
"saya benar benar sangat mencintaimu"
Serin terus meneteskan airmatanya, ia tak kuat menerima kenyataan yang sangat menyakitkan bahwa dirinya tak mungkin bisa bersama dengan Jeha. Walaupun dia sangat menginginkannya.
Serin mengusapnya air matanya."Jeha apakah kamu yakin dengan perasaanmu itu?" Tanya Serin.
"Apakah wajah saya terlihat sedang bermain main?" Balas Jeha bertanya.
"Rasa cintamu tidaklah salah namun takdir yang mempermainkan kita. Kita tidak akan bisa bersama dunia kita berbeda" jelas Serin berusaha menerima kenyataan.
"Takdir? Kenapa takdir selalu kejam kepada saya? Selalu mempermainkan hidup saya? Dan sekarang takdir juga yang membuat saya tidak bisa bersama orang yang saya cintai" ujar Jeha panjang lebar ia mulai meneteskan airmatanya.
"Saya sangat cemburu ketika melihat kamu bersama dengan pria lain, terutama Xiaojun dan Renjun. Saya sangat membenci mereka karena mereka selalu menyentuh kamu. Terlebih saya sangat membenci Lucas karena telah menyakiti kamu, rasa saya ingin menghajar dia! Saya hanya ingin melihat kamu tertawa dan bahagia dan saya juga berharap bisa menjadi satu satunya orang yang spesial untuk kamu. Sungguh saya sangat mencintai kamu, saya hanya ingin berada di sisi kamu. Ku mohon terimalah cintaku, Serin" Lanjut Jeha.
Jeha yang tak sanggup menerima kenyataan tentang keberadaan dirinya sendiri, ia jatuh bersimpuh dalam Isak tangisnya. Serin pun langsung ikut bersimpuh bersama Jeha.
Jeha langsung memeluk Serin walaupun ia tak bisa menyentuhnya namun rasa dekapan dingin terasa di tubuh Serin. Airmatanya pun terus mengalir.
"Saya tau kamu menyukai pria yang tampan. Tapi saya juga tidak kalah tampan!"
Serin akui memang dia mencintai Jeha, pria yang selalu ada untuknya, selalu menghiburnya di kala ia merasa sedih walaupun keberadaan tidak nyata tapi Serin selalu menghargai kehadirannya.
Serin menghela nafas berat, rasa sesak di dada tak sanggup menjawab pertanyaan dari Jeha. Akhirnya ia mengangguk kepalanya dengan berderai air mata, karena menolak pun ia tak sanggup.
"Katakan, saya ingin mendengar isi hatimu dengan Jujur!" Ulangnya yang terus menatap wajah Serin.
"Aku--aku sangat mencintaimu! Aku nggak bisa bohong bersama denganmu rasa cinta itu perlahan tubuh dan tidak dapat aku kendalikan. Terkadang aku ingin melawan takdir! Karena aku ingin selalu bersama denganmu. Tapi, aku harus menerima kenyataan yang begitu menyakitkan kita sangat berbeda seberapa kuat kita berusaha kita tidak akan bisa bersama. Takdir, dunia ini ataupun Tuhan tak akan merestui hubungan kita, Jeha" Isak tangis Serin tumpah. Hatinya begitu sangat sakti saat mengungkapkan perasaannya, dadanya juga terasa begitu sesak. Kenapa takdir begitu kejam padanya?
"Maaf, maafkan saya serin. Saya sudah membuat kamu menangis." Jeha merasa menyesal, lalu ia mengusap lembut pipi Serin tanpa menyentuh.
__ADS_1
Serin hanya bisa tersenyum dan merasakan sentuhan dingin dari telapak tangannya seperti angin yang berlalu. Lalu Serin mengusap airmatanya yang tersisa."cintamu sudah tepat hanya saja datang di waktu yang salah. Tapi Jeha kuharap di kehidupan selanjutnya kita bisa bersama" balas Serin.
"Berhentilah menangis Serin, saya tidak sanggup melihatnya" kata Jeha menatap memelas, ia ikut menitikkan airmata.
