Cinta Yang Belum Selesai

Cinta Yang Belum Selesai
bab14


__ADS_3

Akhirnya papan pengumunan terpampang juga di hadapan matanya.


Khalilah mengeluarkan ponselnya menekan icon camera lalu dia mulai mencari nomor ujian dan namanya tidak peduli Ghea sibuk menunjukkan dimana letak nama mereka berdua.


10023xxx KHALILAH PUTRI BRAMASTYA


Khalilah akhirnya


menemukan namanya di deretan angka plus huruf pada kertas HVS yang di tempel ke papan pengumuman.


"YES!!," sahut Khalilah senang yang membuat Ghea memiringkan bibirnya sambil menaikkan kedua bola matanya ke atas.


KHALILAH langsung mengarahkan camera ponselnya pada namanya lalu setelahnya membalikkan badannya mendorong tubuh Ghea yang lebih mungil darinya keluar dari kumpulan mahluk putih abu-abu yang sudah seperti zombie pada rusuh mau melihat papan pengumunan.


Khay gila lo ya !?," protes Ghea saat mereka sudah menjauh dari kerumunan tersebut.


"Maaf bestie, ga afdol kalo ga liat sendiri," nyengir Khalilah menanggapi protesan Ghea. Dia kemudian sibuk dengan ponselnya mengirim pesan ke ayah dan bundanya dengan mengshare photo kelulusannya.


"Khay !!," panggil seseorang yang berjalan ke arah Khalilah dan Ghea.


Ghea menyenggol lengan Khalilah sambil berbisik," Khay tuh di panggil Satria, die hard fan kamu."


Ghea bergeming asyik membalas pesan dari bundanya lewat aplikasi ijo di ponselnya.


Selamat ya Khay atas kelulusannya," ujar Satria saat dia tiba di dekat kedua cewek tersebut yang di tanggapi Khalilah dengan hanya sebuah senyuman di bibirnya.


Gue ga di beri selamat nih? ," sindir Ghea menatap ke arah Satria salah satu cowok idola di sekolah mereka, mantan Ketos dan juga kapten team basket sekolah mereka yang sejak kelas sepuluh tak putus asa mengejar Khalilah.


"Selamat ya Ghea, ciyeee lulus," ucap Satria yang ditanggapi Ghea dengan memberikan sign V dengan jarinya.


'Tengqiyu pak kapten basket, selamat juga atas kelulusannya,"

__ADS_1


Kata Ghea lebay membuat Khalilah mendelik lalu menggeleng.


Khay, mau lanjut ke mana ? ," tanya Satria yang sepertinya tidak peduli atau bahkan sudah tekbal dengan keacuhan dan kecuekan Khalilah padanya.


"Lanjut ke pelaminan," jawab Khalilah santai tapi membuat Satria cengo. " Awas lalat mulut," tegur Khalilah membuat Satria segera menutup mulutnya yang tadi terbuka.


Serius ?," tanya Satria ga percaya sementara Ghea berbalik menahan cekikikan yang keluar dari mulutnya.


Serius lah," sahut Khalilah sambil memperlihatkan tangannya di mana ada cincin melingkar di jari manisnya. Calon suami aku cuma nunggu kabar kelulusan aku setelah itu cuss ke KUA. Dah ya, bye Satria, selamat ya lulus !!," dan Khalilah langsung menarik tangan Ghea menuju kelas mereka di lantai dua.


Ghea tak tahan lagi menahan tawanya melihat wajah tampan Satria yang patah hati.


"Tega lo Khay, kasian tahu si Satria. Dia itu cinta mati sama lo," tegur Ghea.


Bukan tega tapi cuma ga mau kasih dia harapan," jawab Khalilah sambil mendudukkan bokongnya ke bangku dimana biasanya dia duduk.


Kelas terlihat sepi mungkin karena sebagian masih sibuk mencari nomor ujian mereka di papan pengumuman, atau bahkan ada yang sudah pindah kelas ke kantin. Di kelas hanya ada Khalilah, Ghea dan Agus sang ketua kelas yang lagi kerajinan menulis sesuatu di papan tulis kelas.


