Cinta Terlarang Penjaga Gunung

Cinta Terlarang Penjaga Gunung
Bab 24


__ADS_3

Pagi harinya Serin terbangun dengan keadaan kepala yang sangat pusing dan seluruh badannya pada sakit semua. Ia langsung menyandarkan tubuhnya, berpikir apa yang telah terjadi semalam. Kok dia bisa langsung ada di dalam kamarnya?


Serin memegangi kepalanya yang sangat pening itu."sial aku sama sekali nggak ingat apa yang terjadi semalam. Waktu itu aku bertemu dengan Lucas dan Soomin lalu bertengkar dan aku minum alkohol sampai 10 gelas dan...."


"Enak ya yang senang senang di club malam. Sampai nggak ingat pulang" ucap Jeha melipat kedua tangannya di dada memasang wajah cemberut.


"Jeha? Aku pikir kamu pergi meninggalkan aku" jawab Serin yang sadar melihat Jeha sedang duduk di sampingnya.


"Saya tidak akan pernah pergi meninggalkan kamu! Saya sudah berjanji akan selalu berada di sisimu" kata Jeha.


"Baiklah anggap saja itu benar" gerutu Serin masih kesal.


"Saya merasa kecewa dengan kamu" ucap Jeha lesu. Ia mengingat kejadian saat Serin dan Xiaojun berciuman di hadapannya.


"Kecewa? Akulah yang seharusnya merasa kecewa hah!" Ucap Serin sedikit ngegas. Membuat Jeha tersentak di tempat.


"Tapi saya tidak pernah membuat kamu kecewa" Jawab Jeha meringis.


Serin tak menanggapi perkataan dari Jeha. Ia langsung beranjak dari duduknya dan bercermin untuk merapikan rambutnya yang acak-acakan. Tiba tiba Serin tersadar melihat luka di bibir bagian bawahnya, ia memegang bibirnya yang terluka itu.


"Akh! Sakit sekali" lirihnya merasa perih.


Tiba tiba muncullah sebuah ingatan dalam pikiran Serin. Ia mengingat jelas apa yang dia lakukan bersama dengan Pak CEO Xiaojun yaitu berciuman sangat panas sampai berdarah.


"AAAAAA" Teriak Serin merasa malu ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu kemudian mengintip kearah Jeha.


Apakah Jeha melihatnya? Kuharap dia tidak melihatnya--- batinnya Serin panik.


Serin berjalan menghampiri Jeha yang sedang duduk di pinggiran ranjang tidurnya.


"Jeha, apa kamu melihat semuanya kejadian semalam?" Tanya Serin menunduk merasa bersalah.


"Saya melihat semuanya, seperti menonton live action dan Serin sepertinya sangat menikmati itu"

__ADS_1


"Aku sangat mabuk berat semalam. Jadi aku tidak tahu apa yang telah aku lakukan dengan Xiaojun" jelas Serin.


Jeha tak menjawab perkataan Serin, ia malah memalingkan wajahnya dari tatapan Serin. Tapi Serin terus menjelaskan pada Jeha panjang lebar tentang kejadian semalam, alasan kenapa ia pergi ke club malam.


Tapi hal itu tidak membuat Jeha luluh dan mudah memaafkannya. Serin tidak kenal menyerah ia tetap bicara pada Jeha meski dia mendiamkannya. Bayangkan jika Serin dilihat oleh orang lain pasti Serin sudah di anggap orang gila karena ngomong sendirian.


Serin terus mencairkan suasana tetapi itu tidak mempan. Ternyata sangat sulit memahami isi hati hantu pria tampan seperti Jeha, lebih sulit ketimbang belajar rumus sin, cos dan tan.


"Aku harus apa agar Jeha mau memaafkan aku?" Tanya Serin memelas, lebih anehnya lagi Jeha hanya mengacuhkan dirinya.


Hahaha... Ini benar benar gila! Aku harus membujuk hantu yang cemburuan---batin Serin.


"Saya tidak tau"


Serin menghela nafas panjang. Wajahnya terlihat sangat cemas sekali ia tak kunjung mengantongi maaf dari Jeha, Serin kelimpungan sendiri." Ah! Sialan dasar bodoh!" Gumamnya yang di dengar oleh Jeha.


"Siapa yang bodoh?"


"Aku! Aku yang bodoh bisa bisanya melakukan hal itu" Jawab Serin meringis.


"Ya Tuhan. Aku harus gimana lagi membujukmu untuk memaafkan aku" ucap Serin frustrasi.


Alasannya Serin pergi ke club malam adalah ia merasa kesepian karena tak ada Jeha di sisinya dan masalah ciuman sungguh dia tak tau apa apa karena saat itu Serin sangat mabuk berat.


Tapi Jeha sangat marah dengan ciuman itu seharusnya Serin bisa menolaknya tapi kenapa Serin malah membalas ciuman itu.


Sibuk tenggelam dalam pikirannya masing masing. Serin secara diam diam mendekati Jeha. Tidak mau jauh lagi darinya. Tapi Jeha langsung pergi pindah duduk di kursi dekat meja rias.


Serin mengerucutkan bibirnya lucu lalu keduanya tangannya memegang kedua telinganya."maafkan aku Jeha....


"Saya kalah tidak tahan keimutan dari Serin" ujar Jeha tersenyum menatap wajah Serin.


"Kalau gitu aku sudah di maafin kan?"

__ADS_1


"Sudah Serinku yang paling cantik"


"Tapi aku juga sangat kesal pada Jeha! Karena perginya terlalu lama, aku takut kau akan meninggalkan ku" gerutu Serin cemberut.


"Saya pergi untuk mencari tahu tentang keluarga saya"


"Aku pikir kau sedang bersenang-senang bersama hantu yang cantik cantik"


"Bagiku hanya Serin yang tercantik!"


"Jeha maafkan aku karena sudah salah paham" pinta Serin.


"Saya tidak bisa marah pada kamu. Saya hanya merasa cemburu saat melihat Serin berciuman dengan Xiaojun"


Deg.


Blush.


Serin merasa hatinya tak berperasaan karena telah melukai Jeha walaupun itu tak di sengaja olehnya. Tetap saja itu sangat menyakitkan bagi karena dirinya tidak bisa melakukan itu.


"Saya lah yang harus minta maaf karena sudah mendiami kamu tidak jelas seperti itu. Boleh saya mencium kamu?"


"Cium? Yang benar saja memang bisa?"


"Tapi saya tidak suka bibir Serin kotor karena pria itu. Saya ingin membersihkannya!"


Ucapan itu terus berputar di pikiran Serin. Jeha berjalan duduk di samping Serin, lalu ia mendekati bibirnya Serin dan menciumnya lembut. Meskipun tidak tersentuh, tapi ia merasa kecupan dingin dari bibir milik Jeha.


"Apa rasa sakitnya sekarang berkurang?" Tanya Jeha yang tersenyum bahagia karena telah mencium gadis yang ia cintai itu.


Serin tak menjawab pertanyaan Jeha, airmatanya langsung tumpah seketika ia tak tahan lagi mengingat dirinya dan Jeha sangat berbeda. Ini sangat menyakitkan sekali.


"Serin jangan menangis! Saya tidak sanggup melihatnya"

__ADS_1


"Serin saya sangat mencintaimu!"


__ADS_2