Cinta Yang Tanpa Sadar

Cinta Yang Tanpa Sadar
End


__ADS_3

Di sisi lain Howard mendatangi ke lokasi yang di mana Vinvin sedang berada, di belakang mobilnya terdapat mobil polisi yang ikut menuju ke tempat itu. sementara Vinvin masih berusaha menjauhkan dirinya dari kejaran mereka.


Gadis itu bersembunyi ke salah satu toko di jalan besar itu. ia memasuki toko pakaian dan bersembunyi dibalik pakaian yang digantung di sana. tidak lama kemudian mereka masuk ke toko yang ada di pinggir jalan.


"Cepat cari! aku yakin dia ada di sini!" perintah salah satu utusan Lessy.


Mereka kemudian memasuki ke semua toko yang ada di sana. utusan dari Lessy merusakan semua barang-barang milik toko itu. semua pajangan dilempar berserakan di lantai.


"Apakah kalian ada melihat seorang wanita muda yang masuk ke dalam sini?" tanya salah satu pria itu yang melangkah masuk ke dalam toko pakaian.


"Tidak ada," jawab salah satu karyawan yang ketakutan.


"Bongkar semua barang dan cari sampai dapat! kalian semua keluar!" bentak pria itu pada pengunjung yang sedang memilih pakaian.


Semua pengunjung yang ketakutan hanya bisa melarikan diri dan meninggalkan toko pakaian itu.


Sementara utusan Lessy masih belum putus asa dan mencari keberadaan Vinvin yang sedang bersembunyi di dalam sana.


"Brengsek, siapa mereka sebenarnya, kenapa mengincarku?" gumam Vinvin yang bersembunyi di dalam ruangan ganti.


Brak...


Brak...


Suara bantingan barang yang dilakukan oleh mereka.


"Hei, kalian sangat keterlaluan, ingin menangkapku, coba saja kalau kalian sanggup," teriak Vinvin dengan nada tinggi yang keluar ingin menghadapi mereka.


"Akhirnya kau keluar juga," bentak salah satu pria itu.


"Tangkap dia!"


Mereka menghampiri Vinvin dan ingin menangkap gadis itu.


Saat mereka ingin melakukan aksinya, tiba-tiba mereka diserang oleh seorang pria. mereka ditendang dan ada yang dibanting. selain itu mereka juga menerima pukulan bertubi-tubi dari seorang pria yang tak lain adalah Howard.


Prang...


"Aarghh...."

__ADS_1


Suara pecahan kaca lemari tempat panjangan pakaian.


Mereka terhempas ke lemari kaca dan juga di lantai.


Bruk...


"Aarghh...."


"Bagus sekali, hajar terus!" teriak Vinvin dengan girang.


"Siapa yang mengupah kalian? katakan!" bentak Howard yang menahan salah satu pria itu.


"Aarghh...."


"Katakan!" bentak Howard.


"Lessy...dia yang mengutus kami untuk menangkap Vinvin," jawabnya sambil menahan sakit.


"Lessy ingin menangkapku? kenapa dia melakukan itu?" tanya Vinvin.


"Karena dia gagal menikah dan menyalahkanmu," jawab pria.


"Aku akan serahkan kalian kepada kepolisian untuk mengadili kasus ini!" ucap Howard yang melayangkan pukulan ke wajah pria itu sehingga tidak sadarkan diri.


"Vinvin, apa kamu baik-baik saja?" tanya Howard.


"Aku tidak apa-apa, aku tidak sangka Lessy sangat nekad, karena dendam dia melakukan hal seperti ini," jawab Vinvin.


"Wanita yang putus cinta ternyata sangat menakutkan sekali," kata Howard.


Setelah beberapa menit kemudian para detektif datang menangkap utusan Lessy. selain itu mereka juga akan mendatangi ke rumah Lessy atas tuntutan penculikan yang direncanakan olehnya.


Malam hari


Howard berkumpul dengan ayahnya dan juga Vinvin di ruang keluarga. mereka sedang menonton berita mengenai penangkapan Lessy. pihak kepolisian tanpa menunggu lama langsung mendatangi kediamanan Lessy setelah mendapatkan bukti kuat.


"Banyak sekali reporter mendatangi kediamannya," ujar Vinvin yang sedang melihat berita.


"Mereka adalah salah satu keluarga terpandang, oleh karena itu penangkapan kali ini pasti sangat mengemparkan," kata Sean.

__ADS_1


"Bukan hanya itu saja, setelah penangkapan saham mereka juga anjlok dan aku yakin tidak lama lagi Shane pasti akan kehilangan semuanya," ujar Howard yang duduk di samping Vinvin.


"Dendam karena cinta adalah perbuatan yang bodoh, sungguh tidak ku sangka Lessy yang selama ini kelihatan lembut tapi sangat mengerikan," ucap Sean.


"Untung saja aku cepat sadar, kalau tidak aku akan menyesal seumur hidup," kata Howard dengan senyum.


"Bagaimana kalau kita liburan!" ajak Sean.


"Rencana yang bagus, kita liburan ke mana?" tanya Howard.


"Ke jepang, sudah lama papa tidak ke sana," jawab Sean dengan senyum.


"Baiklah, papa atur saja!" kata Howard.


"Vinvin, kita tidak perlu membawa banyak pakaian, bawa saja jaket tebal. karena musim salju sudah tiba," kata Howard.


"Iya, tapi kapan kita berangkat?" tanya Vinvin.


"Besok, karena tiket sudah disediakan," jawab Sean yang menunjukan tiket kepada mereka berdua.


"Kenapa begitu tiba-tiba?" tanya Vinvin dengan heran.


"Papaku sudah biasa, dia selalu saja melakukan sesuatu dengan mendadak," jawab Howard dengan tertawa.


"Ha ha ha...papa tidak sabar ingin liburan di sana!"


"Kali ini kita akan tinggal di jepang selama sebulan," ucap Howard yang memegang tangan Vinvin.


Keesokan harinya.


Lessy yang berniat jahat akhirnya telah ditangkap oleh polisi, sementara perusahaan keluarganya terancam bangkrut akibat tersebarnya rencana kejahatan yang dilakukan oleh Lessy. semua pebisnis membatalkan kerja sama dengan perusahaan Shane. kini Shane terpaksa menghadapi kenyataan pahit akibat kehilangan segalanya hanya dalam satu malam.


Di sisi lain Howard liburan bersama Vinvin dan juga Sean, mereka bertiga akan menghabiskan waktu selama sebulan di jepang yang adalah tempat liburan favorit mereka.


Tamat.


Terima kasih teman-teman sudah ikuti cerita ini hingga akhir bab. Author saat ini akan fokus pada karya yang masih on going.🤗🤗🤗🤗


__ADS_1




__ADS_2