Cinta Yang Tanpa Sadar

Cinta Yang Tanpa Sadar
Vinvin Menemui Dokter


__ADS_3

Vinvin bangkit dan duduk di depan meja riasnya, ia melihat wajahnya masih ada bekas tamparan dan membengkak


"Apakah aku harus ke dokter untuk mengobati lukaku? bagaimana aku bisa bekerja kalau wajahku seperti ini," ucap Vinvin.


Tuk...tuk...tuk...


Bunyi ketukan pintu yang dilakukan seseorang di luar sana.


"Siapa?" tanya Vinvin yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari kamarnya.


Gadis itu menuju ke pintu rumahnya dan kemudian membuka pintu itu.


Klek.


"Kenapa pagi-pagi kamu muncul di sini?" tanya Vinvin yang melihat sahabatnya yang tidak lain adalah Howard.


Howard melangkah maju dan memperhatikan wajah gadis itu yang bengkak dan juga terdapat bekas tamparan.


"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Howard yang memegang dagu gadis itu dan melihat kiri dan kanan wajah sahabatnya.


"Hanya terbentur tembok," jawab Vinvin yang asal-asalan.


"Apakah dindingnya memiliki lima jari sehingga meninggalkan bekas di wajahmu?"


"Tidak juga! lepaskan tanganmu, aku tidak apa-apa!" jawab Vinvin yang menepis tangan sahabatnya.


"Katakan yang sebenarnya, apa yang sudah terjadi dan dari mana datang luka ini? semalam kau masih baik-baik saja. apakah berkelahi dengan orang atau ada yang mencari masalah denganmu? siapa orangnya dan di mana dia sekarang? apakah komplotan preman itu atau yang lain?" tanya Howard dengan panjang lebar.


"Aku diganggu oleh dua preman saat sedang makan mie di warung itu," jawab Vinvin.


"Kalau aku tahu begitu seharusnya aku tidak meninggalkanmu di sana," kata Howard yang meniup luka wajah gadis itu.


"Apakah begitu sakit? wajahmu kenapa bisa bengkak? apakah tamparannya sangat keras?" tanya Howard dengan khawatir.


"Gigiku patah akibat tamparannya," jawab Vinvin.


"Di mana mereka sekarang?"


"Sudah dibawa ke kantor polisi, mereka lebih parah dari aku, ada yang lengannya patah dan ada yang matanya ditusuk sumpit. kondisiku masih lumayan hanya gigi yang tanggal."


"Kenapa kamu tidak menghubungiku semalam?" tanya Howard yang menyentil dahi gadis itu.


"Aku tidak sempat, lagi pula kamu bersama kakak ipar, mana mungkin aku menganggumu sedang pacaran."


"Mari ikut aku!" ajak Howard yang memegang tangan Vinvin.


"Kita mau ke mana?"

__ADS_1


"Ke rumah sakit!"


Hospital Paris


"Gusinya mengalami infeksi, karena tidak minum obat antibiotik," ujar Dokter Sandy yang juga kenalan Howard.


"Butuh waktu berapa lama untuk sembuh? dia tidak akan bisa makan sesuatu kalau gusinya sakit?" tanya Howard.


"Setelah disuntik cairan antibiotik bengkaknya akan sembuh, untuk saat ini makan bubur dulu!"


"Apakah wajahnya akan meninggalkan bekas?" tanya Howard.


"Tidak akan, saya akan berikan obat untuk oles, dalam tiga hari akan hilang bekasnya. bukan masalah besar," jawab Sandy.


"Dokter saja sudah mengatakan aku tidak apa-apa, jangan khawatir lagi!" ucap Vinvin.


"Vinvin, kamu adalah teman yang sangat beruntung, Howard sangat khawatir dan cemas terhadapmu," ujar Sandy.


"Kak Sandy, kamu bisa menjadi istrinya dan aku akan memanggilmu kakak ipar," kata Vinvin dengan seraya bercanda.


"Sudah terlambat, pria tampan ini sudah memiliki teman wanita yang cantik," jawab Sandy dengan senyum.


"Jahit mulutnya agar tidak bicara sembarangan!" ucap Howard.


"Jangan marah! Vinvin hanya bercanda saja!" ujar Sandy.


"Kak Sandy, apa aku sudah boleh pulang? aku mengantuk sekali karena semalam tidak bisa tidur karena sakit!"


Setelah setengah jam kemudian Howard mengantar Vinvin pulang ke rumah.


