Cinta Yang Belum Selesai

Cinta Yang Belum Selesai
bab16


__ADS_3

Menatap ke arah Khalilah dengan wajah sendu.


Khalilah terkekeh sambil mengusap kepala Ghalib yang duduk di sampingnya. " Kakak ga akan kemana-mana kok, kan kakak juga ga mau jauh dari kamu," ucap Khalilah sambil menjawil pipi tembem adiknya yang memang bertubuh sedikit lebih gendut.


Bunda Intan menatap kedua anaknya tersebut dengan senyum bahagia, betapa terharu dirinya melihat betapa dekatnya mereka berdua, saling sayang dan tak ingin berjauhan satu sama lain.


"Alhamdulillah, ayo habiskan makannya lalu kita pulang atau mau jalan-jalan dulu ?," tawar Pak Bram. Dia selalu berusaha menghabiskan waktunya di luar kesibukan kantor untuk di habiskan dengan istri dan kedua anaknya.


Nonton !," jawab Khalilah dan Ghalib kompak lalu keduanya melakukan high five dan tertawa.


"Memangnya mau nonton film apa ?," tanya Pak Bram.


"Avengers," jawab Khalilah


Deadpool 2," sahut Ghalib


Kita nonton Avengers saja lah dek," bujuk Khalilah tapi Ghalib menggeleng.


Kakak ngalah saja, kita nonton Deadpool dua aja," Ghalib kekeh tak bergeming dengan bujukan kakaknya.


Pak Bram kemudian mencoba mengecek film apa saja yang tayang di bioskop ini.


Ini ada Jurassic World lho, kakak adek, bagaimana ?," Pak Bram memberi opsi lain tapi kedua anaknya tersebut menggelengkan kepalanya.


"Avengers", kekeh Khalilah.


Deadpool's 2," Ghalib tak mau kalah.


Bagaimana kalau kita


nonton Incredibles 2 aja ?," Bunda Intan memberi pilihan lain.


Okey," jawab kompak Khalilah dan Ghalib yang langsung mendapat protes Pak Bram.


Kenapa kalau bunda yang pilih kalian langsung okey sedangkan sama ayah tidak ?."


Karena pilihan bunda selalu benar," jawab Khalilah.


Karena bunda pasti pilih film yang bagus," tambah Ghalib

__ADS_1


Bunda Intan tak dapat menahan tawanya apalagi saat suaminya memiringkan kepalanya ke arahnya dengan tatapan takjub, perempuan berwajah cantik tersebut semakin tertawa.


"Kalian berdua curang, lebih sayang sama bunda daripada ayah," Pak Bram pura-pura merajuk.


"Kita trauma nonton film pilihan ayah," jawab Khalilah yang diangguki oleh Ghalib. Teringat saat mereka nonton sekeluarga dan ayah Bram memilih film yang katanya bagus tapi berakhir dengan hanya dirinya yang menonton sementara Khalilah dan Ghalib malah tertidur karena filmnya sangat membosankan hanya berputar pada intrik bisnis yang sangat tidak menarik bagi Khalilah dan Ghalib. Sementara bunda hanya menonton sekedarnya dan lebih banyak mengurus Ghalib yang ketiduran.


Pak Bram meringis, ternyata kenangan itu membekas di ingatan kedua anaknya yang kala sibuk protes di mobil dalam perjalanan pulang ke rumah.


"Ya sudah buruan habiskan makannya takut kita sudah ketinggalan nontonnya," ucap Pak Bram dan diangguki oleh ketiga orang tersayangnya tersebut.


Gimana my bestie, jadi Lo ke Aussie ?," tanya Ghea dari seberang saat sambungan teleponnya diangkat oleh Khalilah.


Salam dulu kali, Ghe, ga ada etika amat," tegur Khalilah.


"Ehh Assalamu'alaikum bisa bicara dengan Khalilah ?," sahutnya lagi dari seberang.


"Wa'alaikumsalam malahf salah sambung, di sini ga ada yang namanya Khalilah," jawab Khalilah usil.


"Oh ya udah kalo begitu, maaf mengganggu." Lalu sambungan terputus membuat Khalilah terbahak terguling di kasurnya.


Suara dering ponselnya kembali terdengar menunggu sesaat biar Ghea kesal, Khalilah membiarkan berdering beberapa saat.


