Cinta Yang Belum Selesai

Cinta Yang Belum Selesai
bab08


__ADS_3

Cuma sebentar kok," jawab pria tersebut.


"Tolong cincin yang gede tulis nama Khalilah dan yang kecil dengan nama Gibran," pinta Gibran yang lalu di catat oleh pria tersebut pada sebuah notes kecil.


Gibran menyodorkan kartu ATMnya dan hal itu kembali membuat pria tersebut terkejut mengetahui bocah di depannya membayar dengan kartu debit bukan kartu kredit seperti yabg biasa pelanggan mereka gunakan saat berbelanja di toko mereka.


"Mari ikut saya ke kasir," ajaknya sambil berjalan menuju meja kasir dengan membawa kotak cincin dan kartu debit milik Gibran.


Pria itu kemudian memasukkan transaksi tersebut ke mesin kasirnya lalu menggesek kartu debit milik Gibran masih dengan sedikit ragu apakah saldonya cukup atau tidak apalagi mereka hanyalah dua bocah kecil.


"Tolong masukkan pin kartunya," katanya sambil menyodorkan alat gesek berisi tombol angka ke hadapan Gibran yang bocah tersebut lalu menekan enam angka pada keypad tersebut dan segera saja mesin gesek tersebut mengeluarkan kertas resi pembayaran yang membuat pria berstatus manager toko tersebut terkesima mencoba menebak berapa digit uang yang ada di tabungan bocah tersebut.


Pria itu lalu menyerahkan kartu dan resi transaksi pada Gibran dan anak laki-laki itu mengangguk.


Nanti kotaknya bisa satu-satu tidak ? Jangan di jadikan satu kotak ?," pinta Gibran dan diangguki pria tersebut.


Kalau begitu tunggu sebentar kami mengukir namanya dulu ke cincin tersebut," katanya.


Gibran lalu mengajak Khalilah duduk di kursi sofa yang di sediakan di toko tersebut.


Khalilah yang sedari tadi hanya menyimak dan menonton mulai menatap wajah Gibran dengan pandangan bertanya.


"Kak, cincin semahal itu buat apa ?," tanya Khalilah. Pertanyaan yang wajar, untuk apa anak sekecil mereka membeli sepasang cincin mahal apalagi sepertinya tadi Gibran tidak meminta cincin tersebut di kecilkan sesuai ukuran tangan mereka.


Buat mengikat kita berdua," jawab Gibran santai.


"Hah ?," ucap Khalilah tidak mengerti sekaligus kaget.


Kakak akan segera berangkat ke Aussie minggu depan dan akan butuh waktu lama buat kita bertemu lagi. Nanti saat cincin itu muat di jari kita, kita berdua harus memakainya sebagai pengenal untuk kita berdua. Dan selama itu tolong jaga cincin ini sampai kita bertemu kembali."

__ADS_1


Dear Kak Gibran


Banyak hal yang terjadi sejak kepergian kakak.


Apakah kakak baik-baik saja?


\=\= 2018\= \=\=


"Ya Allah Khay lambatnya dirimu!! Buruan nanti kita telat ! !."


Eh gila ya jangan mentang-mentang pacar kamu namanya Rangga, kita juga ikutan harus lari-larian gini ngejar dia ke bandara !," cerocos Khalilah sedikit ngos-ngosan karena mengejar Ghea.


Kamunya sih parkirnya kejauhan," sahut Ghea sambil masih buru-buru berlari ke gate keberangkatan.


Khalilah menghentikan larinya menunduk mengambil napas karena sepertinya semua pasokan oksigen dalam tubuhnya sudah terpakai buat lari-larian ngejar pacar Ghea yang mau lanjut sekolah ke Singapura.


Pernah nonton film Ada Apa Dengan Cinta ga? Nah persis tuh adegan si Cinta ngejar Rangga,tapi Khalilah bukan si Cinta tapi teman si Cinta yang ikut ngos-ngosan ngejar si Cinta.


Khay!! Buruan dong !!," teriak Ghea melihat Khalilah justru berhenti mengambil napas.


