Cinta Terlarang Penjaga Gunung

Cinta Terlarang Penjaga Gunung
Bab 23


__ADS_3

Serin berdiri dari duduknya, menyimpan gelas di tangannya lalu mulai berjingkrak mengikuti lagu yang di mainkan oleh DJ."aku harus happy happy sekarang" seru Serin antusias lalu bergegas menuju lantai dansa yang sesak itu.


"WOoooo!" Teriak Serin tanpa beban, begitu menikmati aluna musik yang di mainkan oleh DJ dengan agak setengah mabuk.


Serin terus mengerakkan tubuhnya yang di balut mini dress berwarna putih nan seksi itu. Kulit putihnya begitu bercahaya di bawah lampu kelap-kelip.


"Nikmatinya!" Jerit Serin melepaskan beban walau sesaat.


Serin menoleh kaget saat melihat Lucas tengah berjingkrak bersama dengan Soomin adiknya Serin di antara lautan manusia yang ada di lantai dansa.


Lucas memegang ujung dagu Soomin lalu dengan ganas langsung ******* bibirnya Soomin.


Serin yang melihatnya merasa jijik bisa bisanya mereka bersenang senang di atas penderitaannya. Lucas dan Soomin berjoget random dalam keadaan mabuk, joget yang menurut Serin sangat norak sekali.


Serin hendak menghindari pertemuannya dengan Lucas tapi tiba-tiba ada pria yang menabraknya.


"Iyuhhhh!" Serin langsung refleks menjauh saat dia sadar pria yang menabraknya adalah Lucas."najis!" Pekiknya Serin seraya meninggalkan Lucas tapi Lucas menahan tangannya Serin.


"Serin itukah kamu?" Tanya Lucas yang sedang mabuk itu.


"Apaan sih!" Serin langsung menepis tangan Lucas.


"Kakak bukankah kau sedang berada di pulau Jeju?" Tanya Soomin sok lugu.


"Adikku tersayang dan mantan pacarku sepertinya kalian sedang bersenang-senang hari ini ya?" Tanya Serin menyindir.


"Kakak aku mohon kembali lah bersama dengan Lucas. Dia sangat mencintai kakak" ujar Soomin.


"Hah? Cinta?" Pekik Serin membulatkan matanya.


"Serin ayo kita mulai lagi dari awal" pinta Lucas memelas.


"Iya kak, bukankah lebih baik Lucas berselingkuh denganku daripada dengan orang lain. Karena aku ini adikmu!" Ucap Soomin santai tanpa memikirkan perasaan Serin.


"Enak banget ya kalian ngomong kaya gitu tanpa memikirkan perasaanku" jawab Serin menahan emosi.


Serin menghela nafas jengkel. Pestanya malam ini jadi kacau, harusnya ia bersenang-senang menikmati pestanya. Tapi malah bertemu dengan dua sejoli yang mabuk cinta.


Serin langsung duduk di bartender ia hendak meminum satu gelas lagi lalu langsung pulang ke apartemennya.

__ADS_1


"Pak, pesan satu gelas lagi ya" ujar Serin kepada bartender.


Bartender mengacungkan jempolnya. "Siap bos" balasnya sebelum melakukan perkerjaannya.


Serin mengedarkan pandangannya keseluruhan penjuru ruangan. Dia mendengus kesal begitu mengingat kejadian di lantai dansa. Serin mencoba melupakan Lucas tapi mengapa dia malah bertemu dengannya lagi dan membuat goresan di hatinya yang baru saja sembuh.


Pelayan Bartender memberikan gelas berisi es dengan cairan alkohol di dalamnya. Seri buru buru menghabiskannya. Sepertinya pikirannya sedang kalut, dia tidak perduli akan mabuk hari ini.


"Tambah!" Ucapannya kepada pelayan Bartender.


Padahal sudah lima gelas tapi Serin ini menambah lagi. Tubuhnya sudah sangat mabuk tak karuan.


Setelah gelas ke delapan, pandangan Serin mulai kabur dan akhirnya gelas kesepuluh, Serin memegang kepalanya untuk menahan pening.


"Lagi" ujar Serin yang sudah sangat mabuk.


"Hentikan Serin! Kau sudah sangat mabuk!" Ujar seorang pria yang tiba-tiba mengambil gelas yang ada di tangan Serin.


"HEI! Berani sekali kau menghentikanku!" Teriak Serin dalam keadaan mabuk berat.


