Cinta Terlarang Penjaga Gunung

Cinta Terlarang Penjaga Gunung
Bab 29


__ADS_3

Malam hari Jennie, Soora dan Aeri mengantarkan Serin pulang menuju apartemennya. Sesampainya disana Serin langsung masuk kedalam apartemennya terlihat Jeha sudah menunggunya.


"Serin akhirnya kamu pulang"


Serin berusaha untuk tersenyum pada Jeha, ia tidak ingin terlihat lemah di depan Jeha, karena tidak ingin menambah kesedihan untuk Jeha karena masa lalunya sudah sangat menyiksa dirinya.


"Bagaimana harimu? Apakah menyenangkan?" Tanya Jeha semangat.


"Menyedihkan!" Jawab Serin lesu.


"Bercerita lah saya akan mendengarkan"


"Aku mau mandi dulu ya. Lihat aku sudah sangat bau" Ujar Serin langsung melangkah kakinya menuju kamar mandi.






Dia itu wanita murah ya! Hahahaha...


Dia itu tergila-gila pada Lucas! Sampai mau di duakan oleh adiknya sendiri. Sungguh kasihan sekali....


Aku tidak membencinya, tapi menurutku dia adalah wanita yang bodoh!


Lihatlah adikmu lebih cantik dari padamu!


Pergi sana lebih baik kau putus saja! Dasar *****!


Malu banget harus berbagi sama adik sendiri! Hahahaha...


Kau tidak pantas jadi seorang idol! Berikan posisi itu pada adikmu saja!


Aku membencimu! Murahan...


Serin meringkuk di pojokkan kamar mandi masih menggunakan pakaian utuh. Air sower yang menggantung sengaja dia biarkan mengguyur kepala dan badannya saat ini. Serin bergetar hebat dengan airmata yang terus mengalir di kedua pipinya.


"Hiks.. itu bukan salahku.. hiks... Itu adalah kesalahan mereka"


Serin memikirkan begitu banyak komentar negatif yang ia baca di internet. Kebanyakan orang orang menyalahkan dia karena sudah tidak menarik lagi sehingga luka berselingkuh dengan adiknya.


"Ini adalah salah mereka semua hiks.. hiks.."


Merasakan sangat lama Jeha khawatir dengan Serin yang tak kunjung keluar dari kamar mandi ini sudah satu jam padahal.


"Serin apakah kamu sudah selesai mandinya? Ini sudah terlalu lama nanti kamu bisa sakit loh" ujar Jeha khawatir.


Namun tak ada jawaban dari Serin hanya suara gemericik air yang keluar dari sower yang terdengar. Jeha semakin khawatir ingin masuk untuk mengeceknya.

__ADS_1


"Serin kamu baik baik saja?"


Tak ada jawaban lagi. Kalian terdengar suara Isak tangis yang di tahan.


"Maaf izinkan saya masuk! Saya sangat khawatir!"


Jeha pun menebus pintu kamar mandi yang tertutup itu. Betapa terkejutnya dia melihat Serin tergeletak duduk di lantai sambil berderai air mata dan air sower yang membasahi wajah dan badannya.


"SERIN!"


"Hentikan jangan menyiksa dirimu seperti ini!"


Jeha yang panik langsung mematikan air sower tersebut namun pada daya dirinya tembus pandang.


"Sial"


"Serin kumohon jangan seperti ini! Saya sangat takut jika nanti kamu sakit"


"Ini bukan salah aku.. Jeha kamu percaya padaku kan?" Lirih Serin dalam Isak tangisnya. Hati Jeha sangat sakit melihat gadis yang begitu ia cintai terluka seperti ini.


"Kamu tidak salah! Saya percaya"


"TAPI KENAPA ORANG ORANG HANYA MENYALAHKANKU?!" Teriak Serin histeris.


Tangisan Serin semakin kencang, ia sangat takut jika karier nanti bisa hancur. Karena dari dulu cita cita Serin adalah menjadi orang yang terkenal dan di cintai banyak orang.


"Serin, saya mengerti perasaan yang kamu rasakan saat ini. Saya juga pernah merasakan seperti itu, tapi menyiksa dirimu seperti ini hanya akan merugikan kamu. Kamu harus buktikan kepada semua orang tentang kebenarannya. Jadi kumohon berhentilah seperti ini" ujar Jeha yang ikut berderai air mata menatap pilu kearah Serin.


