Cinta Yang Belum Selesai

Cinta Yang Belum Selesai
bab03


__ADS_3

Dengan hoodie pinknya dengan rambut yang di ikat kepang kuda.


Kok lama sih dek, kakak sudah menunggu lama lho," protes Gibran yang segera berdiri dan menepuk lembut puncak kepala Khalilah lalu menarik kepala hoodienya dan menaikkan ke kepala hingga kini hanya terlihat wajah manisnya.


"Masih pagi biar kamu ga kena angin nakal," katanya lalu menarik tangan Khalilah menggenggamnya dan melangkah bersama menuju sebuah taman bermain yang ada di kompleks elite perumahan mereka.


Beberapa pasang mata menatap ke arah mereka tapi keduanya bahkan tidak peduli tetap bergandengan sambil sesekali tertawa bersama karena kalimat lucu yang keluar dari mulut Gibran.


Setelah sepuluh menit keduanya tiba di taman yang sudah ramai di penuhi beberapa kompleks. Bahkan ada sekumpulan ibu-ibu yang sedang melakukan senam bersama, ada juga yang berlari-lari taman tersebut.


Beberapa anak kecil sedang bermain perosotan dan juga ayunan ada juga yang bermain jungkat jungkit di temani oleh orang tua mereka. Pemandangan yang cukup membuat sepasang bocah tersebut menatap iri.


Dek, itu ada jajanan, kita sarapan yuk," ajak Gibran sambil menarik tangan Khalilah menuju ke beberapa gerobak jualan yang sudah ramai oleh pembeli yang juga sepertinya hendak sarapan seperti mereka.


Mau sarapan apa ?," tanya Gibran menoleh ke arah Khalilah.


Khalilah ikut kakak saja ya," jawab Khalilah bingung harus memilih apa.


Gibran mengamati satu persatu gerobak tersebut mencoba melihat apa saja yang jual. Ada bubur ayam,


Ada lontong sayur, ada gorengan, ada pula bubur kacang ijo dan roti panggang.


Kita beli yang roti panggang saja yuk," ajak Gibran lalu mereka mendekati satu gerobak yang terlihat banyak bungkusan roti tawar khusus.


Roti dek? Mau rasa apa ?," tanya si abang penjual roti ramah sambil sibuk membolak balik dua buah roti panggang ukuran panjang di wajan rata di depannya.


Kamu mau rasa apa ?," tanya Gibran sambil membaca rasa apa saja roti bakar yang di jual abang tersebut.


Khalilah ikut membaca sedikit bingung dengan banyaknya rasa.

__ADS_1


Khalilah mau roti nutella aja deh," pilih Khalilah yang memang menyukai selai coklat tersebut.


Kalau begitu kakak pilih keju aja biar nanti kita bisa saling berbagi," ucap Gibran membuat Khalilah mengangguk.


Gibran lalu memesan roti yang mereka inginkan lalu keduanya duduk di bangku kayu panjang milik abang penjual roti tersebut.


Gibran mengitarkan pandangannya ke seputar taman. Ini kali pertama dia bermain ke taman tersebut. Ada sebuah mini market di seberang taman dengan kursi yang di susun di depan tokonya.


Dek nanti kita duduknya di sana aja biar sekalian beli minum ," tunjuk Gibran ke arah mini market tersebut. Khalilah mengangguk tanpa menoleh karena tatapannya terpaku pada sepasang suami istri yang sedang menemani putri mereka bermain terlihat bahagia tertawa bersama.


Khalilah menghela napas. Pasti anak tersebut sangat bahagia," gumam Khalilah tapi bisa di tangkap telinga Gibran dengan jelas hingga diapun melihat ke arah pandangan Khalilah.


Gibran kembali menggenggam tangan Khalilah. Kamu kan ada aku, dek. Nanti kita akan bahagia seperti mereka," ucap Gibran tersenyum saat Khalilah menoleh ke arahnya. " Aku akan pastikan kamu akan bahagia bersama aku selamanya."


'Selamanya ?," tanya Khalilah dengan matanya yang berbinar. " Janji tidak akan meninggalkan Khalilah ?," tanyanya lagi.