Bagusan begitu biar dia bisa move on cari yang lain yang sayang sama dia, lagian dari awal kan aku sudah nolak, salah siapa masih nekat," ucap Khalilah tidak mau di salahkan.


Ghea mengangguk. "Tapi jujur kok lo bisa setia sama satu orang itu? Belum tentu kan dia juga setia sama lo ?," tanya Ghea.


Khalilah menarik napas panjang lalu menghembuskannya pelan. Lalu setelahnya dia mengedikkan bahunya.


"Aku juga tidak tahu kenapa bisa benar-benar tak bisa move on dari janji yang sudah kami ucapkan di masa itu, sumpah ga tau. Tapi aku yakin, kalau aku bisa setia bukan tidak mungkin dia juga sekarang sedang setia menjaga hati buat aku dan kami akan di pertemukan di saat yang tepat," jawab Khalilah.


"Lo itu lagi gambling tau ga ?," Khalilah mengangguk.


"Tahu kok, tapi aku percaya Allah itu baik, jika memang kami tidak berjodoh Allah pasti sudah dari dulu membalikkan hati aku tapi nyatanya setelah delapan tahun hati aku masih tetap sama ga berubah. Aku husnodzon saja sama Allah."


Gue salut sama lo, Khay. Kalau gue pasti dah gue cari yang lain. Si Rangga saja kalau sampai gue tahu dia selingkuh gue putusin dan nyari yang setia," salut Ghea pada Khalilah yang membuat sahabatnya tersebut terkekeh.

__ADS_1


"Yakin bakalan cepat move on? Jangan muna deh hehehe," tanya Khalilah tak percaya.


Move on lah tapi setelah nangis kejer dan puas nyumpahin dia biar dapat yang lebih jelek," jawab Ghea lalu keduanya tertawa terbahak-bahak hingga membuat Agus sang ketua kelas yang sebentar lagi lengser karena lulus menoleh dan menatap heran pada keduanya lalu mengedikkan bahunya dan kembali sibuk dengan yang tadi


Dia kerjakan.


"Jadi lanjut ke Aussie ?," tanya Ghea setelah tawa kedua reda.


Insya Allah, belum di ACC sama ayah," jawab Khalilah.


Lo mau ke Aussie buat kuliah atau buat nyari dia ?," canda Ghea.


"Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui," jawab Khalilah menggunakan pepatah lama. "Kalau bisa dua-duanya kenapa tidak, yekan ?."


Ghea mengangguk setuju. Ga minat nyusul Rangga ?," tanya Khalilah iseng.


Lo nanya apa nyindir gue," delik Ghea membuat Khalilah nyengir.


"Sapa tau aja gitu," tampik Khalilah.


Kalau keluarga gue kayak lo, pasti gue susulin tuh laki gue ke Singapura, sayang Bapak gue cuma PNS biasa, mampunya nguliahin anaknya di Universitas Negeri doang," jawab Ghea membuat Khalilah memeluk sahabatnya sejak SMP itu bersyukur mereka berdua selalu sekelas, bestie banget pokoknya.


Semangat aku yakin kamu bisa kok tembus ke Depok apalagi sebagai warga Depokers sejati," kata Khalilah memberi semangat pada bestie tersayangnya tersebut.


"Aamiin, doain ye Mpok Khay, biar gue jebol tuh tembok Universitas Indonesia," Khalilah mengangguk dan mengepalkan tangannya memberi semangat.


Bawain buldozer ya biar runtuh sekalian hahaha," canda Khalilah dan kembali keduanya tertawa.


Ini anak dua biji berisik amat ya," tegur Agus akhirnya ga tahan juga dengan kerusuhan keduanya.


"Yang dua biji kan elo, Gus," celetuk Ghea. "Kita mah bukan biji, payah lo, nilai biologi lo pasti.

__ADS_1


__ADS_2