
"Papaku mengatakan ingin kamu pindah tinggal bersama kami!" jawab Howard.
"Untuk apa tinggal di rumah kalian?" tanya Vinvin.
"Papa ingin aku mengajarmu tentang bisnis, agar suatu saat kamu bisa membantuku!"
"Jangan bercanda! ke depannya yang membantumu adalah istri dan anakmu, bukan aku!" jawab Vinvin.
"Apakah kamu tidak ingin mengubah hidupmu agar menjadi lebih baik?"
"Aku merasa sekarang kehidupanku baik-baik saja, dan aku tidak ingin menjalani bisnismu. itu sangat sulit bagiku yang tidak berpendidikan tinggi."
"Bukan soal berpendidikan tinggi atau tidak, tapi masalahnya adalah belajar, asal kamu belajar dengan baik kamu pasti bisa!"
"Aku lebih suka dengan kerja ku sekarang, tanpa beban pikiran dan tanggung jawab yang berat," kata Vinvin dengan tegas.
"Apakah kamu tidak bosan bekerja dengan gaji yang tidak seberapa?" tanya Howard.
"Untuk apa aku bosan? bos dan teman kerjaku sangat baik padaku, aku rasa aku lebih nyaman di sana," jawab Vinvin
"Vinvin, kenapa kamu selalu menolak bantuanku? kalau kamu menerima bantuanku dari awal hidupmu pasti sudah senang dan tidak sesulit ini."
"Aku hanya ingin mandiri, lagi pula dari dulu aku sudah begini. jadi bukan masalah atau halangan lagi bagiku!"
"Kalau memang kamu menolak aku juga tidak bisa memaksamu, minggu depan adalah ulang tahunku, jangan lupa datang!" ucap Howard yang bangkit dari tempat duduknya.
"Usiamu bertambah satu tahun lagi," kata Vinvin dengan senyum.
"Semakin lama aku semakin tua saja, aku pergi dulu. habiskan sop waletnya. hubungi aku kalau butuh sesuatu!"
"Iya, aku tahu! terima kasih!" ucap Vinvin yang melihat sahabatnya melangkah pergi.
__ADS_1
"Semua orang di dunia ini tahu kapan tanggal ulang tahun mereka, sedangkan aku tidak tahu apa-apa. kapan aku dilahirkan dan siapa orang tuaku juga tidak ada yang tahu!" ucap Vinvin yang merasa sedih.
Gadis itu terdiam saat melihat sop walet yang di mangkoknya. ia juga mengeluarkan air mata.
"Walau aku tidak tahu siapa aku sebenarnya, setidaknya Howard dan paman Sean sangat perhatian denganku. walet yang begitu mahal saja mereka juga memasaknya untukku dan ingin aku tinggal bersama mereka. kenapa di dunia ini ada orang yang begitu baik? aku sangat beruntung tapi aku harus berusaha agar tidak menyulitkan mereka," gumam Vinvin.
"Vinvin, selama ini kau harus tahu jaga jarak dan sadar diri, sebaik apapun dia padamu, di matanya dirimu hanya teman dan adiknya. dia hanya merasa hutang padamu sehingga ingin sering membantumu. jangan pernah putus asa dengan kehidupan sendiri. dan jalani sendiri dengan baik!" batin Vinvin.
Beberapa hari kemudian.
Setelah istirahat beberapa hari, Vinvin telah masuk kerja karena lukanya sudah sembuh.
Dan di saat yang sama Lessy mendatangi tempat kerjanya yang berniat ingin bertemu dengan sahabat dari kekasihnya itu.
"Selamat datang!" ucap teman kerja Vinvin dengan sopan.
"Apakah di sini ada karyawan yang bernama Vinvin?" tanya Lessy.
"Ada, silakan menunggu!"
"Kak Lessy, kenapa ada di sini?" tanya Vinvin.
"Ada yang ingin ku katakan padamu!" jawab Lessy.
