Cinta Yang Belum Selesai

Cinta Yang Belum Selesai
bab01


__ADS_3

Hai kenalinn ini cerita gua yang cintanya habis di pacar masa kecil yang ku sebut cinta monyet tapi cintakuu habis di dia.


kenalin dia adalah amsyar.namanya ga ada nama panjang cukup nama pendek tapi namanya udah selalu terkenang samlai sekrang aku ketemu dia di semabung baru di mana saya masih tinggal sama nenek dan bersekolah di sd 41.


perkenalkan nama guaa septa rahma dena yang selalu di panggil dengan sebutan denaa hehe tapi sering banget di panggil sama sahabat ku(dea fajar ayu)dia adalah temen yang selaluu ada untukku walaupun kita masih kecil haha.


pov "2010"


Kakak ! "


Gibran menoleh ke arah suara yang memanggil namanya, Khalilah berlari kecil kearahnya.


Kenapa harus lari-lari, dek " tegur Gibran. "Nanti kamu bisa kecapaian lho"


"Aku ga mau membuat kakak menunggu "kilah Khalilah saat tiba tepat di hadapan Gibran dengan napas sedikit tersengal.


Gibran mengambil tumble air minum dari dalam tasnya dan menyodorkannya pada Khalilah.


"Minum dek, biar capeknya kamu hilang "


Khalilah tersenyum dan meraih tumbler tersebut lalu meminumnya hingga rasa capeknya perlahan hilang. Khalilah terus meneguknya hingga air dalam tumbler tersebut habis tak tersisa.


"Kakak, maaf airnya aku habisin " kata Khalilah sambil cengengesan gak jelas membuat Gibran jadi gemas dan mencubit hidungnya yang mancung.


Untung kakak sayang sama adek " sahutnya sambil mengambil kembali tumbler air minumnya dan memasukkan ke dalam tas rangselnya.


Khalilah juga sayang sama kak Gibran "


"Iya kakak tahu. Ayuk kita pulang "


Gibran kemudian menggenggam tangan Khalilah dan keduanya berjalan pulang sambil berpegangan tangan.


Keduanya tinggal di kompleks yang sama walaupun berbeda beberapa blok. Gibran sendiri saat ini duduk di kelas VI sekolah dasar, sementara Khalilah duduk di bangku kelas IV di sekolah yang sama dengan Gibran.


Keduanya adalah anak tunggal dari keluarga yang berlimpah harta, dengan orang tua yang sibuk mencari duit hingga terkadang lupa mempunyai anak yang juga butuh perhatian selain limpahan materi.


Mungkin inilah yang menjadikan mereka berdua menjadi dekat satu dengan yang lain. Di mulai saat Gibran menolong Khalilah yang di ganggu oleh beberapa anak laki-laki dari luar kompleks perumahan mereka.

__ADS_1


Khalilah saat itu di palak di mintai duit oleh beberapa anak laki-laki seumuran Gibran atau bahkan lebih tua dari dirinya.


Melihat Khalilah yang sedang ketakutan dan hampir menangis, Gibran yang biasanya malas ikut campur urusan orang lain terpaksa merasa harus menolongnya.


#FLASHBACK ON#


Hai! Kalian apa tidak malu malakin anak kecil " sahut Gibran sambil berdiri di belakang tiga orang anak laki-laki yang sebaya dirinya.


"Siapa Lo ikut campur, sana pergi Lo, jangan ganggu kami" sahut salah seorang diantaranya yang maju dan mendorong Gibran hingga mundur berapa langkah.


"Kalian beraninya sama anak perempuan, cemen " ejek Gibran mengacungkan jempolnya secara terbalik ke arah ketiga anak laki-laki tersebut.


Lo berani sama kami huh?! "teriak salah seorang yang badannya lebih besar dari yang lain.


"Kalo ga berani ngapain juga gue tegur kalian? " Gibran mempoutkan bibirnya sembari menatap anak perempuan yang ada di belakang ketiga anak laki-laki tersebut terlihat ketakutan sambil memeluk tasnya.


