Cinta Untuk Aiden

Cinta Untuk Aiden
Cinta Aiden - Part 17


__ADS_3

Edwin merasa ada yang aneh dengan interaksi Aiden juga Cantika. Saat ini ketiga orang itu berada di ruangan Edwin. Cantika mencatat apa yang diperintahkan oleh Edwin tanpa berani menoleh apalagi menatap Aiden.


Sedangkan Aiden, berkali-kali mencuri pandang pada Cantika tanpa dia ketahui kalau Edwin menyaksikan hal itu.


“Jangan lupa kamu hubungi HRD apa sudah mendapatkan kandidat sekretaris Aiden,” titah Edwin.


“Baik, Pak. Akan saya langsung hubungi setelah ini,” sahut Cantika.


“Aiden, Papa sudah lama tidak melihat kamu dengan Rosa.”


Deg.


Rosa, kenapa namanya sama dengan Rosa sepupuku.


“Hm, kami sudah tidak berpartner lagi.”


“Ajak dia makan malam, Bunda pasti senang dengan kedatangan Rosa."


Aiden menatap Edwin, entah kenapa Aiden merasa papanya ada maksud dengan kedekatannya bersama Rosa.


“Cantika, tunggu.” Aiden menahan tangan Cantika.


“Maaf pak, bisa lepaskan tangan saya.”


“Pembicaraan kita belum selesai,  kamu ….”


“Tidak bisa, saya tidak bisa. Sudah ada yang melamar saya,” tutur Cantika.


Aiden terkekeh, “Itu hanya alasan.”

__ADS_1


“Itu kejujuran. Ada pria yang sudah lama menunggu jawaban saya untuk menjadi istrinya dan ….” Cantika menjeda ucapannya. Dia mengeluarkan ponsel, membuka layar dan menunjukan pada Aiden.


“Namanya Naila, lima tahun. Dia memanggil saya, Bunda. Saya harap Pak Aiden mengerti dengan hal ini,” tutur Cantika kemudian meninggalkan Aiden yang masih terkejut dengan apa yang dia dengar.


Cantika berada di toilet, mengatur nafasnya dan bersandar pada pintu. Apa yang dia katakan tidak semuanya benar, Naila memanggilnya Bunda walaupun bukan lahir dari rahimnya dan pria yang melamar adalah ayah dari Naila.


“Semoga dia menyerah.”


...***...


“Aiden,” panggil Edwin.


Edwin sudah tiba di rumah lebih awal dan Aiden sudah cukup malam saat dia tiba.


“Duduk!”


“Papa hanya ingin yang terbaik untukmu. Kalau selama ini wanita yang kami pilihkan tidak bisa membuatmu tertarik, bukan berarti kami akan setuju saja siapa wanita yang kamu pilih meskipun kamu mulai tertarik dengannya.”


“Maksud Papa?”


“Kamu tahu maksudku Aiden, Papa tidak setuju dengan Cantika.”


Deg.


Rasanya Aiden ingin mengumpat karena emosi, bahkan detak jantungnya terasa lebih kencang dari biasanya. Menghela nafas pelan, Aiden berusaha menenangkan diri.


“Bagaimana bisa Papa berkesimpulan aku dengan Cantika ada ….”


“Karena gestur tubuh kamu. Papa pernah muda dan tahu mana pria yang sedang jatuh cinta atau patah hati dan kamu sedang mengalaminya. Jatuh cinta,” tutur Edwin.

__ADS_1


“Benarkah? Kamu menyukai sekretaris baru Papa kamu?” tanya Ayu harap-harap cemas.


Sebelumnya Ayu khawatir kalau Edwin akan tergoda dengan sekretarisnya yang baru, pernah sekilas melihat foto wanita itu dan merasa hilang percaya diri karena wanita itu aslinya lebih cantik.


“Bukan begitu,” sahut Aiden. “Aku sedang mencari tahu situasi dan perasaan kami.”


“Aiden, kamu tahu siapa Cantika?”


“Tentu saja, dia bocah yang sering ditemui ketika berkunjung ke rumah nenek dan kakek.”


“Apa? Jadi Cantika adalah perempuan itu?” tanya Ayu. "Yang sudah membuat kamu menutup hati dan menolak cinta dari wanita manapun?"


Aiden hanya menganggukkan kepala, berharap Bundanya akan berpihak kepadanya agar dia tidak merasa berjuang sendirian.


“Wanita itu punya anak, bahkan kamu tidak tahu siapa dan bagaimana karakter Ayah anaknya,” tutur Edwin.


“Tapi Pah, aku yakin dia perempuan baik-baik dan masalah anak aku akan coba dekat dengan bocah itu,” tutur Aiden bahkan menghiraukan apa yang Cantika katakan.


“Tidak Aiden, untuk kali ini kamu harus dengar Papa dan jangan bertindak semau kamu.”


“Entah kenapa aku merasa seperti tersangka  kejahatan,” ungkap Aiden. “Aku sudah lelah, bisa aku kembali ke kamar?”


Sampai di kamar, Aiden segera membersihkan diri bahkan saat ini sudah berbaring di ranjang menatap langit-langit kamarnya. Tersentak karena bunyi notifikasi pesan masuk.


[Bagaimana hari-hari tanpa diriku? Pasti bete ya?]


[Kalau mau chat atau telepon duluan, ya nggak masalah]


Aiden tersenyum membaca pesan dari Rosa.

__ADS_1


__ADS_2