Cinta Yang Tanpa Sadar

Cinta Yang Tanpa Sadar
Ciuman Mesra Howard Dan Lessy


__ADS_3

"Aku percaya dengan kata-kata Howard," ujar Lessy dengan gembira.


"Mari kita habiskan minuman ini!" kata Howard yang bersulang dengan teman-temannya dan juga Lessy.


Vinvin duduk di tepi pantai sambil melihat kado yang dia pegang, sebuah box biasa yang isinya adalah jam tangan. tentu jam tangan yang dia belikan jauh lebih murah dari pada yang dibeli oleh Lessy.


"Mungkin aku tidak seharusnya bertemu dengan dia lagi, kenapa aku masih tidak menjaga jarak dengan dia padahal aku sudah tahu bahwa Lessy adalah pacarnya. Howard, apakah seperti apa yang dikatakan oleh Lessy bahwa selama ini kamu berusaha membantuku hanya demi ingin membalas budi?" ucap Vinvin yang melihat jam tangan itu.


"Jam tangan yang ku beli hanya beberapa dollar, sedangkan yang Lessy belikan untukmu seharga ratusan juta dollar. mana mungkin aku memberikan kado murahan ini untukmu," gumam Vinvin.


"Cinta yang sangat menyakitkan, aku telah memendamkan perasaanku selama beberapa tahun. selama ini aku harus berpura-pura di depanmu agar kamu tidak menyadari perasaanku padamu. aku tidak berharap kamu akan bersamaku. aku hanya berharap kamu bisa bahagia dengan gadis pilihanmu," batin Vinvin.


"Mungkin sudah saatnya aku kembali ke asalku, desa adalah tempat kelahiranku. mulai hidup baru dan melupakan semua yang ada hubungan dengan kota," gumam Vinvin.


Setelah beberapa menit kemudian Vinvin meninggalkan pantai itu dan pulang ke rumahnya.


Di sisi lain Howard yang sedang mabuk akibat kebanyakan minum ia dibawa oleh Lessy ke hotel.


Klek.


Lessy memapah calon suaminya dan menidurkan di atas kasur, saat itu Howard masih setengah sadar.ia menarik dasinya hingga terlepas. Lessy melepaskan sepatu dan jas luaran calon suaminya.


"Howard, cintailah aku sepenuh hatimu, jangan kecewakan aku demi wanita lain," ucap Lessy yang mencium bibir Howard.


Ciuman yang dilakukan oleh Lessy selama beberapa menit, Howard menahan bagian belakang kepala gadis itu dan membalas ciuman tersebut.


Pria itu kemudian menindih calon istrinya dan mencium dengan penuh na*su.


"Howard, aku mencintaimu," ucap Lessy yang melepaskan ciumannya.


"Apa yang kau katakan?" tanya Howard yang sedang mabuk dan tidak sadar dengan apa yang dia lakukan.


"Serahkan dirimu padaku, aku adalah milikmu begitu juga dirimu adalah milikku," jawab Lessy membuka kancing kemeja calon suaminya.


Howard melihat wajah Lessy selama beberapa menit sambil menyentuhnya.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Howard yang berada di atas tubuh gadis itu.


"Aku yang membawamu ke sini," jawab Lessy dengan senyum.

__ADS_1


Howard tersenyum saat melihat gadis itu dan kemudian mencium bibirnya selama beberapa menit. Lessy melepaskan kemeja yang dikenakan oleh calon suaminya sehingga menampakkan tubuhnya yang berotot.


"Vinvin...," sebut Howard yang kemudian melepaskan ciumannya dan tertidur di atas tubuh gadis itu.


Lessy yang mendengar ucapan pria itu ia hampir tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, rasanya bagaikan ditikam belati dan sakit yang tidak mengeluarkan darah.


"Kenapa menyebut nama wanita itu? bukankah kau baru saja melamarku, dan kita akan menikah di bulan depan," batin Lessy.


Lessy mendorong tubuh Howard dan menidurkan pria itu di sampingnya. kemudian ia menatap calon suaminya yang telah tertidur.


