Cinta Tulus Arka

Cinta Tulus Arka
8


__ADS_3

"Eh siapa yang nyuruh duduk di situ?". Ucap Arka sinis.


"Heh? Ohh... sorry Gua ganggu yah?". Ucap Farel menanggapi ucapan Arka.


"Iyah".


"Enggak kok". Ucap Aya dan Arka bersamaan namun berbeda kalimat.


"Apaan sih lu Ar?". Ucap Aya mendelik kepada Arka.


"Iyah Gua gak suka ada orang tiba-tiba datang dan sok akrab duduk di deket lu lagi". Ucap Arka jujur namun pedas.


"Arka". Ucap Aya pelan, namun penuh dengan penekanan kepada Arka.


"Kenapa??"


"it's okay, gak apa-apa, emang salah Kakak juga sih duduk tanpa izin". Ucap Farel kemudian bangkit berdiri dari duduknya.


"Kak, Maaf yah... temen aku emang rese".


"Hem... Iyah gak apa-apa, lain kali kita makan bareng yah, Kakak pergi dulu".


"Heh, Iyah, sekali lagi maaf yah Kak, aku jadi gak enak".


"It's okay". Ucap Farel dengan senyum tulus kepada Aya kemudian kepada Arka.


***


"Arka lu apa-apaan sih".Ucap Aya kemudian setelah Farel pergi dari jangkauan matanya.


"Lu yang apa-apaan, Hah? sejak kapan sih lu bisa ngobrol sama cowok selain gua?".


"Yah sejak gua kenal Kak Farel, cuma dia orang yang gak mandang aku rendah atau memandang fisik".


"Hah? cuma dia? lah gua dari kapan tahun di samping lu Ay, lu gak pernah liat gua sedikitpun?".


"Iyah maksud gua selain lu dan Abang Gua".


"Tahu deh, biasanya kalimat pertama itu yang bener, tulus dari hati". Ucap Arka kemudian aura bed mood kembali datang.


"Yaudah sih... maaf". Ucap Aya kemudian memakan makanan yang sudah ada di depan mata tanpa sedikitpun memperdulikan Arka.


Di saat Aya sedang asyik-asyiknya memakan hidangan yang Arka pesan tadi, tak lama kemudian datanglah wanita bertubuh tinggi dan glowing berkulit putih menyapa Arka.


Dan tidak sedikitpun ada niatan Arka untuk membalas perbuatan Aya terhadapnya.


"Arka?". Ucap wanita itu.


"Heh?". Ucap Arka mengalihkan pandangannya dari Aya untuk melihat siapa gerangan yang memanggil namanya.


"Euh... hei".


"Kamu ada disini juga? kenapa gak bilang? tahu gitu tadi kita bisa nonton bioskop barengkan". Ucap wanita itu dengan nada manja.


"Heh... Iya, sorry... Gua lagi sama Cewek Gue". Ucap Arka singkat namun menusuk. Seketika itu juga raut wajah wanita itu berubah.


Yang sebelumnya manja kini terlihat lebih jutek dan menatapku dengan tatapan tidak suka.


"Heh? Bukannya lu bilang lu lagi jomblo?".


"Hem Iyah kemarin, sekarang enggak".


"Oh gitu yah". Ucapnya sendu


"Haha... jangan percaya, Kakak lupa aku siapa? kita pernah ketemu loh sebelumnya". Ucapku dengan nada santai diselingi tawa.


"Hah? siapa, kayaknya enggak deh".


"Hm, waktu itu Kakak datang ke rumah ku".


"Rumah?". Wanita itu terlihat mengingat-ingat.


"Hm, aku tetangganya Arka". Ucapku kemudian.


"Oh ya Tuhan, sorry yah aku lupa". Ucapnya dengan tawa.


"Jadi? kalian?".

__ADS_1


"Kita cuma temen doang yang kebetulan bertetanggaan juga". Ucapku dengan tegas.


"Ay?".


"Yah gitu deh kalau punya temen sekaligus tetangga tiap hari ketemu". Ucapku tidak menanggapi ucapan Arka.


"Oh gitu, lucu yah". Ucapnya ramah, kemudian duduk tak jauh dari tempat Arka.


"Hm, eh mau pesan apa?".


"Ay, aku buru-buru cepetan makannya!". Ucap Arka makin-makin bad mood.


"Iyah, sabar dong". Ucapku lembut.


"Aku tunggu di mobil aja yah".


"Hah? yaudah, kalau mau pulang juga boleh, nanti aku pulang bisa naik taxi atau gocar, gampanglah". Ucapku kemudian.


