
“Heran, bukannya pada tidur biar besok segar. Ini masih saja pada online,” gumam Rosa setelah mengirimkan pesan pada calon pengantin. Rosa membuka room chat Cantika dan memperlihatkan kalau kerabatnya itu sedang online dan ternyata Aiden pun sama.
Tidak lama kemudian ada pesan balasan dari calon pengantin dengan isi yang sama.
[Hm] ~ Pak Aiden
[Hm ~ Mbak Cantika
“Dasar memang kalian berjodoh. Isi pesan aja bisa sama begini.”
...***...
Hari masih pagi tapi Cantika sudah bersiap dan sedang di make up, Naila tidak sabar untuk menemui Cantika. Akhirnya Rosa ajak Naila ke kamar Cantika.
“Wah, Bunda cantik banget. Pantas aja Om Aiden mau menikah dengan Bunda,” puji Naila.
“Anak Bunda bisa aja.”
Rosa mengambil gambar bertiga bersama Cantika dan Naila.
Di saat Aiden masih mempersiapkan dirinya, begitu pula dengan Cantika. Lain halnya dengan Edwin dan Ayu yang saat ini bersama Ayana. Edwin sudah mencari tahu bagaimana sifat dan karakter calon besannya dan berpeluang mengganggu hubungan Aiden dan Cantik.
“Ibu Ayana, kami sudah mendengar kalau Aiden sedang mempersiapkan tempat tinggal untuk Ibu. Tidak usah khawatir, kami mendukung ide tersebut termasuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari ibu. Namun, sebagai orang tua tentu saja kami tidak ingin rumah tangga Aiden dan Cantika nanti terganggu dengan keinginan Ibu yang macam-macam.”
__ADS_1
“Maksud Pak Edwin apa ya, keinginan yang bagaimana saya tidak paham?”
Edwin dan Ayu saling tatap.
“Jeng Ayana, kami tidak tanya Aiden tapi kami cari tahu sendiri kalau Jeng Ayana mengajukan lokasi tempat tinggal yang diinginkan. Mohon maaf kami tidak setuju lokasi itu, karena terlalu mewah untuk Ibu tempati sendiri dan Aiden harus membiayai dua rumah tangga. Jadi kami putuskan untuk memilih rumah yang lebih sederhana,” tutur Ayu.
“Tapi Aiden tidak keberatan.”
“Lalu setelah ini anda akan mengajukan apa lagi?” tanya Edwin yang mulai kesal dengan tingkah calon besannya.
Ayana hanya diam saja, karena dia menyampaikan untuk minta dibantu agar kebun dan ladang di kampung yang sudah digadaikan agar ditebus oleh Aiden.
“Ibu Ayana, saya bisa saja menggagalkan pernikahan Aiden dan Cantika tapi itu semua kembali pada Anda.”
“Jangan … tolong jangan dibatalkan. Saya janji tidak akan minta macam-macam lagi pada Aiden dan Cantika.”
Ayu menghela nafas lega mendengar janji yang diucapkan besannya.
“Jeng Ayana, kita hanya inginkan yang terbaik untuk anak-anak kita dan kebahagiaan mereka tentu saja kebahagiaan kita. Tolong jangan salah paham,” ungkap Ayu.
Ayana menganggukkan kepalanya, memang Aiden sudah banyak membantu keluarganya dan kalau sampai Edwin menggagalkan pernikahan Cantika dan Aiden tentu saja akan membuat malu dan menghancurkan perasaan putrinya.
Aiden beserta keluarganya sudah berada di ruangan di mana akad nikah akan dilaksanakan. Ibu dan kerabat Cantika juga sudah bergabung, termasuk Rosa dan menunggu kedatangan Cantika. Di luar ruangan ada kegaduhan, rupanya Adi ayah dari Naila membuat keributan dengan akan membawa Naila dan berusaha menggagalkan acara pernikahan.
__ADS_1
“Tenang saja, Papamu sudah menyiapkan orang untuk menangani laki-laki itu,” ujar Ayu sambil memastikan penampilan Aiden.
“Cantika adalah calon istriku, Ibunya sudah pernah menerima lamaranku,” teriak Adi.
Keluarga Aiden sudah mengantisipasi akan hal itu dan mempersiapkan tim keamanan bahkan memisahkan ruangan akad dan resepsi.
“Maaf Pak, silahkan pergi atau kami paksa keluar. Anda bukan kerabat dan keluarga dari mempelai,” ujar salah satu bagian keamanan.
Adi kembali berteriak, akhirnya bagian pengamanan membawa paksa pria itu agar tidak mengganggu jalannya acara.
Kembali ke ruangan acara, semua mata memandang Cantika yang berjalan melewati pintu bergandengan tangan bersama Naila. Bahkan Aiden sempat terpukau dan tidak mengedipkan matanya.
Cantika, kamu memang sangat cantik, gumam Aiden.
Cantika dan Aiden berhadapan dan saling melempar senyum.
“Ayo silahkan duduk,” ujar penghulu.
Cantika dan Aiden sudah duduk bersisian. Ayu mengusap punggung Aiden karena tahu putranya itu sedang gugup.
“Cukup satu kali ucap ijab qobul,” ujar Edwin menggoda Aiden.
__ADS_1