"Wa'alaikumsalam, Selamat Pagi, maaf mengganggu kami dari layanan asuransi boleh minta waktunya sebentar. Maaf dengan ibu siapa saya bicara ?," terdengar jawaban Ghea dari seberang.


Dengan ibu bapak kamu," jawab Khalilah asal.


Ehh ini dengan nenek saya dong," celetuknya


Entah ya kayaknya saya belum punya cucu, kamu kok ngaku-ngaku ! Ngincer warisan saya saya?," tuduh Khalilah sambil menahan tawanya.


Memang punya ?."


"Punya dong !."


Apa coba warisannya ?."


Saya punya tujuh sapi, enam ayam petelur, kebun jagung, apel, wortel, saya juga punya satu kuda serta halaman rumah yang luas yang bisa di bangun villa," jawab Khalilah


Berarti warisan saya lebih banyaklah, saya punya sapi perah aja delapan sampai kadangnya butuh upgrade, belum lagi saya punya ayam petelor sepuluh juga kandangnya harus di upgrade, saya juga punya kuda, anjing, bahkan saya punya tujuh kurcaci buat saya pekerjakan di kebun saya dan saya juga punya rumah kaca saat musim salju," sahut Ghea dari seberang bernada sombong.

__ADS_1


'Sejak kapan di Indonesia ada musim salju ?." Sejak ibu bikin saya kesal !! ‚" teriaknya membuat Khalilah tergelak tak tertahan.


Gimana izin ke Aussie di ACC ga sama ayah kamu ?," tanya Ghea kini mode serius.


Engga. Si ayah katanya ga bisa jauh dari putri tercintanya," jawab Khalilah santai.


Hahaha kasian ga jadi nyusul ayank ke Aussie," ejek Ghea yang emang bestie lucknut.


Tapi aku sih santailah, lagian kalau jadi ke Aussie aku kasihan kamunya sih nanti siapa yang biayain kuliah kamu," kata Khalilah yang di tanggapi tawa keras dari seberang.


"Nah iya benar, makanya kuliah di Jakarta aja, kita dobrak tuh kampus Depok pake ekskavator biar runtuh," sahutnya.


"Yakin bisa lulus ?," tanya Khalilah.


Kalau Lo sih ga usah ragu, lo kan smart selalu juara kelas, lah apa kabar gue ?."


"Ya itu tadi maksud aku, yakin kamu bisa lulus ?," ucap Khalilah tanpa rasa bersalah.


Dasar bestie akhlak kurang, anda terlalu jujur ibu Khalilah !," semburnya dari seberang yang membuat Khalilah kembali terbahak-bahak.


Ghea memang selalu membawa tawa bagi Khalilah dan bertemu dia saat SMP adalah satu hal yang selalu dia syukuri. Walaupun kehidupan keluarga mereka jauh berbeda tapi keduanya justru tak ada masalah dengan hal tersebut. Ghea tetap Ghea yang apa adanya dan Khalilah tetap Khalilah yang ada apanya hehehehe...


Shopping buat wisuda yuk," ajak Khalilah." Cari kebaya dan nonton. Mau ga?."


Lah emang itu intinya gue nelepon elo, ibu Khay. Sapa juga yang nolak di ajak shopping dan nonton apalagi kalo pulangnya diajak makan juga, gue pasti ikhlas," jawab Ghea tentu saja dengan antusias seperti yang Khalilah sudah duga.


" Mandi gih, aku jemput sejam lagi," ucap Khalilah


"Eh lo ngintip ya? Kok tau gue belum mandi ?," tanya Ghea dari seberang.


"Mulutmu bau jigong sampai sini," jawab Khalilah santai dan kembali tertawa saat di dengarnya suara makian sejuta umpatan keluar dari mulut sahabatnya tersebut." Mandi sana!! Byeeee !!." Dan Khalilah menutup panggilannya masih dengan tawa yang berderai di bibirnya.


Katanya nyokap gue, mending kebayanya kita sewa aja ," kata Ghea saat mereka sedang dalam perjalan menuju ke sebuah mall dengan mengendarai Ayla putih yang dikemudikan Khalilah.


Kalau sewa kan bekas pakai orang Ghea sayang," ucap Khalilah sambil fokus ke jalan.


"Tapi kan murah Khay ?."


"Tetap aja Ghe, mending kita beli yang baru jadi hak paten kita mau di pakai kapanpun suka

__ADS_1


__ADS_2