"Aku sudah membelikan sarapan, makan dulu baru pergi tidur!" kata Howard yang menuangkan buburnya ke mangkok.


"Baik Bos," jawab Vinvin.


Howard mengambil dua mangkok bubur dan meletakkan ke meja makan. ia makan bersama sahabatnya itu.


"Enak sekali buburnya, bubur ini banyak sekali daging ayamnya. dan kenapa tidak ada telur?"


"Gusimu sedang infeksi jangan makan telur dulu, dan ingat mulai hari ini jaga makanmu. agar lukamu tidak infeksi lagi. seharusnya semalam kamu menghubungiku agar aku bisa menghajar pria itu."


"Tidak mungkin di saat kamu bersama Lessy aku menganggumu, aku juga bisa menghadapi dua preman itu sendiri."


"Iya, dan lihatlah dirimu sekarang mirip apa, seorang anak gadis jangan sampai terluka di wajahnya. untung saja lukamu tidak meninggalkan bekas. kalau tidak, siapa yang ingin menikahimu suatu saat nanti."


"Tidak masalah bagiku, aku bisa kerja dan membiayai diriku sendiri. jadi aku tidak butuh seorang suami," jawab Vinvin.


"Kau akan menjadi perawan tua di saat itu," ucap Howard dengan mengejek.

__ADS_1


"Jangan sombong, walau kamu kaya belum dirimu ada yang mau," jawab Vinvin yang tidak mau kalah.


"Kamu lihat saja di luar sana banyak wanita cantik yang sedang menungguku," ujar Howard yang sambil menyantap makanan.


"Iya, tapi nyatanya kamu belum menikah hingga sekarang, jadi tidak perlu sombong!"


"Setidaknya aku ada yang mau, tidak seperti dirimu yang tidak pria yang mau denganmu!"


"Jangan mengejekku, kau akan menyesal nantinya. mungkin suatu saat nanti kau akan jatuh cinta padaku," balas Vinvin yang tidak mau kalah.


"Andaikan dunia ini tidak wanita lagi, aku juga tidak akan jatuh cinta padamu," balas Howard.


"Sama! aku juga tidak akan!" jawab Vinvin.


"Aauugghh...," rintihan Vinvin yang sakit pada gusinya.


"Kenapa? apakah masih sakit? kalau makan jangan bicara terus. cepat minum airnya!"


"Makanya kau jangan bicara dengan ku terus," ucap Vinvin yang minum air putih


"Kalau malam kau masih sakit, aku akan membawaku ke dokter lain!"


"Tidak mau! obat dari kak Sandy saja belum habis untuk apa ganti dokter lain," jawab Vinvin.


"Agar kamu tidak sakit lagi, kalau Sandy gagal menyembuhkan lukamu dia tidak layak menjadi dokter lagi."


"Dia adalah teman sekolahmu, jangan bicara sembarangan!" ujar Vinvin.


"Aku malah menyangka kalau kamu akan berkencan dengan dia, tapi kenyataannya kau malah berkencan dengan yang lain," kata Vinvin.


"Apakah kamu tidak menyukai Lessy?"


"Bukan seperti itu! aku hanya salah paham dan mengira kamu sedang berkencan dengan kak Sandy, ternyata kamu memilih yang lain. itu maksudku!"


"Bagaimana dengan pendapatmu mengenai Lessy dan Sandy?"


"Kak Sandy sangat baik, tapi aku tidak begitu mengenal Lessy, karena kami jarang ketemu, tapi yang penting kamu suka saja," jawab Vinvin.


"Lagi pula untuk apa kamu bertanya padaku? yang hidup bersamamu adalah Lessy, sebaik apapun Kak Sandy tetap bukan pilihanmu. jadi mana yang lebih baik kamu tidak perlu tahu juga," ujar Vinvin.


"Aku dan Lessy sulit untuk berkomunikasi," ucap Howard


"Kenapa? apakah kalian bertengkar lagi?"


"Ini bukan pertama kali," jawab Howard yang mengeluh.


"Kamu butuh mental baja untuk menghadapi masalah cinta," ujar Vinvin.

__ADS_1


"Aku lebih suka sendirian, lebih bebas dan tidak ada yang mengaturku," kata Howard.


"Tidak bisa! paman butuh pewaris darimu. kamu harus memiliki setidaknya sepuluh atau dua belas orang anak," ujar Vinvin.


__ADS_2