Cinta Yang Tanpa Sadar

Cinta Yang Tanpa Sadar
Asisten Pribadi


__ADS_3

Sarapan bersama.


"Kenapa paman tidak sarapan?" tanya Vinvin.


"Papa sedang olahraga, dia akan makan setelah dia pulang," jawab Howard.


"Oh, begitu rupanya. aku ingin menemui kakak Nicole setelah selesai makan."


"Tidak perlu! kalau kamu ingin kerja di sini saja!"


"Rumah sebesar ini sudah memiliki banyak pembantu, masih tidak cukup ya?"


"Ini tidak ada hubungan dengan rumah ini, karena kau hanya akan bekerja untukku," jawab Howard.


"Memangnya apa tugasku?"


"Menjadi asisten pribadiku."


"Asisten pribadimu? apa aku tidak salah dengar?" tanya Vinvin dengan tidak percaya.


"Kenapa, kamu tidak percaya?" tanya Howard.


"Sebagai asisten pribadi aku harus melakukan apa untukmu?"


"Mudah saja! kau hanya perlu menyediakan kebutuhanku, seperti sarapan, makan siang dan malam. selain itu di pagi hari kau siapkan air mandi untukku, menyediakan pakaianku."

__ADS_1


"Kamu sangat manja, bahkan air mandi saja harus disiapkan, aneh sekali."


"Inilah gunanya asisten pribadi," jawab Howard dengan senyum.


"Gajimu seribu sembilan ratus dollar sebulan, makan dan tidur ditanggung. setiap siang hari kamu harus mengantar nasi ke perusahaanku. dan setiap pengantaran aku akan memberimu bonus sebanyak tiga puluh dollar," kata Howard.


"Wah...gaji sebulan seribu sembilan ratus dollar, dan bonus tiga puluh dollar perhari. kalau di kalikan selama sebulan bonus saja sudah menjadi sembilan ratus dollar. ditambahkan gaji bulananku menjadi dua ribu delapan ratus dollar. ini adalah tawaran yang bagus," kata Vinvin dengan girang.


"Ha ha ha...apakah kamu sudah menerima tawaranku?" tanya Howard.


"Tawaran yang mengiurkan, mana mungkin aku menolak."


"Asalkan aku bisa bekerja lebih lama, maka aku bisa kumpul uang untuk perbaiki rumah lamaku," ujar Vinvin.


"Perbaiki rumah lamamu?"


"Apakah kamu masih ingin tinggal di sana? desa itu sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa."


"Di sana adalah tempat kelahiranku, kalau aku merindukan tempat itu aku pasti akan pulang," jawab Vinvin.


"Baiklah, kalau begitu. kau harus rajin bekerja jangan malas. kalau prestasimu bagus aku akan menaikan gajimu."


"Kalau begitu aku akan lebih giat bekerja, asalkan kamu jangan lupa dengan bonus perhariku," ujar Vinvin dengan semangat.


Howard tersenyum saat melihat gadis itu yang begitu gembira dengan tawarannya, tentu saja niatnya yang ingin gadis itu berada di sisinya telah berhasil.

__ADS_1


"Makan yang banyak dan berusaha yang terbaik," ucap Howard yang bangkit dari tempat duduknya.


"Tenang saja! aku adalah pekerja keras dan tidak akan mengecewakanmu," jawab Vinvin yang sedang fokus dengan makanannya.


"Aku percaya denganmu, setelah selesai makan sediakan pakaianku!" kata Howard yang menghampiri gadis itu dan menyentuh kepalanya.


"Kenapa kamu tidak bisa ambil pakaian sendiri?" tanya Vinvin yang memandang ke arah sahabatnya yang berdiri di sampingnya.


Howard menunduk dan menatap gadis itu dan menjawab," kalau aku melakukannya sendiri, lalu untuk apa kamu menjadi asisten pribadiku?"


"Selain menyediakan makanan, pakaian, apa lagi yang harus ku kerjakan?"


"Kalau aku keluar membawamu, kau harus ikut denganku, habiskan makanmu dan mulai bekerja. aku akan menunggumu di kamar!" jawab Howard yang kemudian melangkah pergi.


"Dasar anak manja," gumam Vinvin.


"Aku baru ingat, ada lagi yang harus kamu kerjakan!" ujar Howard yang menghentikan langkahnya.


"Apa lagi?" tanya Vinvin sambil fokus menyantap makanannya.


"Mandikan aku!" jawab Howard dengan sengaja.


"Uhuk...uhuk...uhuk...," suara batuk Vinvin yang keselek makanan karena mendengar jawaban sahabatnya.


"Ha ha ha ha...," Howar tertawa dan kemudian melangkah pergi.

__ADS_1


"Apa dia benar-benar tidak waras ya? masa mandi saja harus aku yang mandikan dia," ketus Vinvin.


__ADS_2