"Janji !," jawab Gibran. Aku akan selalu ada di samping "


"Janji lho ya."


"Iya janji."


Khalilah tersenyum lebar lalu mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Gibran. " Ayo berjanji," katanya meminta Gibran menautkan jari kelingking miliknya.


Gibran tertawa kecil lalu mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Khalilah. " Janji, Gibran Putra akan selalu bersama Khalilah Azzahra berada di samping kamu selamanya," ucap Gibran menghadirkan senyum lebar di wajah kekasih kecilnya tersebut.


"Waduh yang janji janji, ini pesanannya sudah selesai," tegur abang tukang roti membuat keduanya kaget lalu melepas tautan kelingking mereka dan Gibran buru-buru mengeluarkan lembaran seratus ribuan dari saku celananya dan menyerahkannya pada abang tukang roti.


"Waduh kamu kecil-kecil duitnya banyak," tanggapan abang roti sambil menerima uang tersebut lalu membuka tas yang melilit di pinggangnya dan mengeluarkan kembalian setelah menghitung dan menyerahkannya kepada Gibran.

__ADS_1


Dek, laki-laki itu yang pegang adalah kata-katanya. Kalau sudah berjanji harus di tepati," nasehat pria yang kemungkinan berusia empat puluhan kepada Gibran. " Karena lelaki sejati adalah yang memegang teguh janjinya," lanjutnya lagi yang diangguki oleh Gibran. di


Pria tersebut kemudian menyerahkan dua plastik bening berisi masing-masing roti pesanan mereka yang sudah terbungkus kertas berwarna coklat.


"Terima kasih Pak," ucap Gibran lalu membawa belanjaan mereka ke Khalilah yang masih duduk di bangku tersebut.


Ayo dek, kita beli minum di sana," ajak Gibran sambil mengulurkan tangannya ke arah Khalilah yang langsung menerima uluran tangan Gibran dan berdiri dari duduknya.


Keduanya kemudian menyusuri jalan yang ramai di lalui orang yang sedang joging berlari-lari kecil. Ada yang sendiri, ada yang berdua dengan pasangan mereka dan ada juga yang bergerombol bersama bestie dan berseloroh ramai bahkan ada yang menggoda Gibran dan Khalilah yang terus berjalan sambil berpegang tangan.


Ciyee kecil-kecil pacaran...," begitu salah satu dari mereka menggoda Gibran dan Khalilah.


" Ciye gandengan kayak truk gandeng," ada juga yang menggoda keduanya dengan sahutan seperti itu tapi baik Gibran dan Khalilah tak merasa terganggu tengah sahutan tersebut dan memilih tetap cuek dan jalan menuju mini market seperti tujuan mereka.


"Enak ?," tanya Gibran melihat Khalilah yang memakan roti bakarnya sampai mulutnya menggembung dan di sudut bibirnya ada noda coklat.


Enyak," jawab Khalilah dengan mulut penuhnya yang membuat Gibran terkekeh dan gemas dengan tingkah Khalilah.


Gibran mengambil satu helai tissue basah yang tadi dirinya beli lalu mengelap sudut bibir Icha.


Ini mulutnya belepotan coklat adek sayang," kata Gibran sambil menunjukkan tissue dengan noda coklat di tangannya tapi Khalilah hanya terkekeh.


Maaf, soalnya enak," sahut Icha sambil mengambil tissue di tangan Gibran dan mengelap bibirnya sendiri. Gibran hanya menggeleng.


Aku ga di bagi rotinya ?," tanya Gibran melihat roti milik Khalilah tersisa satu potong.


"Ini buat kakak, tapi Icha minta punya kakak yang keju ya," ucap Icha.


Itu namanya barter dek," delik Gibran sambil mencubit hidung Khalilah tapi gadis kecil itu tidak protes sedikitpun.

__ADS_1


Gibran lalu memberikan Khalilah sepotong roti bakar keju miliknya dan sebagai ganti Khalilah menyodorkan roti bakar miliknya langsung ke mulut Gibran yang lalu menggigit roti tersebut.


__ADS_2