"Apakah dia begitu penting bagimu sehingga saat mabuk kau menyebut namanya? dari awal aku mencurigai perasaanmu padanya, tapi kau tetap menyangkal. apakah ini adalah cinta yang tidak kau sadari? walau kamu di depanku aku merasa kamu sangat jauh dariku. Howard, apakah hatimu tidak bisa untukku?" ucap Lessy yang merasa kecewa.


"Aku mencintaimu dan tidak akan membiarkan siapapun yang merebutmu dari tanganku," ucap Lessy.


Tempat tinggal Vinvin.


Vinvin sedang mengemas barangnya ke dalam tas, dirinya hanya memasukan pakaian yang dia bawa dari desa.


"Tidak mudah hidup di kota, walaupun bekerja sudah cukup lama tetap tidak ada tabungan, sehemat apapun tetap tidak ada sisa uang," gumam Vinvin.


"Akhirnya harus pulang ke desa dengan tangan kosong," ucap Vinvin.


Howard yang telah bangun ia langsung meraih handphone miliknya. hal utama yang dia lakukan adalah menghubungi sahabatnya itu, Vinvin.


Setelah beberapa saat kemudian panggilannya dijawab.


"Hallo, selamat pagi! kenapa begitu pagi sudah menghubungiku?"


"Hei, gadis ceroboh, kenapa semalam kau tidak datang di hari ulang tahunku?" tanya Howard yang bangkit sambil mengancing kemejanya.


"Aku sibuk semalam, butik banyak yang datang belanja. saat aku pulang sudah malam dan aku juga mengantuk. makanya aku tidak bisa datang."


"Kamu adalah teman yang tidak setia!"


"Jangan salahkan aku! aku kan makan gaji dengan orang, mana bisa sesuka hatiku!"


"Siang ini makan bersama! kau di mana sekarang?"


"Aku masih di rumah, ada yang ingin ku katakan padamu. sampai jumpa siang nanti!" ucap Vinvin yang memutuskan panggilannya.

__ADS_1


"Aku belum habis bicara kau sudah putuskan panggilannya," gumam Howard.


Klek.


"Howard, selamat pagi! kamu sudah bangun, aku sudah pesan sarapan. sebentar lagi akan diantar ke sini!"ucap Lessy yang baru melangkah masuk.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Howard.


"Aku yang mengantarmu ke hotel ini, kamu kebanyakan minum dan mabuk. aku tidak bisa mengantarmu pulang," jawab Lessy yang merapikan pakaian pria itu. kemudian Lessy memasangkan dasi pada kemeja yang dikenakan oleh Howard.


"Semalaman kamu ada di sini?" tanya Howard.


"Iya, kamu mabuk dan aku tidak bisa tinggalkan kamu seorang diri."


"Tidak baik kalau kita tidur sekamar."


"Kenapa? aku memberitahu mereka bahwa kita adalah pasangan, jadi tidak ada yang harus merasa malu," kata Lessy.


"Apakah semalaman kita tidur seranjang?"


"Iya, kalau bukan karena kamu sudah mabuk berat, kamu pasti sudah melakukannya. tanganmu sangat liar semalam," ucap Lessy dengan sengaja.


"Apa yang ku lakukan semalam? kenapa aku tidak bisa ingat apa-apa."


"Saat mabuk kau sangat nakal, kau mengajakku melakukan hubungan itu, tanganmu juga...," ucap Lessy yang terhenti.


"Tanganku kenapa?"


"Kamu adalah pria, mana mungkin kamu tidak tahu di saat kamu ingin melakukannya bagian mana yang kau sentuh."


"Lessy, aku...."


"Tidak apa-apa! kamu sedang mabuk dan aku tidak menyalahkanmu, jangan merasa bersalah. suatu saat kita juga akan melakukannya," ucap Lessy yang memeluk pria itu.


"Apa yang aku lakukan padanya? aku tidak ingat sama sekali," batin Howard.


Howard, bagaimana kalau kita melakukannya sekarang juga! aku tahu ini adalah keinginanmu semalam. kita bisa melakukan sekarang kalau kamu mau," kata Lessy yang mencium bibir pria itu.


Saat berciuman Lessy memegang tangan pria itu menyentuh bagian pahanya yang mulus. gadis itu mengenakan rok di atas lutut. Lessy menarik tangan pria itu semakin ke atas sehingga menyentuh celana da.lamnya.

__ADS_1


__ADS_2