"Kami tidak perlu takut, mau aku dekat dengan lelaki mana pun mau dia tampan, kaya, seorang artis atau seorang pengusaha. Nggak bakal ada bisa menggantikan kamu di hati aku karena kamu punya ruang tersendiri di hati aku. Jadi jangan cemburu lagi ya" pinta Serin tersenyum sambil menyentuh hidung macung Jeha walaupun tebus pandang.
Jeha mengangguk berkali kali. Hatinya sekarang sangat lega dan senang setelah mengetahui perasaan Serin dengan jujur. Dia juga merasa senang dengan janji Serin jika mereka akan bisa bersama di kehidupan selanjutnya. Mungkin saat ini mustahil bagi Jeha untuk memiliki raganya Serin.
"Serin jika kamu izinkan, biarkan saya ikut menemani kamu kemanapun kamu pergi! Saya sangat khawatir jika kamu pergi sendirian. Terakhir kali kamu pergi sendirian itu sangat bahaya!" Ujar Jeha memohon dan juga sedikit menyindir tentang kejadian semalam.
Serin langsung menatap tajam ke arah Jeha." Aku saat itu sedang mabuk berat, jadi aku tidak sadar melakukan hal itu! Aku juga sudah minta maaf"
"Tetap saja saya merasa terluka. Karena dia bukan pria yang baik! Dia pria yang memiliki nafsu tinggi." Pekik Jeha kesal.
"Iya aku akan jauhi Xiaojun. Jadi Jeha jangan marah lagi ya nanti tampan nya hilang loh" ledek Serin.
"iya Jeha ku yang paling tampan"
Jujur, Serin merasa sangat senang bisa bisa ada hantu yang cemburuan. Terlebih lagi Serin memang suka takut jika berada di luar sendirian karena dia sulit mengendalikan dirinya jika berhadapan dengan alkohol dan mantan kekasihnya Lucas.
_____________
Ini benar benar tak masuk akal dan sangat gila menjalani hubungan seperti ini dengan hantu. Awalnya hidup Serin itu layak manusia normal, dia bukan anak indigo yang bisa melihat makhluk semacam itu. Tapi entah kenapa dia bisa melihat Jeha, tapi hanya Jeha saja. Apakah karena pertemuan yang tak di sengaja saat mendaki gunung?
Dan mulai sekarang Jeha akan selalu mengikuti kemanapun Serin pergi. Berasa di kawal sama pacar tampan dan posesif setiap hari namun tak terlihat.
Serin mempunyai satu keinginan dalam hidupnya ini yaitu bertemu dengan pria seperti Jeha tapi versi nyata. Dan menjalani kehidupan bersamanya dengan bahagia di karuniai 3 orang anak. Itu pasti akan sangat lucu sekali.
"Serin apa Xiaojun suka mencium kamu seperti tadi malam?" Tanya Jeha yang masih mengungkit kejadian semalam.
__ADS_1
"Untuk apa di ungkit lagi sih! Bukankah kau sudah membersihkan bibirku" decak Serin sedikit kesal.
"Saya hanya bertanya"
"Itu adalah yang pertama kalinya. Aku sama sekali tidak menyukai Xiaojun! Aku menghormatinya sebagai Pak CEO ku"
"Saya mengerti"
"Aku ingin bertanya. Aku kan hanya bisa melihatmu jadi katakan padaku apakah di apartemen ini ada hantu selain dirimu?" Tanya Serin penasaran.
"Iya banyak sekali. Hantu itu kebanyakan adalah seorang pria yang sangat fans padamu yang terus menginginkan kamu" kata Jeha.
"Ih serius? Horor banget. Kalau gitu kita harus segera pindah" jawab Serin dengan wajah ketakutan.
"Tidak usah. Karena saya sudah mengusir mereka semua!"
"Kok bisa?"
"Saya bilang ke mereka kalau kamu adalah milik saja"
"Jadi mereka langsung pergi gitu"
"Mereka takut pada saya"
"Tentu saja mereka takut pada Sang Penguasa Gunung hahahaha..." Ledek Serin tertawa.
"Kalau gitu kamu adalah kekasih dari Sang Penguasa Gunung dong?" Tanya Jeha membalas.
"Kekasihnya yang paling cantik, cetar membahana badai" Serin mengibaskan rambutnya.
__ADS_1