
Tidak berasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Setelah Serin bercerita banyak tentang Jeha pada teman temannya, ia belum bisa memutuskan jika hubungan ini bisa berlanjut atau tidak tapi yang terpenting ia merasa cukup senang jika Jeha berada di sisinya.
"Serin kau yakin ingin pulang ke apartemen? Atau mungkin kita bisa menginap di dorm bersama?" Tanya Aeri khawatir.
"Tidak aku ingin pulang saja ke apartemen saja" Ujar Serin yang siap siap masuk ke dalam mobilnya.
"Ehmm.. kan si hantu tampan pasti sudah nungguin tuh" ledek Jennie.
"Ingat jangan berdua duaan terus nanti! Nanti yang ke tiganya setan" ledek Soora.
"Ya kan emang setan" timpal Aeri.
"Biarin setan juga yang penting tampan wle.." Serin menjulurkan lidahnya pada temannya.
"Satu lagi yang penting nggak jomblo. Nggak kaya kalian hahaha.." lanjut Serin.
"Hei Serin kita pasti akan menemukan Jeha versi nyata wlee" ucap Soora yang ikutan menjulurkan lidahnya membalas Serin.
"Nanti kapan kapan aku ajak Jeha buat kenalan sama kalian ya" Jawab Serin.
"Paipai" Serin melambaikan tangannya.
•
•
•
•
Sesampainya di apartemen Serin langsung masuk kedalam dan ia melihat Jeha berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di dada, wajahnya terlihat sangat marah.
Terlihat seperti suami yang marah karena istrinya tidak ada di rumah.
"Kamu pulang telat!"
Jeha menghela nafas berat karena tak ada satu jawaban dari Serin. Gadis itu hanya diam saja melewati Jeha.
"Kamu marah lagi sama saya?" Tanya Jeha yang terus membuntuti Serin dari belakang.
"Sudah saya duga pasti kamu marah lagi"
"Tapi itu di luar kendali saya, sungguh saya minta maaf ya Serin. Jangan diamkan saya seperti ini" pinta Jeha memelas.
"Ya Tuhan, saya harus bagaimana lagi?"
Serin sendiri merasa bingung terhadap perasaannya saat. Dia nggak munafik dia benar benar mencintai Jeha, dia ingin bersamanya terus menjalin sebuah hubungan spesial seperti seorang kekasih namun apa daya dunia mereka berbeda.
__ADS_1
Serin yang tenggelam dalam pikirannya. Jeha yang diam diam langsung memeluk Serin kemudian ia menunduk mendekatkan wajahnya pada Serin."maafkan saya"
Serin berusaha memberontak, tapi dekapan Jeha terlalu erat."Jeha aku ini bau, belum mandi"
"Saya tidak perduli. Sebelum kamu benar benar memaafkan saya.."
Ini terlalu dekat-- batin Serin tak karuan.
Meskipun Serin sudah terbiasa dengan Jeha seperti ini. Tapi kali ini berbeda semenjak Serin bisa merasakan sentuhan dari Jeha, gadis itu tidak bisa menahan perasaannya lagi.
Serin hanya terdiam menatap wajah Jeha. Wajah pria itu terlihat sangat tampan, bibirnya begitu merah menggoda dengan jakun yang terlihat jantan.
Serin terus memperhatikan setiap pahatan wajah Jeha secara detail. Kemudian ia memberanikan diri untuk mengungkap perasaannya.
"Aku menyukaimu, jadi mari kita berpacaran"lirihnya pelan.
Ah sial aku benar benar sudah gila, menyatakan perasaan pada hantu dan mengajaknya berpacaran --- batin Serin.
Jeha tersenyum mendengar ucapan itu dari Serin. Lalu semakin mendekati wajah Serin, menggerakkan bibirnya di bibir Serin. Mereka berciuman, sungguh ciuman yang sangat nyata. Serin merasakan bibirnya basah akibat ulah Jeha, mereka melakukan ciuman panas.
Kemudian Serin membalas ciuman itu, lalu mereka berpindah posisi kini Serin berada di atas pangkuan Jeha dan pria itu tidak henti hentinya mengecup bibir mungil Serin.
"Serin izinkan saya memiliki kamu seutuhnya" pinta Jeha.
