Cinta Terlarang Penjaga Gunung

Cinta Terlarang Penjaga Gunung
Bab 35


__ADS_3

Bichi naneun sollo


Bichi naneun sollo


I'm going solo lo lo lo lo lo


I'm going solo lo lo lo lo lo


Aluna musik dan itu terdengar sangat keras di sebuah konser perdana rilis album comeback QueenGirls. Faktanya QueenGirls fakum beberapa bulan, kali ini mereka mengejutkan semua para fans dengan mengeluarkan sebuah album comeback mereka yang berjudul SOLO.


Album itu sukses membuat nama Serin dan QueenGirls semakin membumbung tinggi. Lagu nya yang easy listening dan MV video klip nya yang keren mampu membuat semua orang terkagum kagum dan semakin menggilai QueenGirls khusus Serin yang menjadi center. Termasuk para Fanboy akut Serin di boygroup dreams.


Di dorm kediaman Boygroup dreams


Mark membawa lighstik berbentuk mahkota milik girlgroup QueenGirls, lengkap dengan semua atribut bergambar Choi Serin termasuk baju yang ia gunakan bergambarkan Serin sedang ber-aegyo lucu.


Jaemin dan Jeno memakai bando kepala lucu bergambar Serin, lengkap dengan baliho besar wajah cantik Serin. Tak mau kalah dari Fanboy nya Serin Kai berjoget joget seperti orang kesetanan di bawah panggung tersebut ia sangat bersemangat di kala Jennie mengedipkan matanya di dalam MV video klip nya. Membuat Suho menggeleng gelengkan kepalanya frustrasi melihat kegilaan anggota boygroup nya yang bucin akut sama Serin dan Jennie.


Suho yang terpilih sebagai ahli waris dari agensi tempat naungan nya itu ternyata diam diam mempromosikan album QueenGirls kemana mana sehingga album nya bisa sangat melejit pesat laris manis di pasaran.


Oh sialan si Suho! Sekarang dia memiliki kekuasaan... Mark sangat iri!


"Solo.. solo.. aku yang akan membuatmu menjadi dua denganku" ucap Suho pelan sambil memeluk boneka chibi nya Serin.


"Arghhh... Choi Serin memang luar biasa! Aku sangat mencintaimu Serin.. muach" teriak Mark keras sambil mencium wajah Serin di laptop mereka saat ini.


Suho melotot tajam, dia segera menimpuk Mark dengan sandal rumahannya.


TUK!


Dan seketika Mark melirih Jaemin, Jeno, Suho, dan Kai dan tampangnya yang super kesal.

__ADS_1


"Siapa yang berani nimpuk kepala aku barusan hah, jawab?" Ucap Mark melirik mereka berempat dengan tampang seramnya.


Suho menyilangkan tangannya ke depan dada dan menatap Mark congkak.


"Gue! Terus lu mau apa hmm?" Ucap Suho dan wajah datarnya dan mata tajamnya.


Mark menelan ludah gugup, wajahnya yang asalnya sempat seram mendadak cengengesan seperti orang idiot di hadapan Suho.


"Hehehe.. leader Suho, kirain siapa toh hehehe... Kalau mau nimpuk nimpuk lagi bilang dulu dong, kan aku tadi jadi terkejut. Kalau aku jantungan gimana? Hehehe..." Ucap Mark menggaruk kepalanya gugup di hadapan Suho sambil terus cengengesan.


Mark masih waras untuk tidak menantang seorang ahli waris calon CEO di masa depan, bisa terancam diri dan keuangannya jika berani berani melawan seorang Suho ahli waris pertama dari MG Entertainment.


Hilih.. ngeri say...


Sedangkan semua orang yang berada di ruangan itu menatap Mark dengan malas, di kira bakalan terjadi pertumpahan darah nyata sebelum perang Mark sudah ciut nyalinya. Mark memang seperti itu di luar seperti preman faktanya dia sangat takut pada Suho karena bukan lawan yang seimbang.