"Ay, aku tunggu di mobil, jangan lama!". Jawab Arka tak mau di bantah.


"Hem, sorry yah Arka emang gitu, kalau lagi badmood".


"It's okay".


"Kalau gitu aku duluan yah".


"Yah".


Aku segera pergi menuju basemen, kulihat Arka tengah bersandar di kursi penumpang sembari memejamkan kedua matanya. Aku segera menghampiri Arka, lalu ku ketuk kaca mobil itu. Tak lama Arka membuka kaca itu.


"Udah makannya?".


"Belumlah, tadi kamu tahu sendiri aku baru makan beberapa suap". Jawabku sedikit kesal.


"Yaudah pulang yuk, makannya di lanjut di rumah aku aja". Tawar Arka.


"Hm... yaudah".


"Kenapa? kok mukanya cemberut gitu?".


"Yakin?".


"Iyah, cepetan keluar!". Perintahku.


"Ay?".


"Hm?".


"Aku lagi males nyetir, kamu aja yah?".


"Heh? tapikan aku udah lama gak bawa mobil, kamu gak takut apa?".


"Iyah sekalian belajar!".


"Tapi..."


"Udah cepetan masuk, gak ada tapi-tapi".


"Iyah-iyah".


Akhirnya mau tidak mau Ayana pun mengendarai mobil mewah milik Arka.



"Aduh Ar gua gemeteran nih".


"Rileks! tarik nafas hembuskan!". Ucap Arka sembari menatapku dengan lekat.


"Heh, lu kira gua mau lahiran apa?".


"Iyah, pokoknya lu harus santai gak usah grogi, kalau enggak nyawa kita taruhannya".


"Ar, lu ngomong apaan sih, bukannya bikin gua rileks malah bikin gua parno".


"Ya abisnya lu protes mulu, yaudah lu menepi deh ! biar gua aja yang nyetir". Perintah Arka.


Tak lama kemudian aku pun segera menepikan mobil, lalu kita bertukar posisi.

__ADS_1


"Ay?".


"Apa lagi?".


"Gua mau bawa lu ke suatu tempat".


"Kemana?".


"Ade deh, pokoknya tempatnya bagus dan lu pasti suka".


"Yakin gua pasti suka?".


"Yakin dong".


"Oke, tapi... kalau gua gak suka gimana?


"Kalau lu gak suka, gua traktir lu makan sepuasnya! selama sebulan".


"Oke... deal!". Ucapku bersemangat.


30 menit berlalu, dengan perut kelaparan akhinya aku memutuskan untuk tidur, sementara itu Arka tampak bersemangat membawaku ke tempat yang ia tuju.


Dua jam berlalu, Arka membangunkan ku dan


...



"Hehh... ini kita sedang dimana?".Tanyaku seperti orang linglung.


"Welcome to pulau Tidung". Ucap Arka dengan sumringah.


"Hah?".


"Iyah, aku yakin banget kamu pasti belum pernah kesini kan?".


"Emangnya lu udah pernah?". Tanyaku.


"Udah, cuma untuk survey doang".


"Heh? survey, buat?".


"Buat ngajak lu kesinilah".


"Hah, seniat itu?". Tanyaku lagi tak percaya.


"Iyah, untuk hari ini gua bakalan jadi Tour Guide lu, jadi lu manfaatin kesempatan langka ini sebaik mungkin!". Perintah Arka.


"Caileh gaya-gayaan jadi Tour Guide". Ucapku sembari tak dapat menahan tawa.


"Hm. . . Ahh.. lu pasti laper kan? let's go kita makan dulu". Ucap Arka


"Iyah gua laperrr banget". Jawabku dengan semangat.


Kemudian kita berjalan beriringan menuju Pulau Tidung kecil



Aku berjalan tak jauh dari samping Arka, kemudian tanganku di genggam oleh tangan Arka.


"Apa?". Tanyaku


Tapi Arka tidak berkata apa-apa, dia hanya tersenyum lebar kearah ku.


"Apaan sih Ar? banyak orang tahu". Ucapku sedikit risih dengan perlakuan Arka yang tak biasa kepadaku.


"Biarin aja!". Ucapnya seolah tak perduli.


"Orang lain akan beranggapan kita itu pasangan". Ucapku lagi.


"Oh yeah, Bagus dong... itu memang yang aku mau". Ucap lagi Arka tak menghiraukan keluhan ku.


"Tapi...".


"Udah deh! untuk hari ini aja! kamu bisa gak, nurut aja, gak usah banyak protes!". Ucap Arka semakin memperkuat memegang tangan ku.


Next?

__ADS_1


__ADS_2