Serin hanya mengangguk mengiyakan perkataan dari Jeha. Jeha sangat senang dan bahagia akhirnya Serin bisa menjadi miliknya sepenuhnya.
Ciuman mereka berlanjut seperti itu selama lebih banyak ronde. Bahu Serin, yang tadinya kaku karena gugup, berangsur angsur mengendur. Ia sudah bisa mengimbangi permainan dari Jeha
"Tapi saya senang bisa melihatmu dengan baik"
"Tapi..."
"Tubuh Serin sangat cantik. Biar saya lihat"
Pipi Serin kemerahan merona saat Jeha memuji tubuhnya. Jeha pun mengecup leher Serin, gadis itu semakin di buat gairah oleh Jeha.
"Aroma tubuhmu sangat unik"
"Hentikan! Aku belum mandi" Serin memalingkan wajahnya.
Jeha tidak menghiraukan perkataan dari Serin ia tetap melanjutkan aksinya menjelajahi bibir dan leher Serin.
Serin berkedip perlahan saat perasaan dirinya menjadi kabur setiap kali bibir Jeha menyentuh kulitnya, dia merasa aneh. Kemudian Jeha membaringkan tubuh Serin di ranjang tidurnya.
"Serin izinkan saya melakukan ini?"
Serin mengangguk kepalanya, ia memang sudah gila bercinta dengan hantu. Astaga Serin di mana akal sehatmu!!
__ADS_1
Mereka berdua pun melakukan malam yang panas hingga sampai pagi. Entah beberapa kali ia melakukan hal itu.
Serin kau sudah gila.
Pikiran Serin tidak bertahan lama. Dia merasa sentuhan lembut membelai keningnya dan begitu saja, dia langsung tertidur.
•
•
•
Rasanya tubuh Serin telah meleleh menjadi selimut saat kelelahan menyapu dirnya.
Saat Serin membuka matanya secercah sinar matahari pagi mengintip dari Jendela apartemennya. Nafas lembut dari pria di sebelahnya memberikan perasaan aneh.
"Apakah itu mimpi? Tapi mimpi itu benar benar terasa nyata sekali"
Gadis itu tiba tiba merasa sangat haus. Kemudian ia beranjak bangun untuk mengambil minum tapi ia tersadar kalau tubuhnya tidak mengenakan pakaian sehelai pun dan tubuhnya terasa sakit seperti seseorang telah memukuli seluruh tubuhnya. Setiap otot di tubuhnya terasa pegal, jauh di antara kedua kakinya, rasa sakit terus menusuk terus berlanjut. Itu tidak membantu bahwa rasanya ada sesuatu yang masih ada di dalam dirinya. Serin terluka luar dalam, di mana mana.
Serin yang kaget mengetahui dirinya dalam keadaan seperti itu, dia langsung mengambil cermin kecil untuk melihat wajahnya dan dia menemukan tanda tanda aneh di tubuhnya.
"Apa ini?"
Di sekujur tubuh Serin banyak terdapat memar merah keunguan.
"Tunggu apa aku benar benar melakukan itu sama Jeha"
Terkejut Serin dengan cepat menutupi tubuhnya. Wajahnya terbakar karena malu dan dia juga menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Serin kau sudah tidak waras"
Rasa malu mulai membanjiri seperti air pasang. Dia sudah benar benar tidak waras melakukan hubungan bersama dengan hantu. Dalam satu malam, sebuah peristiwa besar peristiwa telah terjadi.
"Jadi ini apa?"
Dia melakukan hubungan intim untuk pertama kali dalam hidupnya bersama dengan hantu?
"Serin maaf saya membuat kamu terluka" ujar Jeha yang tiba tiba memeluk Serin dari belakang.
"Saya tidak bisa mengendalikan dirinya saya. Saya telah melukai kamu" jawab jeha merasa bersalah.
"Aku tidak menyesal telah melakukan itu pada pria yang aku cintai"
"Saya berjanji, saya akan selalu berada di sisimu, saya akan melindungi sering. Siapa pun yang berani menyakiti Serin saya pastikan dia mendapatkan pelajaran yang setimpal," ujar Jeha bersemangat.
"Dan saya akan menjadi suami yang baik untuk Serin"
__ADS_1
"Kau harus tepati janjimu Jeha" ancam Serin.
"Iya karena Serin sekarang sudah sepenuhnya milik Jeha tidak ada yang bisa merebutnya!"