Cinta Yang Belum Selesai

Cinta Yang Belum Selesai
bab13


__ADS_3

Menyempatkan waktu buat bersurat pun kau tak bisa, katanya pada dirinya sendiri. Khalilah pasti sedih karena suratnya tak kunjung datang. Dia pasti sangat kecewa pada dirinya.


Gibran menghentakkan kepalanya beberapa kali ke kasurnya benar-benar merasa sangat menyesal akan apa yang sudah di perbuatnya.


Dek, kamu dimana ? Kakak pengen ketemu sama kamu... Kakak kangen....


Lalu pria berusia dua puluh tahun tersebut menelungkup kan tubuhnya dan tertidur bersama rasa bersalahnya.


Seminggu sudah Gibran berada di Jakarta dan ini adalah hari terakhirnya. Pesawatnya akan take off jam tujuh malam ini.


Beberapa hari ini Gibran berusaha mencari tahu keberadaan Khalilah tapi sepertinya semesta belum merestui mereka untuk bertemu.


Sebelum menuju ke bandara, Gibran meminta Pak Soleh untuk mengantarnya ke pemakaman di mana Omanya di makamkan. Jam sudah hampir menunjukkan pukul lima sore saat mobilnya berhenti di depan TPU tepat saat sebuah mobil Ayla putih meninggalkan area pekuburan tersebut.


Gibran turun dari mobil berjalan ke arah warung dan membeli sekantong bunga buat nyekar juga sebotol air lalu dia melangkah memasuki area pekuburan tersebut.


Saat tiba di makam Omanya, Gibran tertegun mendapati ada sebuket bunga Lili putih teronggok didekat nisan milik Omanya. Gibran mengitarkan pandangannya mencoba mencari siapa tahu dia masih berada di kawasan tersebut karena bunga tersebut masih kelihatan segar dan berbau harum. .


Siapa yang menziarahi makan Omanya menjadi pertanyaan yang memenuhi kepalanya tapi menepis rasa penasarannya Gibran berjongkok menyingkirkan buket bunga tersebut sedikit bergeser ke samping nisan lalu dia mulai menaburkan bunga-bunga yang dibelinya di depan pekuburan dan menyiram air di botol ke atas pusara Omanya tersebut.


"Assalamu'alaikum Oma, ini Gibran datang lagi mengunjungi Oma sekalian pamit karena Gibran akan kembali ke Aussie malam ini. Oma yang tenang ya, Gibran akan selalu mengirimkan doa buat Oma di setiap sujud Gibran. Mungkin akan lama sampai nanti Gibran datang lagi menjenguk Oma jadi selama itu Oma harus tenang dan bahagia di sana....


Gibran lalu memanjatkan doa dan mengakhiri dengan membaca Alfatihah buat Omanya tercinta.


Sebelum beranjak Gibran meletakkan kembali buket bunga lili tersebut ke depan pusara Oma.

__ADS_1


Oma ternyata punya pengunjung lain selain Gibran, sayang tidak sempat bertemu. Baik baik ya Oma, Gibran pamit pulang ke Aussie," sahut Gibran pelan dengan senyum mengembang di wajahnya lalu dia beranjak meninggalkan makan wanita yang sangat menyayangi dirinya tersebut. Berhenti sejenak di dekat tong sampah untuk membuang kresekan plastik dan juga botol yang kosong. Lalu melanjutkan langkahnya setelahnya menuju gerbang keluar dari lokasi pemakaman tersebut.


Pak tolong jaga makam Oma saya ya," ucap Gibran pada bapak penjaga dan tukang bersih makam yang beberapa hari lalu brtemu juga dengannya di depan TPU tersebut sambil menyerahkan sebuah amplop putih ke tangan bapak tersebut yang kali ini tidak menolak tapi hanya tersenyum dan mengangguk.


Pasti mas, sudah tugas saya ," jawabnya sambil masih tersenyum.


"Oh ya pak, tadi ada yang datang ziarah ke makam Oma saya, siapa ya?," tanya Gibran sedikit kepo.


"Wah saya kira, masnya ketemu ternyata tidak ya," jawab bapak tersebut.