"Ayo Serin aku akan mengantarmu pulang" ajak pria itu mengandeng tangan Serin.


"Serin sepertinya kau sangat mabuk berat" ujar Xiaojun cemas.


"Ayo kita minum lagi" ajak Serin menyuruh Xiaojun duduk di sampingnya."lihat ini aku sangat cantik kan?" Serin memutarkan badannya di depan Xiaojun seperti anak kecil.


Xiaojun tertawa kecil melihat tingkah lucu Serin saat mabuk.


"Pak CEO tau pria yang aku cintai semuanya pergi meninggalkan aku sendirian hua..hua.." rengekan Serin.


Xiaojun memeluk erat Serin yang sedang mabuk itu."aku tidak akan meninggalkanmu Serin"


"Bohong kau tampan! Pasti akan meninggalkanku hu.." Serin memberontak."kenapa nasib ku buruk sekali? Kenapa kekasihku harus berselingkuh dengan adikku"


"Serin tenanglah, mari aku antarkan pulang dulu"


Serin andai saja aku tidak menyerah saat itu! Aku pasti akan membuatmu bahagia, tidak akan pernah membuatmu kecewa ---batin Xiaojun memandangi Serin penuh penyesalan.


Akhirnya Serin benar benar tumbang kesadaran mulai hilang. Xiaojun langsung segera mengendong Serin dalam dekapannya dan membawanya menuju mobilnya untuk mengantarkan dia pulang ke apartemennya.

__ADS_1


...____________...


"Serin saya kembali!"


Jeha menengok keseluruhan ruangan kamar Serin namun dia tak menemukan Serin. Lalu ia menelusuri seluruh ruangan di apartemen tersebut namun hasil nihil Serin tak ada di apartemen.


"Kemana Serin, ini sudah tengah malam! Saya sangat khawatir dengannya"


CEKLEK!


Tiba tiba pintu masuk apartemen Serin terbuka. Terlihat Xiaojun mengendong Serin, membawanya masuk ke dalam apartemennya lalu membaringkan Serin di kamarnya.


"Ahh lepaskan aku! Aku ingin minum lagi" rengekan Serin hendak bangun tapi Xiaojun melarangnya.


"Serin kau sudah sangat mabuk hari ini! Besok lagi kita ke club nya" jawab Xiaojun yang sedang duduk di pinggiran ranjang tidurnya Serin.


Serin memukul mukul kecil tubuh Xiaojun."Kau jahat! Sama seperti dia!"


"Maafkan aku Serin karena sudah membuatmu seperti ini. Andai saja aku tidak menyerah saat itu dan tidak menjadi seorang pengecut. Aku pasti akan membuatmu bahagia" ujar Xiaojun dengan wajah menyesal.


"Xiaojun dan Lucas sama saja! Semua pria sama mereka selalu bermain dengan banyak wanita!" Ocehan Serin.


"Aku memang di kelilingi oleh banyak wanita tapi hanya ada satu wanita yang ada di hatiku."


"Aku benci! Aku benci! Aku benci!" Suara Serin kian bergetar berderai air matanya. Xiaojun langsung memeluknya untuk menenangkan Serin. Detik berikutnya Serin ambruk lalu tangisan pecah dalam dekapan Xiaojun.


"Serin izinkan aku mencium dirimu sekali saja" pinta Xiaojun.


Xiaojun perlahan merambatkan bibirnya dari leher Serin hingga naik dan mendarat di bibir Serin.


Serin membalas, namun Xiaojun meringis pelan saat bibirnya di gigit oleh Serin berkaki kali, di ***** lalu di gigi lagi hingga rasa ciumannya bau darah.


Xiaojun tahu ini adalah efek dari Serin yang sangat mabuk berat.


Xiaojun memeluk Serin erat. Mengusap punggungnya yang di tutupi dress nya. Ia mengusap kepala belakang Serin, masih membalas ciuman Serin walau bibirnya berdarah.


Serin melepaskan ciuman dari Xiaojun lalu menangis di bahu pria itu tanpa beranjak dari atas Xiaojun.


Xiaojun memeluk punggung Serin, mengusapnya lalu membalikkan tubuhnya agar rebahan di sampingnya. Kemudian ia menemani Serin sampai ia benar benar tertidur pulas.

__ADS_1


"Serin kali ini aku akan membuatmu bahagia, istirahatlah dan tidurlah dengan nyenyak cantik" Xiaojun mencium dahi Serin lalu pergi meninggalkannya yang tertidur lelap.


__ADS_2