Cinta Untuk Aiden

Cinta Untuk Aiden
Cinta Aiden - Part 29


__ADS_3

“Menurut kamu?” tanya Edwin.


“Papa benar setuju?”


“Iya,” jawab Edwin.


Aiden mengucap syukur bahkan sampai mengusap wajahnya dan tersenyum bangga.


“Terima kasih, Pah juga Bunda. Aku tahu kalian pasti akan selalu mendukungku,” ujar Aiden.


“Bunda ingin jenguk Naila deh,” usul Ayu. “Melody, temani Bunda ya.”


“Hm, boleh.”


“Tapi kamu sore ini pulang ke rumah jangan ke rumah sakit. Bunda akan jenguk putri Cantika sekaligus menyampaikan rencana berkunjung untuk melamar setelah putri Cantika keluar dari rumah sakit,” tutur Edwin.


Aiden baru akan menyela tapi urung karena lirikan mata Ayu, agar Aiden tidak mendebat Papanya. Restu sudah diberikan, untuk saat ini hal itu adalah yang paling utama.


Edwin mengajak Aiden untuk berangkat bersama, memastikan agar putranya tidak mampir ke rumah sakit. Sebelum keduanya sah menjadi pasangan, Edwin tidak ingin Aiden dan Cantika menjadi pembicaraan.


...***...


“Selamat siang,” sapa Ayu yang memasuki kamar perawatan Naila.


“Siang. Oh, Ibu Edwin. Mari silahkan masuk Bu,” tutur Cantika ketika memastikan yang datang adalah istri dari atasannya.


Ayu dan Melody pun menghampiri ranjang di mana Naila masih terbaring.

__ADS_1


“Apa kabarmu, sayang?” tanya Ayu sambil mengusap kepala Naila.


“Lebih baik, tante.”


“Jangan panggil tante dong, tapi ….”


“Oma,” ujar Melody sambil terkikik menyela ucapan Ayu.


“Oma?” tanya Naila.


Ayu hanya tersenyum.


“Kami jadi merepotkan Ibu sampai harus datang kemari,” ujar Cantika yang tidak menyangka akan dikunjungi oleh Ayu.


“Tidak repot, aku hanya ingin memastikan kondisi putrimu. Kalau tidak keberatan bisa kita bicara sebentar, Melody yang akan menemani Naila.”


“Oh, boleh bu.”


“Cantika, aku mewakili Aiden ingin menyampaikan kalau kami akan datang bersilaturahmi untuk melamar kamu setelah Naila pulang dan keadaannya sudah stabil.”


Cantika tidak percaya dengan apa yang dia dengar, bahkan saat ini gadis itu sudah mengangkat wajahnya menatap wanita yang akan menjadi calon Ibu mertuanya.


“Apa Ibu yakin? Maksud aku, keluarga kalian yakin akan menjadikan aku sebagai bagian dari keluarga. Seperti yang kalian tahu kalau Naila ….”


“Bukan putrimu,” sela Ayu. “Kamu tahu kenapa Aiden bisa langsung memiliki chemistry dengan Naila?”


Cantika menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Karena kondisi Aiden ketika kecil ada kemiripan dengan Naila. Aku bukan ibu kandung Aiden,” tutur Ayu. “Kami yakin kamu adalah wanita yang tepat untuk menjadi pendamping Aiden terlepas kamu adalah masa lalu putraku atau bukan.”


“Tapi Bu, keluarga saya bukan keluarga harmonis bahkan jauh dari kata sempurna.”


“Tidak masalah, yang akan menjalani pernikahan adalah kamu dan Aiden. Keluarga hanya mendukung saja,” ujar Ayu lagi. “Dari sekian banyak wanita yang dikenalkan dengan Aiden, tidak ada satupun yang membuatnya tertarik. Mungkin sudah takdir kalau cintanya kembali bermuara di kamu,” ungkap Ayu.


Setelah pembicaraan antara kedua wanita beda usia itu selesai dan Ayu serta Melody undur diri. Cantika pun menyampaikan pada Naila mengenai Aiden.


“Kalau Bunda menikah, kamu senang tidak?”


“Tentu saja Bun, aku akan mendapatkan orangtua yang lengkap,” sahut Naila.


“Bunda akan menikah dengan Om Aiden,” ujar Cantika lirih tapi masih bisa didengar oleh Naila.


“Om Aiden?” tanya Naila.


Cantika menganggukan kepalanya.  “Kamu setuju?”


Naila tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipinya.


“Tentu saja aku setuju,aku mau Om Aiden menjadi Ayahku,” ungkap Naila dengan ceria.


Cantika bernafas lega, karena Naila mendukung dan tidak menolak kalau Aiden akan menjadi bagian dari mereka.


...***...


Sudah dua hari berlalu semenjak kepulangan Naila dari rumah sakit setelah tindakan operasi, Cantika sudah kembali masuk kerja. Namun, ada sesuatu yang ganjal dan membuat hal itu menjadi beban pikiran Cantika.

__ADS_1


Setelah Ayu menemui Cantika dan mengatakan akan segera melamar setelah kondisi Naila lebih baik, Aiden seakan menghilang. Pria itu tidak ada menghubungi ataupun mendatangi Cantika.


 


__ADS_2