
"Gerakan kakimu masih sangat kaku sekali. Harus latihan lebih banyak lagi."
Serin terus berlatih koreo dance bersama dengan Jeha, walaupun ia masih sangat kaku jika menarik yang savage bersinergi. Namun dengan gigih ia mengikuti setiap gerakan yang di peragakan oleh Jeha. Pada akhirnya Serin bisa berlatih melanjutkan koreo dance itu sendiri tanpa bantuan dari Jeha.
"Kalau kamu jadi pelatih koreo dance di agensi ku pasti akan banyak trainer yang menari dengan baik." Ucap Serin sambil merentangkan kedua kakinya.
"Saya tidak berminat mengajar di agensi manapun. Cukup kamu tidak lebih." Balas Jeha.
" Karena satu saja bikin pusing ketika mengajarnya apalagi puluhan trainer bisa encok badan saya."
Baru saja Serin merasa salah tingkah dan berdebar debar jantungnya."iya deh tau, aku payah dalam menari tapi suaraku ini merdu dan yang paling penting wajahku sangat cantik." Ujar Serin sedikit ngambek.
"Saya tidak mengatakan kamu payah, cuma gerakan menarimu sangat kaku! Saya harus extra sabar melatihmu" jelas Jeha tidak mau terjadi kesalahpahaman lagi.
"Hahaha aku bercanda kok, Lagi aku mikir ngapain kamu capek capek melatih koreo dance aku. Padahal itu tidak menguntungkan kamu malah kelihatan jadi beban ya kan?" Serin langsung mengelap keringatnya yang bercucuran.
"Ada banyak hal menyenangkan yang bisa kamu lakukan loh" ujar Serin.
"Sekarang aku tau kenapa pelatih koreo di agensi selalu marah marah jika anggota girlband tidak bisa menari dengan bagus. Tugasnya sangat berat harus melatih para trainer agar bisa debut."
"Aku tau itu"
"Maka itu saat dulu saya menjadi trainer saya berlatih sendiri dengan sangat keras agar bisa debut dan menjadi idol yang terkenal. Dan kemudian saya tinggal menikmati hasilnya."
"Makasih ya, nggak kerasa udah sore aja. Aku mau makan dulu ya lapar."
Serin langsung beranjak pergi kedapur untuk memasak ramen instan. Ia menyalakan kompor listriknya menuangkan air kedalam panci, lalu menunggu hingga air mendidih kemudian Serin memasukan ramen berserta bumbunya langsung. Karena cara ini lebih enak, setelah menunggu beberapa menit akhirnya ramen nya matang kemudian ia menuangnya ke mangkok.
"Eummm... Wanginya menggugah selera"
Serin membawa ramen ke ruang keluarga ia duduk di sana sambil menonton televisi.
"Apa liat liat?" Tanya Serin sambil memajukan dagunya.
"Mie instan lagi?" Tanya Jeha.
__ADS_1
"Bukan ini Ramen instan" jawab Serin.
"Itu sama saja"
"Bedalah ini Ramen"
"Saya pasrah mengalah, wanita itu sulit di mengerti" balas Jeha pasrah.
"Eumm.. mantap rasanya" Serin menyeruput Ramen tersebut menggunakan sumpit.
"Jangan terlalu banyak makan mie instan karena itu tidak baik untuk kesehatan kamu" ujar Jeha.
"Ramen Jeha"
"Iya iya"
Jeha terus menatap Serin yang sedang makan itu. Hal itu membuat Serin sedikit canggung, padahal ia sudah terbiasa jika Jeha selalu menatapnya dalam. Tetapi Serin selalu gugup dan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya ia sebisa mungkin harus menghindari. Karena tidak aman jika ia terus terusan baper sama hantu.
"Serin, bisakah kita ganti menonton filmnya? Jangan kartun, saya ingin nonton drama tentang romansa percintaan" pinta Jeha.
"Tapi saya ingin melihat kisah percintaan di dalam drama" pinta Jeha lagi.
"Bentar"
Serin mengambil remote televisi nya lalu ia channel TV nya yang menujukan drama percintaan seorang gadis SMA yang berwajah jelek kemudian belajar merias diri menjadi jadi kemudian ia bertemu dengan cinta sejati yang menerima dia apa adanya.
"Drama ini sangat bagus loh dan tokoh utama prianya adalah Renjun" ujar Serin semangat.
"Di sini Renjun benar benar sangat romantis sekali, dan akting sangat keren sekali"
"Menurutku dia tidak pantas berperan sebagai anak SMA. Apa ada drama yang lain?" pinta Jeha yang sebenarnya ia tidak suka jika Renjun terus di puji oleh Serin.
"Bentar"
Serin menekan remote televisinya. Lalu ia menujukan drama percintaan tentang seorang anak kuliahan yang patah hati namun ia bertemu dengan pria muda terjalin lah cinta di antara mereka cinta yabg menggebu gebu dan sisi nakal dari pria muda itu.
__ADS_1
"Drama ini sangat hot sekali loh, kisah cinta anak muda yang menggebu gebu. Di sini Renjun benar benar sangat hot sekali, ciuman dia itu sangat mengairah sekali"
"AKHHH.. aku tidak bisa membayangkan jika aku bermain drama seperti itu bersama dengannya. Karena dari kecil itu dia adalah pria yang sangat polos"
"Apakah tidak ada drama romansa yang tidak di pernahkan oleh Renjun?" Tanya Jeha lesu.
"Hm, kebanyakan drama romansa di mainkan oleh Renjun. Soalnya dia aktor spesialis drama romansa percintaan." Kata Serin.
"Kalau gitu saya ingin menonton drama peperangan saja"
"Kau yakin? Itu sangat membosankan terlalu banyak masalah politik dan pembunuhan"
"Tapi saya sangat menyukainya karena banyak pelajaran sejarah yang bisa saya ambil dari sana"
"Um.. baiklah"
Serin pun mengganti channel TV nya, menampilkan drama peperangan. Jeha kemudian duduk bersila di sampingnya lalu menonton dengan wajah yang serius sementara Serin melanjutkannya makannya.
Setelah beberapa menit Jeha mulai merasa bosan menonton drama peperangan. Ia melirik kearah Serin yang sedang makan. Pemandangan ini justru lebih enak di lihat dari pada film yang ada di televisi.
"Lebih baik saya melihat Serin makan" ujar Jeha mengalihkan pandangannya.
"Katanya mau nonton drama peperangan tadi?"
Jeha tersentak."saya sudah selesai nontonnya"
"Seru gak? Menurutku konflik permasalahannya sangat berat" tanya Serin.
"Bagus. Banyak pelajaran yang saya dapat" kata Jeha berbohong.
Sebenarnya Jeha berbohong pada Serin, jangankan selesai nonton. Ia sudah sangat pusing dengan konflik drama tersebut.
"Kapan kapan jika aku pergi keluar aku akan nyalakan televisi agar kamu bisa nonton drama peperangan. Daripada bosan nungguin aku"
Kabur. Saya tidak lagi akan berbohong pada Serin.
__ADS_1