Cinta Yang Tanpa Sadar

Cinta Yang Tanpa Sadar
Terungkap


__ADS_3

"Hanya uang yang tidak seberapa sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa, beberapa tahun bekerja di kota semua gaji hanya habis ke sewa rumah. makan saja hemat-hemat selama ini. huff...beginilah nasib hidup anak yakim piatu yang tanpa dukungan orang tua. kalau lagi buntu tidak ada yang bisa membantu," gumam Vinvin.


"Awalnya ingin pergi ke kota untuk mengadu nasib, tapi malah terjebak cinta yang tidak terbalas. apa masih tidak cukup malang hidupku? pulang ke sini malah lebih menderita dari segi hati, makanan dan tidur. malam ini dingin sekali," ucap Vinvin.


Dua minggu kemudian.


Hari pernikahan sisa beberapa hari lagi, Howard semakin disibukan dengan urusan bisnisnya dan juga persiapan pernikahannya.


Sementara Sean hanya santai duduk sambil menikmati teh herbal favoritnya di kediaman mewahnya itu.


"Tuan besar, belakangan ini tuan muda sibuk dengan dua urusan, kelihatannya tuan muda sudah membuat keputusan akan menikah dengan nona Lessy," ujar Rei.


"Pernikahan ini tidak akan bertahan lama," kata Sean.


"Maksud, Tuan besar adalah?" tanya Rei.


"Howard sama sekali tidak sadar dengan perasaan sendiri, bocah ini sudah sering bersama Vinvin sehingga tidak bisa membedakan perasaan sendiri. dia akan menyesalinya."


"Tuan besar, kenapa tidak menghalangi tuan muda?"


"Aku tidak akan menghalanginya ataupun mendukungnya. biarkan waktu yang membuktikan padanya," jawab Sean.


"Tapi nona Vinvin sudah pergi dan hingga saat ini dia masih belum kembali. apakah dia akan tetap tinggal di sana?"


"Iya, sudah lama juga, tapi kenapa masih belum kembali ke kota. apakah dia mengalami kesulitan?"


"Tuan besar, selama nona Vinvin tidak berada di sini, tuan muda sering mendatangi rumah sewa nona Vinvin."


"Hm...bocah ini masih saja tidak bisa sadar diri, dia masih mengira kalau dirinya mencintai Lessy," ucap Sean.


"Tuan besar, bagaimana caranya membuat tuan muda menyadari perasaannya?"


"Tidak ada caranya, hanya mengandalkan dirinya," jawab Sean.


Howard yang masih berada di perusahaan sedang fokus pada laptopnya.


Walau dirinya sedang sibuk akan tetapi ia tidak lupa untuk mengecek handphonenya. ia selalu menunggu kabar dari sahabatnya selama ini. hari demi hari telah berlalu hingga kini sahabatnya telah pergi selama tiga minggu dan belum ada kabarnya.


"Apakah gadis itu tidak ada rencana untuk pulang ke sini?" gumam Howard.


"Mungkin lebih baik aku menemui Nicole saja," ucap Howard yang bangkit dari tempat duduknya.


Butik Nicole.


"Bos, apakah Vinvin tidak bekerja lagi?" tanya salah satu karyawan yang sedang menyusun baju di rak gudang itu.


"Tidak bekerja lagi! Vinvin akan tinggal di desa selamanya," jawab Nicole.


"Semua ini adalah karena wanita itu, bisa saja dia bicara seperti itu pada Vinvin, memang anak orang kaya hanya tahu bertindak sesuka hati," gerutunya.


Howard yang sudah tiba di depan butik itu, ia langsung melangkah masuk ke dalam dan mencari keberadaan Nicole yang berada di dalam gudang penyimpanan bersama karyawannya.


Saat Howard ingin membuka pintu gudang, ia menghentikan niatnya. karena mendengar pembicaraan Nicole dan karyawannya.

__ADS_1


"Bos, aku tidak mengerti kenapa Vinvin memilih pergi dan tidak ingin memberitahu tuan Ferlando saja?"


"Lina, kau bukannya tidak tahu, selama ini hubungan mereka sangat baik dan akrab melebihi siapapun. tentu saja Vinvin tidak ingin menyakiti Howard."


"Tapi mereka hanya teman saja, kenapa wanita itu harus mengunakan cara ini untuk memisahkan mereka?"


"Lessy karena cemburu dengan Vinvin, oleh sebab itu dia meminta Vinvin pergi dan tidak menganggu kehidupan Howard lagi," kata Nicole.


Howard yang telah mendengar semuanya ia langsung membuka pintu gudang itu sehingga mengejutkan Nicole dan Lina.


"Howard, kenapa kamu ada di sini?" tanya Nicole.


"Apakah dia tidak akan kembali lagi?" tanya Howard.


"Vinvin dia--"


"Katakan semuanya padaku! apakah kepergian dia ada hubungan dengan Lessy?"