Jaemin berdengus geli melihat tingkah lucu Mark saat berhadapan dengan Suho. Sementara Jeno masih terlihat aneh semejak habis dari apartemennya Serin di wajahnya ia terlihat masih ketakutan.


"Jeno aku ikut" pinta Jaemin yang khawatir dengan Jeno karena belakang ini di sangat diam. Tidak seperti biasanya.


Di kamar Jeno langsung duduk di pinggiran ranjang tidurnya. Sambil memandangi foto foto masa lalunya saat menjadi trainer dulu.


Sekali Jeno meneteskan air matanya saat melihat Jeha yang ada di Poto tersebut. Jaemin yang melihat itu langsung ikut duduk di samping Jeno, kemudian ia memegang bahunya.


"Itu bukan kesalahan kita, jadi lupakanlah masa lalu! Lihat sekarang hidup kita sangat nyaman kan?" Ujar Jaemin mencoba menghibur Jeno yang bersedih.


"Jaemin kau tau kan? Semenjak kejadian itu aku selalu di ganggu oleh makhluk makhluk tak kasat mata, mereka selalu mengangguku dengan penampakan mereka yang menyeramkan" ujar Jeno semakin histeris.


"Kau percaya padaku kan Jaemin?" Tanya Jeno berharap.


Jaemin mengangguk kepalanya." Aku selalu percaya padamu."

__ADS_1


"Tapi aku sudah terbiasa dengan hal seperti itu sekarang cuukup mengabaikan mereka saja. Tapi semenjak kita pergi ke apartemennya Serin, aku melihat arwahnya Jeha sangat menyeramkan wajah hancur, tubuhnya penuh dengan darah. Dia benar benar hantu yang paling menyeramkan yang pernah aku temui" ujar Jeno dengan raut wajah ngeri dan ketakutan.


"Arwah Jeha menatap kita penuh dengan dendam dan dia selalu berada di sisi Serin. Itu tidak baik untuk Serin karena aura Jeha negatif, aku takut terjadi apa-apa pada Serin dan kita" lanjut Jeno.


"Aku mengerti, tapi sebaiknya kita rahasiakan dulu masalah pada teman kita tidak boleh ada yang tau. Bisa gawat jika mereka tau" pinta Jaemin was was.


"Bagaimana jika Jeha membalas dendam pada kita? TIDAK! Ini bukan salahku! Jeha mati bukan karena ku" teriak Jeno yang tak kuasa mengingat kejadian masa lalu mereka kemudian dia mengacak acak rambutnya


"Tenanglah Jeno!" Jaemin menahan tangannya Jeno yang berusaha menyakiti diri sendiri."sudah ku bilang ini bukan salah kita! Kita hanya bertahan hidup saat itu" ujar Jaemin.


"Jadi jangan menyalahkan dirimu!"


"Tapi jika saja kita menghentikan Suho, Kai dan Mark menyiksa Jeha mungkin dia masih hidup sekarang" ujar Jeno berderai air mata.


"Tapi kita tidak punya kekuatan untuk melawan mereka." Jawab Jaemin pasrah.


"Mereka semua bajingan" ucap Jeno.


"Pelankan suaramu Jeno! Jika mereka mendengar kita bisa bernasib sama dengan Jeha" bisik Jaemin.


"Sekarang hapuslah airmatamu itu lalu bersikaplah seperti biasa" pinta Jaemin.


"Iya, tapi kita harus bertemu dengan Serin aku merasa dia dalam bahaya" ujar Jeno.


"Kau benar, Serin segala bagiku. Dia yang udah buat kau bertahan di boygroup ini" ujar Jaemin.


"Semenjak kita bertemu dengan Serin, Suho, Kai dan Mark berhenti membully kita karena Serin menganggap kita seperti adiknya" ujar Jeno yang mulai tenang.


"Kau benar, Suho tidak akan berani menyakiti orang orang yang Serin sayangi" ujar Jaemin.


"Tapi kita tidak bisa membiarkan Serin bersama dengan Suho!" Ujar Jeno menggebu gebu.

__ADS_1


"Iya dia adalah serigala berbulu domba"


__ADS_2