"Nah sekarang kamu ganti baju dulu ya"


Serin mengusapnya air matanya kasar, lalu beranjak berdiri. Dengan mata yang sembab ia menatap tajam ke arah Jeha yang masih berdiri di hadapannya.


"Jeha bukankah sebaiknya kau keluar dulu! Aku ingin berganti baju"


"Maafkan saya Serin" Jeha menembus pintu kamar mandi dan menghilangkan sekejap.


Setelah selesai berganti baju Serin langsung keluar dari kamar mandi dengan keadaan mata yang sembab akibat menangis terus menerus tadi.


Serin yang merasa sangat lelah langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya.


"Sebaiknya kamu minta susu putih agar menghangatkan tubuh kamu"


"Malas"


"Andai saya bisa buatkan untuk kamu! Pasti saya dengan senang membuatnya"


"Hahaha.. aku senang karena ada kamu di sini" Serin tertawa kecil. Ia merasa senang karena masih ada yang Khawatir padanya.


"Kalau gitu saya akan temani ke dapur ya"


Dengan semangat Serin langsung beranjak berdiri dan pergi ke dapurnya, di ikuti oleh Jeha yang berjalan berdampingan dengannya.

__ADS_1


Serin menyeduh susu kental manis lalu duduk di sofa dan meminumnya perlahan.


"Hangat rasanya di tubuh" Serin menyeruput susu di gelas.


"Saya senang sekarang kamu sudah tenang! Tadi saya benar benar sangat khawatir"


"Aku beruntung karena ada kamu disini. Terimakasih ya sudah mau berada di sisiku" ujar Serin tersenyum.


"Justru Kamu lah alasan saya bertahan sampai sekarang. Tapi saya sangat marah siapa yang berani membuat kamu seperti itu!" Ujar Jeha yang seketika berubah raut wajahnya.


"Lucas" lirih Serin.


"Lagi lagi pria bajingan itu! Saya benar benar membencinya!"


"Dia membuat berita palsu tentang dirinya yang memiliki kekasih dua yaitu aku dan adikku Soomin" Jawab Serin.


"Jangan menangis ya! Saya akan balas orang itu karena telah menyakiti kamu" ujar Jeha membuat Serin melongo kaget.


"Haha.. ada ada aja kamu"


"Saya akan pasti dia menerima ganjaran karena telah membuat kamu menangis" ujar Jeha dengan amarah yang terlihat dari wajahnya.


Serin merasa lebih baik setelah mendengar perkataan dari Jeha. Rasa sedih dan takut langsung sirna sekejap mata, digantikan oleh tawa juga senyum lebar berkat hadirnya seorang Jeha di dunia ini.


"Jeha temanin saya tidur malam ini!" Pinta Serin melirih.


"Saya selalu menemani kamu setiap malam"


"Maksudku berbaringlah di sampingku, aku ingin dekat denganmu" pinta Serin sekali lagi.


Dengan senang hati mengangguk lalu mengikuti Serin yang berjalan menuju kamarnya. Di ranjang tidurnya Serin mengeser tubuhnya ke pinggiran agar Jeha bisa ikutan berbaring disampingnya tidak lupa Serin juga memberikan bantal pada Jeha.


"Serin saya tidak tidur"


"Biarin biar kamu nyaman di sini"


"Saya selalu merasa nyaman jika bersama dengan Serin"


Serin pun berbaring di temani oleh Jeha di sampingnya. Karena biasanya Jeha hanya duduk di kursi mejanya rias dia tidak mau menganggu tidurnya Serin dan menunggu Serin sampai bangun.


"Jeha jangan tinggalin aku ya! Tetap di sini" pinta Serin yang matanya mulai terpejam karena lelah dan mengantuk.


"Saya janji"


"Mimpi indah kesayanganku" Jeha mengecup dahi Serin walaupun hanya tembus pandang.


Ku mohon Serin jangan bersedih lagi! Saya tidak sanggup melihat kamu menangis.


Saya pasti akan memberikan pelajaran pada orang orang yang berani menyakiti kamu..


Saya janji..

__ADS_1


__ADS_2