Cinta Terlarang Penjaga Gunung

Cinta Terlarang Penjaga Gunung
Bab 36


__ADS_3

"oke Serin kamu sudah siap?" Tanya Xiaojun yang sedang duduk di ruangan rekaman.


"Bentar aku deg degan sekali" tangan Serin memegang ke arah dadanya sendiri.


"Santai aja Serin" ucap Xiaojun santai.


"Tolong berikan aku waktu lima menit lagi" pinta Serin.


"Baiklah aku akan menunggumu"


Lalu Serin keluar ruangan, ia menghela nafas berat karena dia harus berduet langsung dengan Xiaojun untuk album single-nya. Meskipun Serin bisa di bilang memiliki suara yang bagus tapi kali ini berbeda ia harus berhadapan langsung sama Pak CEO nya belum lagi ia teringat akan ciuman itu. Betapa malunya Serin jika mengingat hal itu, dia benar benar tidak bisa konsentrasi.


Jeha pernah berpesan agar Serin terlihat biasa saja di depan Xiaojun. Tapi bagaimana bisa semudah itu melupakan kejadian yang memalukan seperti itu.


Oke anggap saja Xiaojun sebagai partner duet. Bukan pak CEO dan lupakan momen berciuman itu ---- batin Serin.


Serin berniat untuk kembali ke dalam ruangan rekaman tempat Xiaojun berada. Tapi tiba tiba arwah itu muncul di sebelah Serin.


"Ish, bikin kaget aja" Serin tersentak terkejut.


"Coba kalau datang tuh bilang kek" tegur Serin mengelus dadanya.


"Saya ingin berikan kejutan untuk kamu" balas Jeha tanpa merasa bersalah.


"Gimana kalau nanti aku kena serangan jantung!" Dengus Serin kesal.


"Itu berarti saya dan kamu bisa bersama sama" jawab Jeha tersenyum. Sementara Serin menyeritkan alisnya.


"Jahat sekali kamu! Menginginkan aku mati"


"Tidak. Saya tidak bermaksud seperti itu, maafkan saya" Jeha langsung tertunduk memohon.


"Sudahlah aku harus selesai rekaman bersama dengan Xiaojun"


Serin memasuki ruangan rekaman, ia di buntuti oleh Jeha dari belakang.


"Oke siap Serin" ujar Xiaojun yang sudah bersiap bernyanyi. Dia juga sudah lengkap menggunakan earphone dab berada di depan mic.


Serin mulai memasang lengkap peralatannya lalu ia menarik nafas panjang.


1


2


3


Tergetar aku tepat di hadapanmu


Debar jantungku berdetak saat kugenggam tanganmu....


Beruntung aku kini dapatkan cintamu


Yang tercantik di hatiku sejak awal ku bertemu


Nyanyian Xiaojun.

__ADS_1


I'm going solo lo lo lo lo lo


I'm going solo lo lo lo lo lo


Nyanyian Serin.


Xiaojun langsung menengok kearah Serin saat nyanyian lagu yang salah lirik itu.


"Serin itu kamu salah lirik!" Ujar Xiaojun sambil melepaskan earphonenya.


"Sorry Xiaojun" Serin tertunduk malu.


"Tidak apa apa ayo coba lagi" ujar Xiaojun tersenyum.


"Aku benar benar sangat gugup"


Sementara Jeha tertawa sangat geli sekali saat melihat Serin salah lirik, dia terlihat sangat senang sekali. Serin yang melihat itu langsung terlihat sangat kesal bisa bisanya dia di tertawakan oleh hantu. Untung cowok hantunya coba kalau cewe kan serem jadinya.


"Serin mau saya bantu?" Tanya Jeha yang tiba tiba ada di hadapannya.


"ASTAGA!" Teriak Serin terkejut.


"Serin kamu kenapa?" Tanya Xiaojun yang ikutan kaget melihat Serin langsung bangun dari duduknya.


"Aku hanya kaget tadi ada kecoa di sini" ucap Serin bohong.


"Itu tidak mungkin ruangan ini sudah di bersihkan"


Seketika wajah Serin langsung Cengengesan." Hehehe mungkin aku salah lihat" jawab Serin refleks langsung mengaruk kepalanya.


"Ayo kita rekaman lagi"


"Serin, saya izinkan saya membantumu" bisik Jeha di telinga Serin.


"Bantu aku" cicit Serin pelan agar tidak di dengar oleh Xiaojun.


"Semangat! Itu bantuan dari saya"


Arwah itu tertawa terbahak-bahak melihat wajah Serin yang penuh dengan harapan untuk di bantu.


"Anjir!"


Kemudian arwah Jeha mengubah posisinya lebih dekat dengan Serin."izinkan saya sebentar menguasai ragamu!" Ujar Jeha tidak mau menunggu jawaban dari Serin. Ia langsung melesat masuk ke tubuh gadis itu. Rasanya seperti terkena sengatan listrik pada tubuh Serin.


Kini kendali sepenuhnya di tangan Jeha, arwah itu yang akan menggantikan Serin rekaman duet bersama dengan Xiaojun.


"Serin kamu baik baik saja?" Tanya Xiaojun memegang tangan Serin karena dari tadi dia diam saja.


Serin menepis tangan Xiaojun, pria itu di buat bingung dengan tingkah Serin yang mendadak jadi aneh."saya baik baik saja tak perlu sentuh sentuh saya" ujar Arwah Jeha yang menguasai tubuh Serin.


"Oke" Xiaojun menelan ludah kasar ia merasa takut dengan tatapan Serin yang tajam.


Mereka berdua pun mulai merekam untuk album duet mereka.


Tergetar aku tepat di hadapanmu

__ADS_1


Debar jantungku berdetak saat kugenggam tanganmu...


Beruntung aku kini dapatkan cintamu


Yang tercantik di hatiku sejak awal ku bertemu...


Nyanyian Xiaojun.


Janji padaku jangan kau lukai


Hati seperti kisah yang lalu


Nyanyian Serin.


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini saat ini


Engkau cintanya aku


Nyanyian Xiaojun


Yang kurasakan denganmu semua berbeda


Kekasih yang baik hati kini ada di sampingku


Janji padaku jangan ada lagi


Hati yang lain selain aku (oh)


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini saat ini


Engkau cintanya aku


Nyanyian Serin


Mereka berdua pun menyelesaikan lagu rekamannya dengan suara yang sangat indah.


PROK


PROK!


Xiaojun menepuk tangannya karena terlalu senang mendengarnya suara indah yang keluar dari mulutnya Serin.


"Serin suaramu benar benar sangat merdu" ujar Xiaojun senang.


Serin tersenyum tipis untuk menimpali.


"Baiklah Pak CEO jika sudah selesai, saya mau pergi ke toilet dulu sebentar" pintanya.

__ADS_1


"Silahkan Serin."


Dengan cepat cepat Serin pergi keluar dari ruangan rekaman itu dan menuju tempat yang sepi agar ia bisa berbicara.


__ADS_2