Cinta Yang Tanpa Sadar

Cinta Yang Tanpa Sadar
Ulang Tahun


__ADS_3

"Dia sudah berusaha membantumu selama ini, dia berusaha membuatmu merasa nyaman dan tidak kekurangan apapun, tapi aku hanya berharap kamu harus pikirkan kondisinya juga. tanggung jawab dia terhadap perusahaan cukup berat. selain itu dia juga harus memikirkan bagaimana caranya agar bisa membuatmu menjalani hidup lebih baik. kamu sudah dewasa dan seharusnya kamu bisa menjaga diri tanpa bantuan orang lain," ujar Lessy.


Vinvin kemudian bangkit dan berkata," selama ini aku tidak pernah menyusahkan orang lain, aku makan dan tinggal dengan hasil ku sendiri. aku juga tidak pernah meminta pada Howard untuk membantuku. walau aku dan dia adalah sahabat dekat. tapi aku mengandalkan diriku untuk menjalani hidupku."


"Maaf, kalau membuatmu tidak nyaman, aku hanya ingin mengatakan kalau kamu mencintainya kenapa harus ragu dengan perasaannya? aku bukan sainganmu. karena aku tidak mencintainya. percaya atau tidak itu adalah urusanmu," kata Vinvin yang beranjak dari tempat duduknya.


"Sudah miskin masih sombong," gumam Lessy.


Vinvin kembali ke tempat kerjanya dengan raut wajahnya yang tidak gembira sama sekali.


Nicole yang memperhatikan reaksi karyawannya itu lalu ia pun menghampirinya.


"Vinvin, ada apa? apakah wanita tadi menyulitkanmu?"


"Kakak, kelihatannya kesalahpahaman hubungan aku dan Howard membuat dia merasa tidak nyaman."


"Merasa tidak nyaman? apa maksudmu?"


Vinvin kemudian mengatakan semuanya kepada Nicole.


"Vinvin, bukankah itu sama dia ingin memisahkan persahabatanmu dengan Howard?" tanya Nicole.


"Kakak, apakah aku begitu jahat?"


"Siapa yang mengatakan kalau kamu jahat? kamu sangat baik dan tidak bersalah. seharusnya dia yang sadar diri. dia belum menikah dengan Howard tapi sudah mengatur kehidupan Howard. bagaimana kalau sudah menikah nanti?bukankah lebih parah."


"Tapi sebagai wanita aku bisa memahami perasaannya, cemburu dengan wanita lain yang akrab dengan kekasihnya itu sudah wajar. mungkin aku yang tidak sadar selama ini. karena sudah terbiasa dekat dengan Howard sehingga aku tidak menjaga jarak," ucap Vinvin.


"Jangan mendengarkan kata dia! tetap berkomunikasi dengan Howard, jangan kerena wanita itu kamu malah menjauh dari sahabatmu sendiri!"


"Kakak, kami tetap berteman, tapi aku tidak ingin lagi terlalu dekat dengan dia. agar tidak menjadi penghalang bagi hubungan mereka berdua."


"Vinvin, sebenarnya dirimu tidak perlu melakukan itu, tidak usah mendengarkan ucapan dia. yang paling penting adalah Howard tidak menjauh darimu!" ucap Nicole.


"Kakak, aku juga tidak ingin menyulitkan kehidupan Howard, kalau saja Lessy cemburu dan meninggalkan Howard, dia pasti sedih," kata Vinvin.


"Lalu, apa yang ingin kamu lakukan?"


"Aku ingin pulang ke desaku, dari sana aku datang, dan aku akan kembali ke sana!"


"Apakah kamu tidak akan kembali ke sini lagi?"


"Mungkin aku akan tinggal di sana selama beberapa bulan atau tinggal di sana untuk selamanya," jawab Vinvin.


"Kamu terlalu cepat membuat keputusan," kata Nicole.


"Kata-kata Lessy telah menyadarkan aku!" ujar Vinvin.

__ADS_1


"Kamu harus sampaikan ke Howard, jangan langsung pergi begitu saja!" ucap Nicole.


"Iya, aku mengerti!" jawab Vinvin.


Keesokan harinya.


Hari ulang tahun telah tiba, Howard telah memesan beberapa jenis hidangan di atas meja.


Malam itu beberapa teman dekatnya menghadiri acara ulang tahun yang dilakukan dengan sedehana. Cake yang dipesan telah diletakan di atas meja.


"Howard, selamat ulang tahun, usiamu bertambah satu tahun," ucap salah temannya dengan bercanda dan membawakan kado untuk sahabatnya itu.