"Katakan saja!"
"Kita bicarakan di depan cafee," jawab Lessy yang melangkah pergi dan diikuti oleh Vinvin.
"Bos, bukankah wanita itu adalah kekasih tuan Ferlando?" tanya teman kerja Vinvin pada Nicole.
"Iya, memang dia, apa niatnya dia bertemu dengan Vinvin tanpa ditemani oleh Howard," jawab Nicole.
__ADS_1
"Perasaan ku tidak baik, mungkin saja wanita itu cemburu dengan hubungan tuan Ferlando dan Vinvin!"
Cafee.
"Kakak Lessy, kenapa mencariku, apakah ada yang mau dibicarakan? besok adalah ulang tahun Howard, apakah kamu ingi menyediakan kado untuknya?" tanya Vinvin yang duduk berhadapan dengan Lessy.
"Mengenai ulang tahunnya aku yang harus menemaninya, bukan urusanmu juga," ujar Lessy.
"Bukan urusanku? tapi dia adalah sahabatku," ucap Vinvin.
"Kamu juga adalah seorang gadis, andaikan kalau kekasihmu dekat dengan teman wanitanya, apakah kamu merasa nyaman?" tanya Lessy.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Vinvin, bukannya aku ingin menyalahkanmu atau melarangmu, tapi kamu harus memikirkan kondisi kami berdua, aku dan Howard adalah pasangan kekasih yang tidak lama lagi akan menikah. aku tidak ingin Howard selalu saja menghabiskan waktunya untukmu. di saat kami bersama dia akan meninggalkanku begitu saja saat menerima panggilanmu. apakah kamu pernah berpikir bagaimana dengan perasaanku?"
"Aku tidak tahu kalau di saat itu dia sedang bersamamu, malam itu tidak ada bus dan taksi, aku tidak bisa pulang karena kerja hingga pukul 11 malam. oleh sebab itu aku meminta bantuannya. dia memberitahuku bahwa dia juga dalam perjalanan pulang."
"Itu hanya alasan dia demi kamu, tapi aku lagi-lagi ditinggalkan hanya demi sahabat sepertimu, seharusnya kamu jangan egois, sebaik apapun hubungan kalian walau seperti saudara, tapi kenyataannya adalah kalian tidak sedarah," ujar Lessy.
"Maaf, aku tidak tahu kalau sudah membuatmu tidak nyaman," ucap Vinvin dengan menunduk.
"Vinvin, aku sangat mencintai dia, aku butuh perhatiannya, aku tidak ingin dia jauh dariku. sebagai wanita aku berharap kamu mengerti perasaanku. aku ingin bahagia bersama dia. tapi setiap dia bertemu denganmu aku takut dia tidak akan mencariku lagi. aku selalu saja merasa tidak aman. apakah kamu bisa jangan dekat lagi dengan Howard?"
"Ternyata kehadiranku membuatmu merasa tidak nyaman," ucap Vinvin yang merasa bersalah.
"Aku tahu ada yang seharusnya tidak ku katakan, tapi aku tetap ingin katakan!"
" Ada apa?"
"Howard memberitahuku, bahwa dirinya berhutang budi padamu, oleh sebab itu dia berusaha ingin membalas budimu. katanya lebih menderita ketika berhutang budi denganmu. karena kamu selalu saja menolak bantuan dari dia. selama ini dia berusaha ingin membalas budi baikmu. tapi masih tidak bisa. oleh sebab itu kapanpun kamu menghubunginya dia tetap akan datang," jawab Lessy.
__ADS_1
"Aku tidak pernah memintanya balas budi," kata Vinvin.
"Vinvin, jangan membuat dia selalu merasa berhutang padamu! kau bisa menjauhkan dirimu dari dia. agar dia tidak melihatmu dan merasa berhutang budi lagi padamu. dengan begitu aku dan dia juga akan bahagia. apakah kamu tega melihat sahabatmu tidak bahagia?"