
Serin dan Xiaojun pergi menuju mobil yang terparkir di garasi apartemennya. Sesampainya di sana Serin langsung di kejutkan oleh Jeha yang sudah duduk di kursi belakang mobil sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. Wajah terlihat sedikit kesal.
"Kamu duduk di belakang ya temani saya" pinta Jeha.
Serin hanya diam tidak menyahut karena di sini ada Xiaojun. Jika Xiaojun melihat Serin berbicara sendirian mungkin dia akan di anggap gila.
Serin membuka pintu belakang mobil untuk duduk di sana tapi Xiaojun mencegahnya.
"Serin kok kamu duduk di belakang sih?" Tanya Xiaojun.
"Emang kenapa kalau aku duduk di belakang?" Tanya balik Serin.
"Masa aku cuma di jadiin supir sih" Jawab Xiaojun sedikit memelas.
Serin yang tak enak hati pun langsung duduk di depan bersama Xiaojun yang menyetir.
"Oke oke aku duduk di depan"
"Nah gitu dong" Xiaojun tersenyum membukakan pintu mobilnya.
Sementara Jeha terus mengerutkan wajah ia tak senang jika Serin tak menuruti keinginannya. Tapi gadis itu menyadari jika kekasihnya sedang merajuk kemudian ia memberikan isyarat pada Jeha " jangan marah ya nanti tampannya hilang loh" ucap Serin mentelepatikan ucapannya pada Jeha.
Dan sepertinya Jeha mengerti isyarat yang di berikan oleh Serin.
Serin dan Xiaojun pun pergi menjenguk Lucas yang sedang di rawat di rumah sakit. Tidak lupa ia juga mampir ke sebuah toko roti ya kali menjenguk orang sakit dengan tangan kosong. Malu cuy...
***
Di toko roti Serin melahap roti cokelat yang beberapa saat lalu di antarkan oleh seorang pelayan dengan sangat lahap.
"Hmm... Benar benar sangat enak. Rasanya sangat lezat" ujar Serin semangat.
"Kau sangat hebat Xiaojun bisa menemukan tempat"
"Kalau gitu aku akan membeli toko ini untukmu!" Ujar Xiaojun yang tampaknya serius.
"Hahahaha kebiasaan orang kaya memang berbeda" Serin tertawa.
Xiaojun kemudian mengusap lembut rambut Serin." Makanlah pelan pelan! Tidak akan ada yang berani merebut roti itu darimu, Serin."
"Hehehehe iya" ucap Serin Cengengesan.
"Kalau gitu aku ke kasir dulu untuk bayar." Ucap Xiaojun langsung pergi menuju kasir.
"Kamu sangat rakus sekali Serin" gerutu Jeha yang tiba-tiba ada di samping Serin.
"Sirik aja" dengus Serin.
Melihat betapa lahapnya Serin memakan roti itu. Jeha merasa sedikit khawatir.
"Jangan berlebihan makannya itu tidak baik! Makan yang berlebihan bisa menyebabkan sakit. Jika kamu sakit siapa yang repot? Siapa yang khawatir? Saya." Ceramah Jeha.
__ADS_1
"Bawel ih" bantah Serin.
"Biarin demi kamu juga saya bawel. Karena saya perduli pada kamu" Jawab Jeha.
"Iya sayangku"
Jeha membeku di tempatnya, untuk pertama kalinya ia benar benar merasa mempunyai seorang kekasih yang memanggilnya Sayang. Pipinya langsung memerah seketika karena ini pertama kalinya bagi Jeha berpacaran pas masih Hidup dulu ia tidak pernah merasa kisah kasih sayang dengan seorang gadis. Bisa di bilang Serin adalah cinta pertama dan terakhirnya.
Tuhan hati saya sangat berdebar debar.
"Kamu tau gak? Aku suka banget makan roti cokelat." Kata Serin sambil melahap sepotong roti.
"Oh iya? Sejak kapan?" Tanya Jeha menimpali dengan polos.
"Sejak kecil. Dulu waktu aku sekolah, Renjun sering berbagi bekal roti cokelatnya padaku dan aku malah menghabiskan bekal nya kemudian ia malah nangis dan aku sering meledeknya." Jawab Serin tertawa kecil mengingat masa lalunya bersama Renjun.
