Cinta Yang Belum Selesai

Cinta Yang Belum Selesai
bab21


__ADS_3

Tinggi walaupun angka sembuh juga tetap ada tapi tetap membuat khawatir.


Gibran bukan hanya memikirkan Khalilah tapi juga memikirkan keadaan bik Sumi dan suaminya. Setiap hati dia menyempatkan menelpon mereka apakah mereka baik-baik saja dan kalau ada gejala cepat ke rumah sakit, tapi Alhamdulillah mereka dalam keadaan sehat dan tetap patuh pada apa yang di sarankan oleh Pemerintah. Mereka hanya sesekali keluar buat belanja keperluan rumah itupun dengan prosedur kesehatan yang ketat.


Kembali Gibran menarik napas panjang. Pandemi ini benar-benar telah banyak melumpuhkan kehidupan dunia. Begitu banyak perusaan kecil yang collaps, berapa banyal pekerja yang harus di rumahkan. Sungguh pandemi ini adalah ujian untuk seluruh dunia, seluruh umat manusia tak peduli apapun agamanya, apapun warna kulitnya semua tak ada yang lolos.


beranjak dari jendela dan melangkah ke meja belajarnya. Laptopnya masih menyala karena tadi dia memang sedang menyelesaikan bab-bab tugas akhirnya dari beberapa yang dia dapatkan saat intershipnya dulu. Sesekali dia juga melakukan zoom dengan dosen pembimbingnya dan mengirim email tugasnya yng sudah dia revisi. Dan sejauh ini hanya itulah yang bisa di lakukan. Selebihnya Gibran hanya menghabiskan waktu dengan olahraga treadmill yang dia beli sebelum pandemi, menonton perkembangan situasi dunia di TV, membaca beberapa novel misteri kesukaannya yang akhirnya dia punya waktu untuk membacanya setelah hanya menghias rak bukunya karena di beli tapi tidak sempat dia baca. Dan selama pandemi level memasaknya menjadi lebih baik. Gibran banyak mencoba resep baru yang di sesuaikan dengan isi kulkasnya yang rata-rata berisi bahan makanan instan dan beku.


Dan satu lagi yang belakangan sering dia lakukan adalah stalking instagram Khalilah yang berhasil dia temukan setelah pencarian yang lumayan lama mengingat ada banyak nama Khalilah di list pengguna Instagram dan beberapa bulan terakhir akhirnya dia menemukan apa yang dia cari.


Awalnya sempat ragu namun saat melihat photo dirinya bersama sahabatnya yang wajahnya mirip dengan teman cewek yang menabraknya waktu itu maka Gibran tahu bahwa dia sudah di jalur yang benar Gibran kembali duduk di depan laptopnya dan mengubah layar ketikannya menjafi layar browser yang ada photo postingan terbaru dari Khalilah yang hanya berupa gambar tasbih dan Qur'an terbuka yang di bacanya dengan caption ' Allah is Good'


Gibran tersenyum bersyukur bahwa pandemi membuat banyak orang menjadi religius dari biasanya dan itu termasuk dirinya walaupun tanpa pandemi pun dia memang terbiasa menjalankan ibadah lima waktu sehari yang terkadang telat karena bertepatan kuliah, maklum Gibran hidup di negara non muslim.


Klaim


Ahh pandemi cepatlah berlalu, desah Gibran sambil menatap layar laptopnya yang berisi photo Khalilah saat wisuda SMA beberapa tahun lalu. Ada hati yang ingin segera aku jemput, ada cincin yang harus segera di persatukan. Berbaiklah wahai pandemi, karena aku sudah sangat merindukan pertemuan kami...


Khalilah melangkah senang menyusuri kembali koridor kampusnya setelah hampir dua tahun terkurung di rumah karena pandemi corona. Bersyukur bahwa akhirnya pandemi bisa juga di taklukkan meskipun korban meninggal juga tidak terhingga di setiap negara.