Setelah beberapa menit kemudian.


Howard duduk berhadapan dengan Nicole.


"Pernikahanmu hanya sisa beberapa hari, untuk apa kamu bertanya lagi?" tanya Nicole.


"Selama ini aku tidak tahu apa-apa, dia hanya memberitahuku bahwa dia ingin pulang ke desa karena rindu dengan tempat kelahirannya. apakah semua ini tidak benar?"


"Howard, siapa Vinvin bagimu?"


"Sahabatku!"


"Calon istriku!"


"Apakah kamu tahu, karena kecemburuan Lessy, dia mengucapkan beberapa kata yang menyinggung," ujar Nicole.


"Nicole, apa saja yang dia katakan kepada Vinvin?"


Karena Howard yang bersikeras ingin tahu, Nicole akhirnya memberitahu semua yang dikatakan oleh Lessy.


Setelah beberapa menit kemudian.


"Kenapa Vinvin tidak memberitahuku tentang ini?" tanya Howard.


"Kamu adalah sahabatnya, mana mungkin dia menghancurkan hubunganmu dengan Lessy, dia lebih rela memilih pergi agar kalian hidup bahagia. Howard, hargai niat baiknya. apakah kamu tahu kehidupan di desa tidak mudah. sana beda dengan kota. dia rela hidup kesulitan di desa hanya demi kebahagiaanmu dan Lessy."


"Kebahagiaanku tidak seharusnya dia yang khawatir, kalau aku hidup bahagia sementara dia harus menderita, apa gunanya aku bahagia?"


"Ada yang ingin ku tanyakan padamu!" ujar Howard


"Ada apa?"


"Tanggal 18 -2, apakah dia lembur?"


"Tidak, kami tidak pernah lembur. bukankah di hari itu adalah ulang tahunmu? Vinvin membeli jam tangan yang berwarna hitam untukmu. apakah dia tidak datang?"

__ADS_1


"Jam tangan berwarna hitam?"


"Iya, aku melihatnya dia membungkus box hitam itu dengan kado," jawab Nicole.


"Howard, apa rencanamu? pernikahanmu hanya sisa beberapa hari lagi."


"Katakan padaku, di mana desanya?" tanya Howard.


"Bagian barat, desa yang sangat terpencil, semua warga yang di sana hanya bisa mengandalkan hasil tanaman mereka seperti sayur-sayuran untuk meneruskan hidupnya. tidak ada pasar ataupun pusat perbelanjaan seperti di kota ini. bisa dikatakan desa yang tidak pernah maju. dan orang yang tinggal di sana tidak akan pernah maju. karena tidak pemasukan," jawab Nicole.


"Baiklah, aku sudah tahu!" jawab Howard yang bangkit dari tempat duduknya.


"Apakah kamu ingin mencarinya? bagaimana dengan Lessy?" tanya Nicole.


"Tidak ada yang bisa menghalangku melakukan apa yang ku inginkan," jawab Howard yang melangkah pergi.


"Vinvin, maaf. aku harus memberitahu dia yang sebenarnya," gumam Nicole.


Howard yang telah mengetahui semuanya ia melajukan mobilnya dan menuju ke suatu tempat.


Tidak lama kemudian ia menghentikan mobilnya di restoran yang di mana tempat dia rayakan acara ulang tahun.


"Tuan Ferlando," sapa manager restoran itu.


"Aku ingin melihat rekaman tanggal 18-2 kemarin!" ucap Howard.


"Baiklah, silakan ikut saya!" jawab Manager dengan ramah.


Howard kemudian menonton rekaman di saat ia ulang tahun di malam itu. terlihat Vinvin yang datang ke sana akan tetapi hanya berdiri di luar pintu dan melihat sahabatnya yang berada di dalam sana. hanya beberapa menit setelah itu Vinvin pun meninggalkan tempat itu.


Howard kemudian mengingat jawaban sahabatnya di saat itu.


"Aku sibuk semalam, butik banyak yang datang belanja. saat aku pulang sudah malam dan aku juga mengantuk. makanya aku tidak bisa datang."


"Ternyata hanya alasan saja," batin Howard.


"Kelihatannya kamu tidak selera dengan tempat ini, bukan? aku melihat matamu sudah tahu."


"Aku hanya kenyang, dan tidak bisa makan."


"Padahal hari ini aku berniat ingin mentraktirmu makan sebelum aku berangkat."


Howard merasa menyesal karena tidak tahu arti ucapan sahabatnya yang di saat terakhir kali bersamanya.


"Ingin mentraktirku karena kau akan pergi dan tidak akan kembali lagi," gumam Howard.


Howard mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang.


"Howard, kamu di mana?"


"Aku ingin bertemu denganmu, kau ada di mana?" tanya Howard.


"Aku dan papaku ada di rumahmu."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pulang sekarang juga," jawab Howard yang memutuskan panggilannya.


__ADS_2