Cinta Terlarang Penjaga Gunung

Cinta Terlarang Penjaga Gunung
Bab 38


__ADS_3

Tidak.


Tidak.


Tidak apa baru saja terjadi.


"Kenapa aku merasa sangat malu sekali, jantungku berdebar debar tidak karuan" Guman Serin sambil berjalan dengan cepat melewati lorong lorong.


"Bisa bisanya miliknya bangun seperti itu,"


Serin sama sekali tidak bisa berpikiran jernih setelah kejadian itu. Bisa bisanya ada hantu Tampan yang memandang dirinya seperti itu." Akhh aku bisa gila" Serin mempercepat langkahnya.


"Hai Serin?" Sapa Jennie. Yang tak sengaja bertemu dengannya.


Serin yang tak menyadari Jennie menyapanya, ia tetap berjalan tanpa membalas sapaan dari Jennie.


"SERIN!" Jennie memukul pelan bahu Serin.


Serin langsung menoleh." Jennie? Kok ada di sini?" Tanya Serin dengan wajah polos.


"Dari tadi aku memanggilmu! Tapi kamu tak menyadarinya" decak Jennie kesal.


"Sungguh? Maaf ya aku nggak sadar tadi" Jawab Serin.


"Serin kamu kenapa sih?" Tanya Jennie yang melihat wajah Serin masih memerah.


"Aku nggak apa-apa"


"Yakin?" Tanya Jennie tak yakin.


"Tidak. Jennie aku ingin cerita sesuatu tapi dengan Soora dan Aeri juga" pinta Serin.


Jennie dan Serin pun pergi untuk menemui Soora dan Aeri di ruangan sebelah. Disana terlihat Soora dan Aeri tengah bertengkar tentang masalah pesan junkfood.


"Sepertinya aku akan memesan junkfood untuk cacing cacingku yang kelaparan di dalam sini" ucap Aeri sambil mencari cari menu makan siang paket hemat restoran ayam di handphonenya.


"Aku ingin ayam smackdown yang di goyang itik seperti biasa.."


"Yang waras apa kalau mau nitip mah"


Soora tertawa meledek dan memeluk Aeri dengan satu tangannya dan memukul pelan bahu Aeri. " Hehehe.. sorry sorry bercanda leader, pesan aja sekalian buat Jennie dan Serin juga."


"Oke!" Ucap Aeri langsung mengklik pesanan di handphonenya.

__ADS_1


CEKLEK!


Pintu ruangan terbuka masuk Serin dan Jennie ke dalam ruangan itu.


"Gusy aku butuh konsultasi tentang cinta pada kalian" teriak Serin tiba-tiba mengelegar.


"APA" ucap mereka bertiga sertakan tak percaya jika Serin sekarang sudah menemukan pria yang mengisi hatinya.


"Hah Serin kamu serius?" Tanya ulang Jennie masih tak percaya.


"Sini sini ayo duduk cerita sama aku si ahli cinta"Aeri langsung menarik Serin untuk duduk di sampingnya.


"Ahli cinta tapi jomblo hahaha.." ucap Soora tertawa terbahak bahak meledek.


Aeri mengeplak Soora dengan tangannya." Jomblo kok teriak jomblo" ujar Aeri .


"Aku sedang menunggu pangeran berkuda putih menjemputku" ujar Soora.


Jennie dan Serin menggeleng geleng kepalanya dramatis merasa kasihan pada kedua temannya ini efek kelamaan jomblo.


"Sepertinya ini efek kelamaan jomblo yang membuat pikiran mereka sedikit korslet" ucap Jennie. Serin ikut mengangguk mengiyakan perkataan Jennie.


"Woy aku mau cerita. Kok malah pada ribut sih" ujar Serin.


Serin terkekeh lalu meminta mereka untuk mendengarkan. Setelah semuanya duduk dan saling berhadapan, Serin mulai berbicara dan mendekati kepala."Aku menyukai Seseorang."


"Serius itu Serin?" Tanya Aeri.


"Siapa pria itu, kasih tau namanya" rengek Jennie.


