Saya pergi dulu ya!"
Jeha beranjak dari ranjang tidur Serin lalu berdiri.
"Saya akan pasti Lucas mendapatkan pelajaran karena telah menyakiti kamu" kata Jeha sambil menghilang.
•
•
•
•
Jeha sampai di kamar tidur Lucas, ia melihat Lucas yang tertidur nyenyak di ranjangnya, Jeha menatap Lucas penuh dengan aurat dendam.
"Bisa bisanya dia tertidur nyenyak di atas penderitaan Serin" decak Jeha kesal.
"Saya akan membunuhmu Lucas!"
Jeha langsung menghilang dan memasuki mimpi Lucas. Di mimpinya terlihat Lucas tengah bercumbu dengan Serin dan Soomin penuh dengan nafsu.
"Cepat jilat punyaku!" Titah Lucas pada Serin dalam mimpinya.
"Soomin ciumlah aku!" Titah Lucas pada Soomin dalam mimpinya.
"Cih menjijikan" Jeha langsung berjalan ke arah membawa sebuah pisau di tangannya.
"Aku mencintaimu Lucas jangan tinggalkan kita" ucap Serin dan Soomin serentak dalam mimpinya Lucas.
"Aku juga mencintai kalian semua!" Jawab Lucas cengar-cengir.
"MENJIJIKAN!" Teriak Jeha marah.
Lucas sangat terkejut melihat sosok lelaki yang amat sangat menyeramkan dengan wajah yang hancur dan tubuh di penuhi oleh darah serta bau anyir tiba tiba menyeruak dalam ruangan itu. Seketika Lucas langsung berjingkrak berdiri wajahnya berubah ketakutan melihat sosok menyeramkan berada di hadapannya.
__ADS_1
"SIAPA KAU?" Tanya Lucas dengan tubuh yang gemetar ketakutan. Kemudian memundurkan langkahnya perlahan.
"Saya adalah malaikat maut yang akan membunuhmu!" Jeha menyeringai sambil menyodorkan pisaunya ke arah Lucas.
"PERGI DARI SINI!" Teriak Lucas.
"HAHAHA!" Tawa Jeha yang sangat menyeramkan bergema hebat di ruangan tempat berdua ada.
TENG!
Seketika ruangan mimpi Lucas yang awalnya adalah sebuah kamar berubah suasana menjadi hutan yang sangat gelap.
"Dimana ini?" Lucas dengan bingung menengok kesana kesini. Ia hanya melihat pohon pohon besar menjulang tinggi serta suara merdu burung gagak menambah suasana sangat mencekam.
"Saya akan membunuhmu!"
PLASH!
JLEB!
Sebuah pisau menusuk perutnya Lucas dan darah mengalir sangat deras. Dengan cepat Lucas langsung memegangi perutnya yang tertusuk itu langsung menatap sosok menyeramkan itu yang memasang wajah menyeringai seram.
Larinya mulai memelan, tubuhnya mulai melemah, banyak darah yang bercucuran keluar akibat tusukkan di perutnya membuat tenaganya sangat lemah. Kakinya mulai kehilangan keseimbangan, Lucas berlari menuju yang sekiranya besar lalu bersembunyi di baliknya.
Lucas menyadarkan tubuh jakungnya pada pohon tersebut. Beberapa bagian tubuhnya terasa mati rasa akibat tertusuk oleh pisau yang menembus perutnya. Untung saja di dapat kabur dari sosok menyeramkan itu, walaupun harus mengalami luka yang cukup serius ia tidak yakin jika bisa selamat.
Suara derap langkah terdengar di indera pendengarannya, dari suaranya sudah jelas itu sosok yang menyeramkan sedang mencarinya. Langkah itu mulai mendekati ke arahnya, Lucas meremas ujung bajunya dengan perasaan was was bercampur aduk dengan rasa takut yang luar biasa. Tak henti hentinya dia menghapal doa berharap sosok menyeramkan itu tidak menemukan dirinya.
Lucas menahan nafasnya kala langkah kaki itu mendekat kearahnya. Tapi seketika langkah kaki itu tidak terdengar lagi, Lucas berpikir sosok menyeramkan itu sudah pergi.
"Akhirnya" Lucas menghela nafas panjang.
"KETEMU!" Sosok menyeramkan itu tiba-tiba muncul dari balik pohon besar tempat persembunyian Lucas.
"Tolong ampunilah saya" lirih Lucas.
"Kau telah membuat dia sangat menderita! Kau harus mati!"
__ADS_1
Sosok menyeramkan itu tersenyum lebar tapi menakutkan. Ia memegang erat-erat pisaunya lalu melukai mata kanan Lucas dengan pisau itu.
Bless!
Arghhhhhh
Raungan kesakitan keluar dari mulut Lucas, yang memegang mata kanannya yang penuh dengan darah. Tubuhnya langsung lemas tersungkur di tanah.
"AKHHH, sakit"
"Kau harus akui kesalahanmu itu! Atau kau akan mengalami siksaan seperti ini terus" desis sosok menyeramka itu. Menendang tubuh Lucas yang sudah tak berdaya.
•
•
•
"AKHHHH!"
Lucas terbangun dari tidurnya. Nafas tersengal, dia meraih gelas yang berada di samping meja dekat ranjang tidurnya.
Tanpa sadar Lucas memegang mata kanannya karena terasa sangat sakti. Betapa terkejutnya ia melihat darah di telapak tangan setelah memegang mata kanannya. Lucas langsung meranjak berdiri tapi tubuhnya langsung tersungkur di lantai, ia melihat kearah badannya. Ternyata baju yang ia kenakan sudah bersimbah darah begitu juga dengan ranjang tempat ia tidur. Rasa sakit yang amat menyiksa langsung terasa di sekujur tubuhnya, ia meringis memanggil seseorang untuk menolongnya.
"AKHHH, sakit"
"Tolong aku!"
Para pelayan yang berada di rumah itu langsung segera masuk ke kamarnya majikan karena suara ringisan yang terdengar.
"Astaga Tuan Lucas" ujar pelayan wanita itu langsung berlari kearah majikan yang bersimbah darah memegangi perutnya.
"Tolong bantu saya!" Teriak pelayan itu membuat seluruh orang orang yang tinggal di situ langsung datang menuju kamar Lucas.
"Cepat hubungi rumah sakit!" Ujar pelayan itu panik.
Lucas hanya meraung kesakitan, ia pasrah pada dirinya dan ia tidak tau apa yang terjadi pada dirinya. Apa mungkin hanya karena sebuah mimpi ia bisa terluka seperti ini?
__ADS_1
Di sisi lain Jeha tersenyum puas melihat Lucas yang sangat menderita kesakitan.
"Itu belum seberapa! Saya akan membuat kamu merasa rasa sakit yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu!"