Cinta Untuk Aiden

Cinta Untuk Aiden
Cinta Aiden - Part 35


__ADS_3

Cantika akhirnya setuju untuk melaksanakan foto prewed. Bertempat di sebuah hotel dalam sebuah kamar suite pengambilan gambar dengan tema resmi di mana Cantika mengenakan gaun dan Aiden dengan setelan jas.


Mengikuti arahan fotografer, keduanya bergaya dan berpose. Bahkan ada sesi di mana tubuh keduanya begitu dekat, wajah Aiden memandang lekat wajah Cantika yang memandang ke arah lain. Juga pose di mana hidung Cantika dan Aiden yang saling menempel dengan wajah keduanya sedang tersenyum.


“Oke, good. Coba dilihat dulu, kalau sudah oke kita pindah tema berikutnya dan lokasi,” ujar fotografer.


Aiden melihat satu persatu hasil foto pada layar, sedangkan Cantika menyerahkan sepenuhnya pada Aiden. Wanita itu sudah duduk di sofa dan membuat botol air mineral.


“Oke, bagus. Lanjut yang berikutnya.”                                                                                                 


Tema berikutnya adalah casual. Jika tadi Cantika di make up dan tatanan rambut dibuat cepolan, kali ini rambutnya dibuat bergelombang dan terurai. Keduanya terlihat lebih trendy dan sporty. Pengambilan gambar dilakukan di fasilitas hotel.


Untuk yang kali ini agak lama, karena Cantika berkali-kali mengulang pose. Sepertinya wanita itu sudah lelah, hingga menjadi kurang fokus.


“Sudah cukup,” titah Aiden.


“Dicek dulu ya. Mumpung masih pakaian lengkap dan masih di lokasi. Biar gak ngulang lagi.”


Aiden kembali melihat semua hasil foto, kemudian mengiyakan dan mengajak Cantika pulang setelah mengganti pakaian mereka.


“Minggu depan kamu sudah bisa off, pengganti sudah mulai dua hari lagi,” tutur Aiden sambil fokus mengemudi.


“Hm.” Cantika berkali-kali menguap saat dalam perjalanan pulang.


“Sabar, sebentar lagi sampai.”


Mobil sudah berhenti di depan pagar tempat tinggal Cantika, Aiden ikut turun dan mengantar sampai beranda. Pria itu baru akan pamit tapi terdengar kunci pintu terbuka.


“Nak Aiden,” panggil Ibu Ayana.


“Malam Bu, maaf agak larut karena baru selesai,” sapa Aiden.


“Oh, tidak masalah. Kamu masuklah,” titah Ibu pada Cantika tapi gadis itu ragu. Khawatir jika Ibunya malah bicara atau minta yang aneh-aneh pada Aiden.

__ADS_1


“Sudah malam Bu dan besok pagi Aiden harus menghadiri pertemuan dengan klien,” tutur Cantika dengan asa bahkan Aiden sampai bingung karena calon istrinya berkata demikian.


“Benarkah nak Aiden?”


Aiden menatap Cantika yang mengedipkan matanya, “I-iya, Bu. Saya permisi dulu,” pamit Aiden.


“Ibu mau bicara apa sih dengan Aiden?”


“Masalah rumah.”


“Rumah apa?”


“Rumah yang akan aku tempati nanti,” jawab Ayana.


Cantika hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Ibunya.


...***...


Satu hati menjelang pernikahan, Cantika dan keluarganya sudah berada di hotel tempat akad dan resepsi diadakan. Rosa pun ikut menemani, memastikan Naila aman dan tidak terabaikan disela kesibukan Cantika.


“Fasilitas dari WO, ya nikmati saja,” jawab Cantika. “Owh iya, kamu belum cerita masalah Pram.”


“Kamu tahu dari mana tentang Pram?” tanya Rosa.


“Dari Aiden, Pram itu sahabatnya Aiden ‘kan?”


Rosa menganggukkan kepalanya, Pram memang semakin intens mendekatinya. Selalu mengajak makan siang bersama termasuk menawarkan mengantar pulang.


“Iya, mereka bertiga bersahabat.”


“Bertiga?” tanya Cantika.


“Hm, satu lagi si Mai. Ibu Manager yang lumayan cerewet dan galak,” sahut Rosa.

__ADS_1


Jadi, Mai sahabat Aiden. Jangan-jangan wanita itu menyukai Aiden makanya sampai berani mencium bahkan di depanku, batin Cantika.


“Mai pernah suka dengan Aiden loh,” ungkap Rosa.


“Hm.”


“Kamu sudah tahu?”


“Hanya tebakan aku, tapi lihat dari gelagatnya begitu dan ternyata benar ya.”


“Tidak usah meragukan Aiden, dia setia sama kamu. Sudah lebih dari sepuluh tahun dia menunggu kamu, jadi kalau hanya Mai sih lewat,” tutur Rosa lalu kedua wanita itu terkekeh.


Malam harinya, Cantika tidak bisa tidur. Naila sudah bersama Rosa di kamar yang lain, begitu pula dengan Ibu Ayana.


[Belum tidur?] ~ Aiden


Pesan masuk dari Aiden, yang langsung dibalas oleh Cantika.


[Belum, bagaimana bisa tidur besok hari bersejarah dalam hidupku] ~ Me


[Sama] ~ Aiden


[Aku gugup banget] ~ Aiden


[Kenapa?] ~ Me


[Menghalalkan kamu banyak rintangannya jadi saat sudah di tujuan malah jadi gugup begini] Aiden


Ternyata ada pesan masuk dari Rosa.


[Tidur woy] ~ Rosa


Ternyata Rosa mengirimkan pesan tersebut bukan hanya untuknya tapi juga kepada Aiden.

__ADS_1


 


__ADS_2