"Selamat tahun! aku doakan tahun ini kamu menikah dan punya anak!"


Beberapa teman terdekat datang mengucapkan selamat ulang tahun dan menyanyikan lagu ulang tahun tersebut.


Tidak lama kemudian Lessy juga hadir dalam acara itu.


"Howard, selamat ulang tahun, aku berharap kamu bahagia selalu!" ucap Lessy yang memberikan kado kepada kekasihnya dan mencium wajahnya.


"Terima kasih!" ucap Howard.


"Apakah kamu masih marah denganku?" tanya Lessy.


"Jangan dipikirkan lagi!" jawab Howard.


Howard kemudian membuka kado tersebut dan mengeluarkan isi kado itu. sebuah jam tangan Rolex yang diberikan oleh Lessy untuk pria yang dia cintai.


"Wah...Rolex adalah jam tangan termahal, Lessy, cintamu untuk Howard sangat besar."


"Iya, pasangan yang serasi!"


"Lessy, tunggu apa lagi? cepat pakaikan ke tangan Howard!"


Di sisi lain Vinvin sedang berdiri di luar dan mengintai dari luar, tangannya juga memegang sebuah kado untuk sahabatnya, akan tetapi gadis itu hanya diam dan tidak masuk ke dalam ruang pesta itu.


"Raut wajah Howard kelihatannya sangat bahagia, dia pasti sangat mencintai Lessy," batin Vinvin.


Howard mengenakan jam tangan pemberian kekasihnya itu dan kemudian memeluknya.


"Apakah kamu suka dengan kadoku?" tanya Lessy yang dalam pelukan Howard


"Suka, terima kasih!" jawab Howard dengan senyum dan melepaskan pelukannya.


"Sudah waktunya, ayo...tiup lilin dan potong cakenya," ucap Eric.


Howard melihat jam tangannya dan melihat ke arah pintu.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Lessy.


"Vinvin belum datang," jawab Howard yang mengeluarkan handphone miliknya.


"Mungkin dia sedang bekerja dan belum bisa datang!" kata Lessy yang cemburu karena melihat reaksi kekasihnya.


Howard mengabaikan perkataan Lessy, ia pun menghubungi sahabatnya itu.


Vinvin yang sudah meninggalkan restoran ia berjalan dengan sambil melamun.


Sementara Howard gagal menghubungi nomor sahabatnya. ia tetap mencoba berulang kali akan tetapi tetap gagal.


"Howard, tiup lilin dulu!" ucap Lessy.


"Baiklah," jawab Howard yang menyimpan handphonennya ke dalam saku.


Howard kemudian meniup lilin dan makan malam bersama teman-temannya, walau dirinya adalah seorang hartawan akan tetapi setiap ulang tahunnya dilakukan dengan sederhana.


"Howard, makan yang banyak!" ucap Lessy yang mengambilkan lauk untuk kekasihnya.


"Kamu makan juga!" sahut Howard yang juga mengambilkan sayuran untuk pujaannya.


Mereka saling bersulang dengan Howard dan minum dengan gembira, Vocka adalah minuman Favorit mereka. Lessy sengaja ingin menuangkan minuman ke gelas kekasihnya itu. niatnya memang ingin memabukan pria itu agar bisa bersamanya sepanjang malam.


"Howard, aku sangat iri denganmu, selain kaya dan tampan kau juga memiliki kekasih yang begitu cantik. nasibmu memang selalu baik," kata Eric.


"Aku sangat beruntung karena bisa bersama dengan Howard," ucap Lessy yang memeluk kekasihnya itu.


"Kapan kalian akan menikah?"


"Untuk saat masih belum! kami masih sibuk dengan bisnis," jawab Howard.


"Jangan menunggu lagi! kalian sudah lama bersama dan tentu sudah saling memahami satu sama lain," ujar Eric.


"Aku sedang menunggu lamaran Howard," kata Lessy dengan senyum.


"Apakah kamu sangat ingin menikah denganku?" tanya Howard.


"Kamu adalah pria yang ku inginkan," jawab Lessy.


"Baiklah, kita menikah bulan depan, bagaimana menurutmu?"


"Benarkah?" tanya Lessy dengan girang.


"Tentu saja benar!"


"Tanpa cincin ini tidak termasuk lamaran," ujar Eric yang sedang bercanda.

__ADS_1


"Apa yang ku katakan akan ku lakukan setelah waktunya tiba," jawab Howard.


__ADS_2