Cinta Terlarang Penjaga Gunung

Cinta Terlarang Penjaga Gunung
Bab 37


__ADS_3

Setelah menemukan ruangan yang tidak ada orang Jeha langsung keluar dari tubuh Serin. Gadis itu langsung tersentak lemas kemudian menatap kearah Jeha."aku kenapa? Kok ada di sini sih? Kenapa rasanya kaya habis pingsan" tanya Serin.


"Bukan pingsan. Saya tidurkan sebentar." Balas Jeha.


"Maksudnya?" Tanya Serin memegangi kepalanya yang sedikit pusing.


"Saya pinjam raga kamu untuk menggantikan kamu bernyanyi"


Mendengar hal itu Serin mulai mengingat mengingat kembali. Padahal Jeha hanya meminjamnya tubuhnya selama 20 menit tetapi Serin merasa sudah berjam jam." Oh iya aku ingat." Kemudian Serin tersenyum tipis.


"Pengen deh rasanya saya mencekik kamu, Serin. Biar ada nuansa romantis di antara kita berdua, terus kita bisa bareng bareng selamanya, kita bisa melakukan itu ehmm.. tau lah apa dan kita bisa punya Jeha junior" celetuk Jeha menatap Serin.


Serin langsung menjauhkan dirinya dari Jeha. Ia menjadi was was memegangi lehernya."gila kali! Nggak ada ya, Jeha junior apa itu!" Bingung sedikit nger membayangkan Jeha melakukan itu.


"Saya selalu membayangkan bisa punya anak bersama dengan Serin."


"Dih dasar Hantu mesum!"


"Saya tidak mesum. Hanya saya kelewatan gemas sama kamu."


"Gemasnya kamu mengerikan, lebih ke seorang yang cabul dan pembunuh"


"Tapi saya berbeda. Saya tidak seperti Xiaojun yang langsung ******* bibir kamu sampai terluka seperti itu" ujar Jeha mengejek.


"JEHA!"


"Kamu nggak tau sih tadi aku takut banget. Aku takut jika aku tidak bisa kembali lagi kedalam tubuhku. Kamu malah berpikir mesum seperti itu. Aku kesel sama kamu! Nyebelin" omel Serin mengerutkan kesal sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


Arwah Jeha melongo mendengar omelan panjang lebar dari Serin tanpa jeda dari mulut Serin.


"Maafkan saya" cicit Jeha tidak tau harus berbuat apa.


"Gak mau!" Tolak Serin membuang mukanya.


"Jangan marah, saya harus berbuat apa agar kamu memanfaatkan saya" ujar Jeha yang heboh, ia tidak ingin Serin marah padanya.

__ADS_1


"Terserah"


Inilah jawaban keramat dari seorang perempuan pada umumnya." Serin sayang, cintaku, kesayangannya Jeha. Jangan marah, saya minta maaf." Bujuk Jeha meraih tangan Serin lembut lalu menciumnya.


"Bodoh amat, kamu nyebelin banget! Pokoknya aku marah. Jangan dekat dekat sana" ujar Serin menepis tangan Jeha yang diam diam berusaha meraihnya kembali.


"Jangan marah, tunggu sebentar! Saya salah di bagian mana?"


"Itu kamu ngapain segala pengen cekik aku terus pengen punya Jeha junior lah. Katanya sayang sama aku tapi kok gitu mikirnya?"


"Kan aku jadi ngeri."


"Saya hanya bercanda. Saya tidak akan memungkinkan melukai kamu Serin."


"Saya hanya ingin hidup kembali dan menikah dengan Serin" jawab Jeha lesu.


Serin yang mendengar perkataan itu langsung luluh hatinya ia tidak tega dengan Jeha. Lalu menatap Jeha dengan wajah sedu.


"Kalau gitu jadilah suamiku di kehidupan keduaku"


Kemudian sebuah bisikan terdengar." Serin? Sungguh saya akan menjadi suamimu nanti?" Bisik Jeha dari belakang. Pelaku yang suka peluk sembarangan adalah Jeha.


Serin langsung menoleh kaget setelah merasakan sentuhan dari Jeha tapi pria itu menahannya ia malah mempererat sentuhannya.


"Jeha kamu benaran bisa sentuh aku?" Tanya Serin heran.


"Iya. Kumohon Serin biarkan saya memeluk kamu seperti ini, sudah lama saya menginginkan hal ini" Jeha yang tak mau melepaskan pelukannya.


Serin dengan ke kepoannya ia melepaskan pelukannya dari Jeha lalu mencubit dua pipi Jeha.


"AKHHH! Sakit tau"


"Ternyata benar benar bisa di pegang" Serin kembali meraba raba tubuh Jeha."kok bisa sih?"


"Serin mesum, tolong saya ingin diperkosa oleh Serin"

__ADS_1


"Dih pede banget!"


"Saya rela di perkosa oleh kamu" ujar Jeha cengengesan.


"Dih, bukannya kamu tembus pandang Jeha?" Tanya Serin bingung.


"Itu karena kamu telah mengizinkan saya masuk ke ragamu. Jadi sekarang kita sudah menjadi satu dan saya bisa menyentuh Serin" Jawab Jeha Senang.


"Makin ngeri aku sama Jeha sekarang"


"Saya janji tidak akan menyentuh kamu sebelum kamu sendiri yang mengizinkan saya"


"Awas kamu berani sentuh sentuh aku" ancam Serin mengepalkan tangannya.


Jeha menarik nafas dalam lalu di hembuskan perlahan." Iya saya berjanji tapi izinkan saya selalu di sisi kamu ya. Saya juga tidak ada niatan hal seperti itu pada Serin. Sungguh saya tidak berbohong." Jelas Jeha.


Itu masalah jika selalu bersama Jeha. Serin takut kehilangan kendalinya bagaimana ia bisa kuat melihat wajah Jeha yang tampan itu, badannya yang sangat sickpack, bibirnya yang seksi. Tidak! Tidak ingatlah Serin kamu itu beda alam sama Jeha, itu adalah Cinta Terlarang, itu adalah dosa besar.


"Boleh ya?" Tanya Jeha lalu meraih tangan Serin dan menggenggamnya.


Pipi Serin merona seketika. Malu di campur rasa kesal."ish, nyebelin banget!"


Jeha menertawakan Serin yang sudah tidak bisa bergerak bahkan menyembunyikan wajahnya yang merona itu.


"Saya tanya sekali lagi apakah saya sudah di maafkan?" Ulang Jeha.


"Hm, aku maafin" balas Serin jutek.


"Terimakasih Serin."


Jeha yang heboh kesenangan langsung refleks memeluk Serin dengan sangat erat. Gadis itu pun merasa dekapan tubuh dari Jeha.


Ya ampun Jeha cobaan apalagi yang kamu berikan padaku --- batin Serin yang tak kuat menahannya rasa ingin memiliki Jeha.


Tiba tiba ada sesuatu yang bangun milik Jeha dan Serin pun merasakan hal itu. Dengan refleks Serin langsung melepaskan pelukannya dan berlari keluar ruangan.

__ADS_1


"Sial kenapa harus pake bangun segala sih" pekik Jeha kesal pada dirinya sendiri.


__ADS_2