"Memang siapa dia pak ?," tanya Gibran.


"Kalau itu pasti mbak Khay, dia biasanya akan berkunjung di setiap tanggal hari ini, tiga tahun ini dia kalau datang selalu membawa buket bunga lili di tanggal yang sama. Tadi juga dia datang tapi terlihat terburu-buru tidak seperti biasanya," jawab bapak tersebut membuat jantung Gibran berdetak kencang.


Tanggal hari ini memang adalah tanggal di mana Omanya berpulang ke Rahmatullah dan kata bapak tadi selama tiga tahun, dia selalu datang di tanggal yang sama. Apakah dia Khalilah ?


Bapak tidak tahu cuma itu nama yang sering di panggil sama temannya. Biasanya pulang sekolah mereka berdua nyekar ke makam oma nya mas tapi karena hari ini weekend jadi tadi saya lihat mbak Khay nyekarnya ga pake baju sekolah kayak biasa," jawab bapak tersebut.


Gibran mengangguk dan tersenyum tipis. Semesta mungkin belum mengizinkan mereka bertemu sekarang. Tapi mengetahui kalau kekasih kecilnya itu selama tiga tahun ini selalu mengunjungi makan omanya cukup membuat Gibran yakin bahwa hatinya masih terjaga untuknya.


Jadi sekarang kau di panggil Khay, ya dek? Apakah kau yang hari itu menabrak kakak di bandara? Kamu sudah semakin dewasa dan cantik, dek, ucap Gibran dalam hati.


Terima kasih untuk masih menjaga hatimu untuk kakak. Kakak akan pulang segera dan saat itu Kakak pulang untuk selamanya bersamamu. Anggap saja Allah masih menguji seberapa pantas kita untuk satu dengan yang lain.


Khalilah, aku akan pulang untukmu... Tunggulah aku...

__ADS_1


Keesokan hari nya kelulusan khalila dan gita


...----------------...


Khay !!! Kita lulus !!!," teriak Ghea saat Khalilah baru saja sampai di gerbang sekolah mereka. Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan karenanya Khalilah sedikit santai berangkat ke sekolahnya.


Beneran ?? Kita lulus ??," tanya Khalilah menatap Ghea lurus dan sahabatnya itu mengangguk kegirangan dan memeluk tubuh Ghea. Keduanya kemudian berpelukan sambil berputar kegirangan tidak peduli banyak mata yang menatap ke arah mereka.


"Ayoo ke papan pengumuman !!," sahut Khalilah setelah melepas pelukannya pada Ghea dan menarik tangan sahabatnya tersebut menuju papan pengumuman yang masih penuh dengan siswa kelas dua belas yang mencari nomor ujian dan nama mereka.


"Permisi !! Permisi permisi permissiiiii !," sahut Khalilah sambil meminta jalan biar dirinya bisa berdiri tepat di depan papan pengumuman tersebut.


Walaupun Ghea sudah mengabarkan kelulusan mereka tetap tidak afdol tanpa melihatnya sendiri, sensasi kelulusannya kurang.


Beberapa siswa yang di geser Khalilah menggerutu ke arah gadis berambut ekor kuda tersebut yang tetap cuek dengan gerutuan yang dia dengar.


Permisi woy !! Permisi, air panas !! air panas mau lewat !!," Khay masih saja menyahut rusuh meminta lewat. Ghea yang ikut di belakangnya hanya bisa meringis dengan ke bar-baran putri Pak Bramastya itu.


Dan akhirnya setelah melewati banyak gerutuan dan juga protesan bahkan senggolan akhirnya papan pengumunan terpampang juga di hadapan matanya.


Khalilah mengeluarkan ponselnya menekan icon camera lalu dia mulai mencari nomor ujian dan namanya tidak peduli Ghea sibuk menunjukkan dimana letak nama mereka berdua.


10023xxx KHALILAH PUTRI BRAMASTYA


Khalilah akhirnya

__ADS_1


menemukan namanya di deretan angka plus huruf pada kertas HVS yang di tempel ke papan pengumuman.


"YES!!," sahut Khalilah senang yang membuat Ghea


__ADS_2