"Lagi lagi Kamu membicarakan pria lain di hadapanku" jawab Jeha lesu.
"Tapi ada sesuatu yang aku lebih suka dari roti cokelat"
"Saya tau jawabannya" ketus Jeha yang mengira jawabannya Renjun.
"Suka kamu"
"Serin! Kamu selalu membuat saya cemburu tapi akhirnya kamu malah menggoda saya" pekik Jeha merasa jantungnya berdebar debar.
"Hehe.. habis aku suka gemes lihat wajah kamu yang cemburuan itu" goda Serin
"Ingat ya Jeha aku cuma cinta sama kamu"
"Serius?"
"Iya sayang."
Deg.
Blush!
Tidak amat. Jangan Jeha sudah melompat lompat dan berdebar kencang tak karuan seakan mau copot.
"Seperti Xiaojun sudah selesai. Aku pergi ke sana ya" ujar Serin.
"Ingat! Jangan terlalu dekat ya" balas Jeha.
"Emang kenapa kalau aku dekat?" Tanya Serin sedikit bercanda.
"Saya cemburu." Kata Jeha terus terang.
"Gemes banget pacar aku Si hantu tampan ini" Serin gemas dan mencubit lengan Jeha.
Keduanya tertawa lepas, Serin juga malu malu saat Jeha mengutarakan isi hatinya. Cemburu? Ah, Serin jadi salah tingkah sendiri bisa bisanya hanya merasa cemburu.
__ADS_1
"Kebiasaan deh, bikin aku salah tingkah mulu." Ujar Serin berjalan sambil meninggalkan Jeha sendirian.
"Ingat! Saya selalu mengawasi loh"
"Dia benar benar sangat posesif sekali"
Saat Serin hendak menghampiri Xiaojun tiba tiba ada suara seseorang memanggilnya.
"Hai Serin? Apa yang kamu lakukan disini?" Serin pun menoleh untuk melihat pria yang menyapanya itu. Dan ternyata dia adalah Suho.
"Hai kebetulan sekali kita bertemu di sini" Jawab Serin tersenyum.
"Iya, kau sendirian?"
"Tidak aku di temani oleh seseorang "
"Serin ayo aku sudah selesai membayarnya." Xiaojun yang baru saja datang menghampiri Serin.
"Ngapain pria setengah elit sepertimu ada di sini?" Ketus Xiaojun sinis.
Sementara Suho terlihat tidak senang melihat Serin bersama dengan Xiaojun.
"Ayo Serin kita pergi" Xiaojun langsung mengandeng tangan Serin.
"Suho maaf ya aku duluan" ucap Serin tak enak.
"Aku tau kau adalah CEO agensi. Tapi aku sarankan jangan tunjukkan kedekatan yang berlebihan di depan publik! Atau nanti publik akan menyangka jika CEO agensi Xiaojun sedang berkencan dengan anak naungannya" tegur Suho.
"Ayolah apa itu masuk akal kau mencampuri urusanku?"
"Tentu saja itu akan membuat citra Serin jadi jelas" ujar Suho.
"Aduh kalian sudah dong. Jangan bertengkar lagi" Serin berusaha memisahkan Xiaojun dan Suho.
"Tidak Serin. Bocah setengah elit ini sudah sangat sombong sekali semenjak dirinya terpilih menjadi menjadi ahli waris MG Entertainment." Ujar Xiaojun marah.
"Ingat Suho itu semua bukanlah hak mu! Kau telah merampas milik temanmu sendiri" bisik Xiaojun di telinga Suho.
"Ayo Serin kita pergi"
Dengan cepat Xiaojun mengandeng tangan Serin dan berjalan menuju mobilnya. Sementara dengan ekspresi terpelongo kaget Suho menatap Xiaojun dari belakang.
Bagaimana dia bisa tau?
Ekspresi wajah Suho langsung berubah ketakutan.
Aku harus menyingkirkan sebelum orang lain tau!!
Tapi sangat sulit untuk mendekati dirinya!!
Dia di jaga sangat ketat sekali.
__ADS_1