"Renjun, Xiaojun, Suho, Mark atau mungkin Kai? Jaemin, Jeno." Ujar Door mengabsen semua cowok yang dekat dengan Serin.


"Gila kali ya ngapain si Kai masuk ke daftar list aku" dengus Serin.


"Eh ingat Kai udah ada pawangnya" ujar Jennie membanggakan dirinya.


"Namanya Jeha, dia ganteng banget, tinggi, putih, abs nya mantep, mancung pokoknya di atas rata rata. Tapi ada perbedaan di antara aku dengan dia jadi nggak mungkin bisa bersama" ujar Serin mendeskripsikan Jeha secara rinci dengan raut wajah sedih.


Dengan semangat Jennie merangkul bahu Serin." Masalah perbedaan bisa di atasi tinggal nikah di luar negeri aja dan kalian jalan agama kalian masing masing" ujar Jennie.


"Ini bukan soalnya agama" jawab Serin.


"Ah! Aku tau pasti perbedaan kasta kan? Serin kita kan kaya jadi tidak masalah bukan jika mempunyai kekasih yang sederhana" ujar Soora.

__ADS_1


"Bukan soal kasta juga. Aku sama Jeha berbeda alam"


Jennie, Soora dan Aeri sangat terkejut mendengar perkataan dari Serin.


"Agak lain ya temanku ini ya. Suka sama arwah gentayangan" ujar Aeri menggelengkan kepalanya.


"Dia itu ganteng, aku ga munafik aku suka sama dia" balas Serin.


"Serin sejak kapan kamu bisa melihat hal gaib seperti itu? Setau ku kamu itu normal loh" ujar Jennie.


"Ya iyalah aku normal. Emang kalian pikir aku ini gila gitu" decak Serin kesal.


"Nggak gitu maksudnya kamu kok bisa ketemu sama yang begituan?" Tanya Jennie.


"Waktu mendaki Gunung Halla, dia yang bantu aku hingga akhir aku bisa bertemu dengan kalian lagi" ujar Serin.


"Wihh so sweet banget ga sih, tersesat berduaan di tengah gelapnya malam bersama dengan hantu tampan penjaga gunung. Kalian sungguh romantis" ujar Soora dengan mata berbinar-binar.


"Pertemuan yang tidak di sengaja menghadirkan cinta yang berjuta rasa" ujar Jennie dengan puitis.


"Tapi takdir tidak membiarkan mereka bersama karena perbedaan alam" lanjut Aeri.


Serin pun menceritakan hal lain tentang Jeha pada teman temannya. Semua di buat kagum oleh sikap romantis Jeha pada Serin, hingga mereka semua tenggelam membayangkan sosok Jeha andai dia nyata pasti akan menjadi pria sangat didambakan oleh banyak gadis.


"Andai dia sama kaya kita" ujar Soora.


"Andai dia masih hidup" ujar Jennie.


"Andai semua itu nyata tidak haluan" telak Serin.


"Aku tidak ikut ikutan karena aku masih waras" ujar Aeri datar.


"Aeri jahat sekali huh" dengus Soora.


"Kita harus mendukungnya agar Serin bisa move dari Lucas" timpal Jennie.


Aeri menepuk jidatnya." Bukan begini juga cara buat bisa move on dari Lucas! Agak ekstrim banget pacaran sama arwah gentayangan." Ketus Aeri.


"Aeri jaga bicaramu! Mungkin saja arwah itu ada di sini. Nanti dia marah dan mencekik dirimu loh" ujar Soora menakut nakuti.


"Serin apakah dia ada di sini?" Tanya Jennie ketakutan.


"Sekarang dia sedang tidak bersamaku. Tapi nanti kalau dia ada di sini aku akan beritahu biar kalian bisa berkenalan" ujar Serin dengan wajah menyeringai.

__ADS_1


"Jangan!"


Serin hanya pasrah menerima kenyataan pahit tentang pria yang ia cintai itu. Mau seberapa keras ia melawan takdir tetap mereka berdua tidak akan pernah bisa bersatu perbedaan mereka terlalu jauh. Jeha hanya roh yang penasaran tidak mungkin bisa di gapai oleh Serin.


__ADS_2