__ADS_1


Walaupun pemerintah sudah mencabut aturan PPKM tapi Khalilah tetap menerapkan protokol kesehatan terbukti gadis dengan rambut di ikat asal plus kacamata minus yang bertengkar di hidung mancungnya tetap menggunakan masker walaupun benda itu sering membuat kacamatanya berembun tapi Khalilah ga mau mengambil resiko apapun dengan kesehatan dirinya dan orang-orang yang dia sayangi.


Baru saja dia membelok ke arah tangga ke lantai dua sebuah suara nyaring memanggil namanya. Suara yang terlalu dia kenal tapi selama pandemi hanya bisa dia dengar via ponsel pintarnya.


"KHAY!!! KHAY!!! WOY KHAY !!! Khalilah berhenti sambil berucap istighfar takkala suara nyaring dan cemprang sahabatnya membahana di koridor ruang kelas fakultasnya. Walaupun memakai masker Khalilah sangat tahu kalau itu bestie nya.


" GHEA !!!," balasnya


Ghea nampak jalan bergegas ke arahnya dengan wajah begitu sumringah begitu pun dengan Khalilah yang sudah kangen berat dengan sahabatnya tersebut.


"STOP !!," sahut Khalilah saat Keduanya sudah dekat." BERHENTI !!." langkahnya dengan jarak beberapa langkah dari Khalilah yang lebih dahulu berhenti.


Khalilah balas memeluk bestie nya tersebut sambil tertawa karena telah menjahili Ghea.


Sialan lo, gue udah booster, boxer, roster, daster pokoke semua yang akhirnya ter ter gue sudah, mau apa lo ?," sahut Ghea masih memeluk Khalilah sambil mengacak rambut Khalilah.


Astaga Ghea, rambut aku!! ," jerit Khalilah sambil balas mengacak rambut Ghea gemas.


Keduanya terlihat malah seperti sedang berkelahi saling mengacak rambut sambil tertawa membuat beberapa mahasiswa yang berad di dekat keduanya menatap mereka deoan pandangan heran bahkan tak sedikit lebay. yang mengatai mereka

__ADS_1


Gila gue kangen banget sama lo, Khay!! Betewe napa lo sekarang modelan cewek culun gini? Tadi aja gue harus ngucek-ngucek mata biar ga salah panggil," komentar Ghea dengan penampilan Khalilah.


"Malas dandan kelamaan di kandang pemerintah jadinya kerjaan cuma depan lappy, nonton drakor, baca novel dan tadaaaaa hasilnya mata minus. Tapi aku makin cantik kan?," tanggapan Khalilah santai sambil menaikkan kacamatanya yang sedikit melorot.


"Tapi lo jadi keren sih, modelan cewek kutu buku gitu, gue suka gaya lo gurl, aarrrwww... ," puji Ghea yang malah bikin Khalilah bergidik.


Obat habis ya, Ghe? Kok makin buas ?," sindir Khalilah.


"You know me so well beibey, daging mentah gue habis, boleh gigit lo ga ?," bukan Ghea namanya kalau baper gara-gara sindiran Khalilah.


Haram, daging aku haram di konsumsi, maaf silakan cari mangsa yang halal buat kamu gigit," tukas Khalilah. " Dah ah kuliah dulu, nanti pulang bareng ketemu di kantin ya mpok Mae," ucap Khalilah sambil melambaikan tangannya dan buru-buru berlari ke lantai dua gedung teknik informatika. Jangan sampai kuliah tatap muka pertama dia terlambat.


Masuk ke kelas Khalilah melihat banyak wajah baru yang belum dia kenal. Maklum saja baru juga jadi maba beberapa bulan langsung di kuliah dari rumah karena pandemi, belanja mata kuliah saja online, giliran zoom banyak yang ga ikut, so wajar saja kalo Khalilah tidak terlalu akrab dengan teman sekelasnya di kampus.


Khalilah ya ?," tegur seseorang yang membuat Khalilah berhenti dan berpaling ke arah suara teguran tadi.


Maaf apa kita pernah kenalan ?," tanya Khalilah sambil berpikir apakah mereka pernah bertemu sebelumnya.


Secara face to face mungkin

__ADS_1


__ADS_2