Kamu ga apa-apa kan?" Mengacuhkan ketiganya Gibran malah bertanya pada anak perempuan tersebut. Anak perempuan tersebut menggeleng tapi kemudian mengangguk terlihat tidak fokus karena takut.


"Jangan sok pahlawan Lo, lebih baik Lo cabut dari sini ga usah ganggu kami " usir salah satu dari tiganya.


Kalian ini masih segini aja sudah model preman mau apa kalian besarnya, beban dunia Lo semua " bukannya pergi Gibran malah maju mendekati mereka bertiga.


Lagi pula Gibran merasa kasihan melihat anak perempuan yang sedang ketakutan karena tingkah preman ketiganya.


"Apaan Lo berani sama kita hah!! "bentak si anak yang paling besar melihat Gibran maju ke arah mereka.


Kan tadi gue bilang kalo gue ga berani ngapain gue tegur kalian? Pura-pura lupa Lo semua ??" sindir Gibran.


Kesal dengan kata-kata Gibran salah satu dari ketiganya maju menyerang Gibran tapi dengan satu gerakan anak tersebut kejengkal kebelakang kena tendang Gibran.


"Aduhhh" jeritnya saat bokongnya mencium aspal jalanan.


Melihat temannya yang mengaduh kedua anak laki-laki lainnya maju menyerang Gibran tapi nasib mereka tak jauh beda dengan teman mereka yang terduduk menahan sakit. Mereka menyusul kebanting ke aspal.


Segitu doang sok preman " sungut Gibran lalu berjalan mendekati anak perempuan yang sekarang terduduk sambil menutup mukanya dengan tas rangselnya yang berwarna pink dengan motif Hello Kitty.


Kamu baik-baik saja? ga usah takut ada aku, ayo Sudah berdiri ! " ajak Gibran sambil menjulurkan satu tangannya untuk membantu anak tersebut berdiri.

__ADS_1


Dengan masih merasa takut perempuan kecil tersebut lalu menyambut uluran tangan Gibran berdiri dan langsung memeluk tubuh Gibran karena merasa takut.


Sudah ga apa-apa jangan takut "bujuk Gibran sambil membelai rambutnya yang di kepang ekor kuda.


Gibran berbalik mencari ketiga anak tadi tapi ternyata ketiganya sudah kabur.


"Ah Cemen baru kena tendang sekali sudah langsung pada kabur, dasar preman karbitan sok malak beraninya sama anak perempuan " cibir Gibran gemas sendiri melihat lawannya sudah pada kabur entah kemana.


Kamu tinggalnya di mana ? "tanya Gibran sambil melepas pelukan anak perempuan tadi.


"Di kompleks depan kak "


jawabnya pelan masih merasa


takut dengan yang baru saja dia alami.


Oh kalo gitu kita sekompleks. Nama kamu siapa?" tanyanya.


"Khalilah " jawabnya menyebut namanya.


Aku Gibran. Kamu kelas berapa?"


Kelas empat kak "


"Oh kalo gitu kamu adik kelas aku. Besok - besok kamu pulang sama aku aja biar ga di gangguin lagi sama mereka'


Khalilah hanya mengangguk. "Terimakasih kak Gibran' katanya berterima kasih dan Gibran hanya mengangguk tersenyum.


"Ayo aku antar pulang " kata Gibran sambil menjulurkan tangannya ke arah Khalilah. " Pegang tangan aku biar kamu aman "


Khalilah tersenyum dan Gibran merasa senyumnya membuat wajahnya menjadi lebih cantik.


Kamu cantik sih makanya di ganggu anak-anak tadi. Kamu jadi pacar aku saja biar ga diganggu mereka lagi. Mau ? tembak Gibran membuat Khalilah menatapnya cengo. Ya iyalah sekecil itu ngajak pacaran dasar kid jaman now ckckckck....


Kita kan masih kecil kak, kok pacaran? Kata Mama ga boleh pacar-pacar kalo masih kecil " katanya setelah kagetnya hilang...


Ga apa-apa kok, kita pacarannya diam-diam aja. Mama kamu ga perlu tahu

__ADS_1


Emang boleh?" tanya Khalilah lugu.


Boleh dong. Sudah.


__ADS_2