Lo aja kali yang ngejar si Rangga, gue tunggu disini. Napas gue habis!," balas Khalilah sahut-sahutan mana bandara ramai banget lagi. " Yang pacarnya siapa yang ikut capek ngejar siapa," sungut Khalilah malah duduk jongkok. Dia beneran capek no debat.


Ghea bukannya terus aja berlari malah berbalik dan menarik Khalilah agar berdiri, memaksa gadis delapan belas tahun itu kembali berlari bersamanya. Protesan Khalilah hanya dianggap angin lalu sama cewek berkepang kuda tersebut.


Kembali keduanya berlari kali ini dengan tangan Khalilah yang di tarik oleh Ghea. Beruntung si Ghea adalah sahabat rasa saudara kalau bukan malas juga harus lari-larian begini malah jadi tontonan orang-orang bahkan ada yang ciye ciyein, ga banget deh.


"Rangga !!."


Khalilah mendongakkan kepalanya saat di dengarnya Ghea menyerukan nama kekasihnya tersebut yang lalu melepas tangan Khalilah dan berlari sendiri ke arah seorang laki-laki yang sepertinya juga sedang menunggu Ghea. Keduanya lalu berpelukan dengan Khalilah yang berasa langsung jadi obat nyamuk dadakan.

__ADS_1


"Thanks ya Khay, dah


nganterin Ghea," ucap Rangga sambil tersenyum ke arah Khalilah sambil tangannya memeluk bahu Ghea.


Khalilah balas tersenyum dan mengangguk. Dia masih capek malas ngomong. Di taruhnya kedua tangannya di pinggangnya sambil masih mengatur napas satu-satu.


Setelah napasnya kembali normal. Khalilah memilih sedikit menjauh dari sepasang anak manusia yang sedang saling berucap kalimat jaga hati, jaga mata, jangan lupa telpon dan bla bla bla. Kadang suka merinding dengar kalimat kayak begitu.


Khalilah mengedarkan tatapannya ke seputar gerbang keberangkatan tersebut. Begitu banyak keluarga yang terlihat mengantar sanak saudara mereka. Ada yang berpelukan haru. Ada juga yang memeluk anaknya sambil memeluk istrinya, mengharukan.


Khalilah tidak suka situasi seperti ini. Dia pada dasarnya benci perpisahan. Tapi bukankah hidup itu datang dan pergi, pertemuan dan perpisahan memang sudah berpasangan. Hal mana membuat Khalilah menarik napas pelan.


Khalilah mengalihkan tatapannya pada papan besar yang terpasang di dinding bangunan maha besar itu. Jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat terpampang nyata di sana.


Australia... Singapura... Denpasar.... Korea... Khalilah iseng mengejanya lalu tersenyum sendiri menyadari betapa absurbnya tingkahnya seperti anak SD yang baru belajar membaca, semua yang bisa dia baca di baca dengan suara keras. Gila sih, Khalilah menepuk kepalanya sendiri.


Khay!! Khalilah !!," panggil Ghea yang sepertinya sebentar lagi Rangga harus masuk ke dalam gate yang artinya waktunya cowok tampang itu harus berangkat.


Khalilah berjalan cepat ke arah keduanya. Terlihat mata Ghea mulai berembun dan Rangga masih erat merangkul pundaknya sambil mengusap sayang kepala Ghea.


Khay, titip jagain Ghea ya. Jangan sampai di ambil cowok lain," sahut Rangga.


Barang kali ah di titip. Titip penitipan moh bakalan di garansi ," seloroh Khalilah membuat Ghea cemberut.


Bisa aja Khay," kata Rangga tertawa pelan. " Pokoknya titip Ghea dan semangat magangnya ya, jangan kecantol sama bujang di tempat magang, biasanya mereka itu playboy semua," katanya lagi dengan embel-embel peringatan.


'Siap Pak Rangga, tapi kalau liburan jangan lupa bawa coklat buat Khay, okhay," ucap Khalilah sambil mengerlingkan matanya membuat Ghea dan Rangga tertawa.


"Ok sip, coklat doang kan ? Bukan cowok Singapura ?," canda Rangga

__ADS_1


Kalau cowok Singapura nya sultan bolehlah titip tiga, kan seru tuh di layani tiga sultan hahaha," ngakak Khalilah lupa.


__ADS_2